Sukimin Radja (3) Meraih Bintang Kesuksesan Membutuhkan Kunci Lo

0
188
Sukimin Radja. Menyiapkan pasukan. Bagian dari keberhasilan profesional di Kepolisian RI

Kesuksesan tidak jatuh tiba-tiba. Ada filosofi hidup, kebiasaan dan dimulai dari contoh model inspiratif. Kekayaan mengambil sudut pandang tentang kehidupan pun menjadikan Sukimin mampu menapaki proses menuju sukses dengan tekujmua? Sukimin Radja punya jawabannya.

KampusDesa– Meraih kejayaan dan kesuksesan itu memerlukan perjuangan. Demikian pula Sukimin. Pria yang menganggap kesuksesan adalah harga diri ini mengakui bahwa semua pencapaian dan prestasi yang diraihnya, semata merupakan anugerah dari Allah SWT. Tentunya diiringi doa dan dukungan istri, keluarga, rekan seprofesi, sahabat, teman, serta semua orang. Dirinya sendiri pun tak pernah membayangkan dapat meraihnya. Ia hanya berupaya secara istiqamah untuk melakukan yang terbaik, mendedikasikan kehidupan dan waktunya demi kemajuan umat, kesejahteraan rakyat, kejayaan Indonesia, serta kemuliaan peradaban.

Ia selalu meluangkan waktunya setiap hari untuk sholat tahajjud di sepertiga malam terakhir, membaca Al-Quran dilanjutkan memahami tafsirnya, mengikuti perkembangan informasi terbaru dengan cara menonton berita di televisi.

Salah satu faktor penentu kesuksesan adalah kebiasaan. Kebiasaan penyuka warna hijau ini pantas ditiru generasi muda masa kini. Ia selalu meluangkan waktunya setiap hari untuk sholat Tahajjud di sepertiga malam terakhir, membaca Alquran dilanjutkan memahami tafsirnya, mengikuti perkembangan informasi terbaru dengan cara menonton berita di televisi.

Saat ditanya tentang kunci kesuksesannya, Sukimin menyebutkan enam hal. Pertama, kejujuran. Kedua, kerja keras. Ketiga, rendah hati. Keempat, bermasyarakat. Kelima, menghargai orang lain. Keenam, belajar dari pengalaman. Dalam meraih kesuksesan, lelaki beristri St. Yarni ini mengakui ada beberapa hambatan seseorang saat berproses meraih kesuksesan. Misalnya: tidak sabar, mudah putus asa, banyak mengeluh dan menggerutu, terlalu bergantung pada orang lain.

Sukimin Radja. Menghadiri wisuda putrinya

Selain rida Allah, kesuksesan juga ditentukan oleh faktor manusia. Maksudnya, ada orang-orang penting yang berada di balik kesuksesan seseorang. Bagi penyuka lagu dangdut ini, mereka adalah orangtua, guru, dan pimpinan.

Sukimin memiliki banyak “guru kehidupan” yang inspiratif. Beberapa di antara mereka adalah pak Basri dan pak Ahmad (guru SD), pak Sapo’(guru SMP), Bapak Drs. Mallapiang (guru SMA), Bapak Drs. Geno Hariyanto, SH (Kapolres Bulukumba periode 1996 – 1997). “Guru kehidupan” yang disebutkan terakhir telah menginspirasi Sukimin menjadi perwira.

Manajemen Kehidupan

Kehidupan ini memerlukan kiat dan strategi tersendiri di dalam memaknai dan menjalaninya. Salah satu strategi efektif di dalam manajemen kehidupan adalah manajemen waktu.

“To do list (membuat daftar skala prioritas yang harus dilakukan setiap hari), istiqamah (konsisten), tidak suka menunda-nunda pekerjaan (deadliners), senang memulai pekerjaan lebih awal, mencintai profesinya.

Penyuka mobil favorit Toyota ini memiliki kiat manajemen waktu yang sederhana namun efektif meraih kesuksesan, berupa: “to do list (membuat daftar skala prioritas yang harus dilakukan setiap hari), istiqamah (konsisten), tidak suka menunda-nunda pekerjaan (deadliners), senang memulai pekerjaan lebih awal, mencintai profesinya.

Keluarga, teman, rekan, sahabat, atasan, bawahan bersepakat bahwa Sukimin seorang pribadi yang sederhana (bersahaja), penuh semangat, mudah bersosialisasi, percaya diri, sangat disiplin, profesional dalam menjalankan tugas, totalitas (penuh dedikasi), rajin bekerja, dan berkomitmen tinggi terhadap pekerjaan.

Ia memiliki visi dan misi yang amat mulia, yakni membangun bangsa dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Selain itu pria penyayang Burung Beo ini merupakan sosok polisi yang visioner dan futuristik. Betapa tidak? Ia memiliki visi dan misi yang amat mulia, yakni membangun bangsa dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. Bila berdiskusi tentang konsep Indonesia Jaya, maka pria penyuka destinasi wisata Pantai Bira dan Apparalang ini langsung bersemangat.

Penyuka Alquran dan hukum pidana sebagai buku bacaan favorit ini berpandangan bahwa “Indonesia Jaya” dapat segera diwujudkan bila Indonesia memiliki sosok atau figur pemimpin yang suka bekerja (kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras), jujur, religius/agamis, berani, peduli dan tanggap akan kesulitan rakyatnya. Selain itu, pemerintah hendaklah memiliki berbagai program untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), mengurangi pengangguran, serta membuat tatanan masyarakat yang adil, makmur, dan hidupnya menjadi semakin sejahtera.

Sosok Sukimin Radja dengan Seragam Kesatuannya

Petuah Bijak

Untuk generasi milenial, terutama yang juga ingin berkarir menjadi polisi, Sukimin berpesan agar menjadi pribadi yang senantiasa jujur, mengutamakan profesionalisme, penuh kreativitas, disiplin, suka bekerja keras, mencintai profesinya, penuh semangat, dan berdedikasi tinggi.

Prospek polisi di masa mendatang akan semakin bagus, cerah, dan sejahtera. Meskipun demikian, hendaklah jangan terlena. Tugas polisi menjadi semakin berat, karena tren kejahatan juga menjadi semakin canggih dan terus meningkat.

Hiduplah senantiasa bersama Allah SWT, mencintai dan membenci juga karena Allah SWT. Jalanilah kehidupan dan hidup ini dengan gembira karena kehidupan ini hanya sementara. (Profil inspiratif ini ditulis berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh dr Dito Anurogo MSc, dosen FK Unismuh Makassar, penulis puluhan buku, Director Networking IMA Chapter Makassar)

Tidak ada conflict of interest di dalam kepenulisan kisah inspiratif ini.