Tak Kudengar Lagi

0
85
tak kudengar lagi, patrol sahur, tadarus, amin tarawih
Gambar Ilustrasi (sumber: kumparan.com)

0Shares
0

Oleh: Fitri Fatma Dewi

Tak kudengar lagi

Suara orang membangunkan sahur keliling dengan gendangnya

Teriakan anak kecil yang menyanyikan sahur dengan nada-nada yang mereka bisa

Sorak ramainya membangunkan orang tidur pulas

Tak kudengar lagi

Gema tadarus di masjid sampai larut malam

Lantunan ayat suci yang menyayat hati

Tak kudengar lagi

Langkah kaki orang berbondong ke masjid berjamaah shalat tarawih

Sahutan aamiin antara imam dan makmum yang syahdu membuatku rindu semua itu

Kini semuanya berdiam diri

Semua terkurung di rumahnya

Menjalani ibadah dengan niat dan hati yang tulus kepada Sang Illahi

 

Surabaya, 05 Mei 2020

*Puisi kiriman dari “Fitri Fatma Dewi”. Gadis kelahiran Madiun tahun 2001 ini sekarang bekerja di salah satu toko camilan Surabaya. Di setiap waktu senggang dia manfaatkan untuk berkarya, menulis puisi salah satunya. Dia mulai suka puisi sejak SMA. Karena pernah mendeklamasikan puisi fenomenal berjudul “Ibu” karya KH. Dzawawi Imron di acara pentas seni. Mulai saat itu dia sering menulis puisi dan suka membaca buku-buku antologi puisi khususnya karya Sapardi Djoko Darmono. Dia juga merupakan salah satu kontributor Dialektika.ID