Sibuk Kerja Bukan Kendala Menjalin Hubungan Baik Dengan Anak

0
331

IMPIAN TERBESAR dari setiap laki-laki dan perempuan adalah menjadi ayah atau bunda, satu harapan yang menjadi salah satu titik kesuksesan bagi setiap manusia adalah menjadi orang tua. Namun pada kenyataannya apa yang menjadi harapan besar tidak dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang. Ketika telah menjadi ayah dan bunda tetapi menjadi lupa dengan bagian dari kewajibannya.

Menjadi orang tua selain merupakan tugas yang besar juga dapat diartikan untuk menguji kemampuan, melihat sangat tidak mudah untuk dapat menjalankan semua tugas sebagai orang tua, merawat, melindungi, mendidik dan mengajarkan semua yang seharusnya diberikan dan menjadi hak sang anak. Ketika belum menjadi orang tua memang belum dapat memandang semua hal itu namun ketika kita sudah menjadi bagian dari itu akan mampu merasakannya.

Orang tua adalah kebutuhan dasar bagi anak, adanya orang tua merupakan satu jalan keberhasilan bagi kehidupan anak nantinya. Namun apakah yang harus orang tua lakukan untuk menjadi super model bagi semua anak-anak? Banyak orang tua yang belum memahami untuk memposisikan dirinya sebagai orang tua.

Apalagi saat ini, fenomena yang ada, orang tua sering menelantarkan anak-anaknya. Belum banyak yang meyadari kalau pada kenyataannya mereka melakukan hal tersebut. Banyak anak-anak yang secara psikologis berjuang untuk menata kehidupannya sendiri, hasilnya tidak selalu seperti yang para orang tua inginkan. Ketika semua problem yang datang pada diri anak yang paling utama bertanggung jawab adalah orang tua, karena pada dasarnya yang membentuk kepribadian anak sebagian besar diletakkan pada pengasuhan yang anak dapatkan dari orang tuanya.

Orang tua sering tidak paham untuk merawat anak-anak mereka, karena pada realitasnya saat ini banyak orang tua yang menghabiskan waktunya dengan dunia kerjanya dibandingkan dengan anak-anaknya sehingga ketika  problem besar terjadi pada anak di kemudian hari, orang tualah yang perlu bertanggungjawab pertama kalinya. Peran aktif orang tua sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh anak. Jangan mudah menyalahkan ketika sesuatu hal besar sering disembunyikan oleh anak, karena mereka kurang  mendapatkan kepedulian dari orang tuanya.

Kesibukan yang dihadapi oleh para orang tua membuat mereka untuk mempercayakan pengasuhan anaknya pada orang lain, ataupun dengan sekolah tanpa memantau jauh lebih dalam perkembangannya. Yang terpenting bagi mereka kebutuhan anaknya tercukupi, soal apa yang sedang terjadi pada anak mereka terkadang menjadi tanggung jawab pengasuh atau sekolah. Hal ini cukup membantu meringankan beban orang tua dalam pengasuhan namun apa yang terjadi ketika orang tua salah memilih pengasuh atau sekolah? Akankah anak akan mampu berkembang dengan baik dilingkungannya? Hal ini perlu diperhatikan lebih lagi oleh para orang tua.

Memang kebutuhan ekonomi yang para orang tua usahakan akan kembali juga pada diri anak,  bukan hal tersebut yang paling utama yang dibutuhkan oleh anak, akan tetapi ketika orang tua mampu menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan kenyamanan pada anak akan jauh lebih membantu anak untuk kehidupannya. Orang tua sering tidak menyadari hal ini, kebutuhan asih (kasih sayang yang lebih) merupakan kebutuhan paling urgen, dan kebutuhan inilah yang tidak memerlukan banyak materi namun menjadi terlupakan karena hal yang terfikir oleh orang tua adalah memenuhi kebahagiaan anak dengan membuat semua anak hidup secara berkecukupan secara materi, yang sebenarnya cara ini dianggap kurang tepat.

Saat ini banyak orang tua demi mencukupi kebahagiaan anaknya rela mengorbankan waktu yang sangat berharga yang seharusnya itu adalah waktu untuk anaknya. Mereka mengatakan tidak menginginkan anak-anaknya hidup kekurangan, dengan inilah mereka berjuang meskipun harus rela terpisah jauh dari anak-anak mereka. Akan tetapi apa yang setelah itu terjadi? Anak menjadi lebih tidak terkontrol perilakunya karena sikap sebagai orang tua juga kurang mengontrol aktivitas anak-anaknya, fenomenanya jelas terlihat pada anak zaman now. Orang tua juga mengatakan sering kesulitan untuk menasehati anak-anak mereka, terkadang cara-cara yang tidak diharapkan sering terjadi meskipun tujuannya untuk kebaikan anak-anaknya.

Si Kecil ; Batas Pertumbuhan Anak-anak Desa dan Kota

Sulit untuk mengubah karakter anak kalau tidak terbentuk baik sedini mungkin. Faktor terpenting dalam pembentukan pribadi anak adalah peran aktif dari orang tua. Dengan adanya peran aktif akan dapat membantu anak berkembang secara positif. Memang kebutuhan materi juga penting selain mampu menunjang kecukupan kebutuhan pertumbuhan mereka tetapi tidak diberengi juga dengan menelantarkan kebutuhan psikologis sang anak.

Kesibukan pekerjaan bukan merupakan hal yang patut dipersalahkan sepenuhnya, jika orang tua mampu menyadari untuk membuat waktu yang seimbang dengan anak. Jauh dari anak juga bukan merupakan masalah tertinggi yang menyumbang kepribadian kurang baik pada anak ketika komunikasi tetap terjaga didalamnya. Saat hubungan tidak baik antara orang tua dengan anak terjadi kemungkinan disebabkan karena adanya waktu yang sering tidak dipedulikan oleh para orang tua.

Komunikasi inilah yang menjadi solusi lebih tepat pada orang tua yang sibuk bekerja namun ingin tetap menjaga hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Komunikasi mampu memperbaiki segala kekosongan yang terjadi pada sebuah hubungan.

Komunikasi inilah yang menjadi solusi lebih tepat pada orang tua yang sibuk bekerja namun ingin tetap menjaga hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Komunikasi mampu memperbaiki segala kekosongan yang terjadi pada sebuah hubungan. Tapi kesibukan kerja kembali membuat orang tua juga belum memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik pada anaknya. Banyak yang melakukan komunikasi hanya karena anak mereka melakukan sebuah kesalahan atau ketika ada hal yang perlu untuk dibicarakan saja. Cara berkomunikasi juga belum sepenuhnya diperhatikan. Orang tua masih menggunakan bahasa-bahasa yang kemungkinan belum dipahami oleh sang anak seluruhnya.

Komunikasi merupakan langkah awal untuk lebih dekat dengan anak-anak, bukan seberapa sering komunikasi itu dilakukan namun lebih kepada bagaimana komunikasi itu dilakukan, bukan seberapa banyak kata yang dikeluarkan namun lebih kepada apa yang dikatakan itu akan lebih membantu memperbaiki hubungan yang positif, bukan juga berapa banyak waktu yang dihabiskan dengan anak-anak namun juga lebih kepada bagaimana waktu itu digunakan dengan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here