Selamat Mudik, Dari Allahu Akbar hingga Via Valen

0
163

Mudiklah untuk belajar menjadi Indonesia. Cintailah Indonesia sebagaimana kita membela kampung halaman. Maka sebenarnya Indonesia bukan tentang keraguan apakah Garuda Pancasila kamu anggap simbol kemusyrikan tetapi ia penanda bahwa agar kampung halaman Indonesia tetap sebagai rumah aslimu. Mudiklah dengan bahagia karena Indonesia itu juga kampung halaman kita. Kita akan selalu ketemu saudara yang menjadi wadah kisah bahagia. 

Pulang adalah perjalanan yang selalu menggembirakan, begitu kata Prof. Komarudin Hidayat suatu waktu. Walaupun berulang kali kita lakukan, pulang tetap memiliki nilai lebih yang mampu membahagiakan. Mahasiswa tetap bergembira kuliahnya selesai dan pulang ke kosan, meski baru saja diberi tugas yang menumpuk. Pekerja pulang dengan jumawa meski besok tetap harus menyelesaikan deadline. Pulang adalah jeda dari rutinitas.

Bagi muslim Indonesia, mudik merupakan salah satu keduniawian yang tiap prosesnya dilakukan dengan sepenuh hati.

Menjelang lebaran ramai orang-orang mudik. Bagi muslim Indonesia, mudik merupakan salah satu keduniawian yang tiap prosesnya dilakukan dengan sepenuh hati. Hampir tidak ada orang yang mudik dengan perasaan berat hati. Walau harga tiket mahal, walau ketemu mantan (beranak satu) di kampung bisa terjadi atau resiko apapun yang akan ditemui kelak, pulang untuk mudik tetap amboy rasanya.

Kenapa orang bahagia ketika pulang untuk mudik? Pertama, bisa kita kembalikan di kalimat pertama tulisan ini. Kedua, karena tiap kita butuh merawat kenangan tentang asal muasal kita. Saya bisa saja menggunakan dalil agama untuk menjelaskan poin kedua, tetapi seperti kata presiden SBY;

“Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, dan ekonomi,” kata SBY dalam twitnya, Selasa (15/5/2018).

Mari Pulang Menjadi Indonesia

Rasa-rasanya mudik adalah momentum baik untuk saling memaafkan. Harusnya begitu, namun tetap saja selalu ada ruang dijadikan tempat saling senggol hanya karena beda pandangan. Misal masa depan presiden. Ada yang minta klakson 3x, ada yang beri ucapan “Anda berada di tol Jokowi”. Melihat hal ini, saya ingin menjadi SBY berkata; saya perihatin.

Alangkah canggungnya kita, ketika jauh-jauh mudik dan enak-enak makan opor ayam, tetiba mertua keluar menggunakan kaos #2019GantiPresiden saat kita menggunakan kaos “Dia sibuk kerja”. Percayalah opor ayam bisa jadi rasa ayam geprek; pedas.

Sudahlah. Rehatkanlah sejenak hati dan pikiranmu untuk sekat-sekat. Mudik untuk berkumpul dan berbahagia bersama. Barangkali mudik sebagai wadah pengingat asal-muasal agar kita kembali menjadi orang Indonesia yang bersatu, adil dan santun. Alangkah canggungnya kita, ketika jauh-jauh mudik dan enak-enak makan opor ayam, tetiba mertua keluar menggunakan kaos #2019GantiPresiden saat kita menggunakan kaos “Dia sibuk kerja”. Percayalah opor ayam bisa jadi rasa ayam geprek; pedas.

Pendidikan yang Memanusiakan Bukanlah Mitos

Mudik adalah pulang untuk berlebaran bersama sanak keluarga. Saat ditanya apa kabarmu? Jawablah dengan tiga jawaban; Alhamdulillah, luar biasa, Allahuakbar. Begitupula jika ditanya siapa saudaramu? Jawablah ada tiga yaitu saudara sesama muslim (ukhuwah islamiyah), saudara sebangsa-se tanah air (ukhuwah wathaniyah), dan saudara sesama manusia (ukhuwah basyariyah). Namun, jika ditanya siapa artis dangdut idolamu? Jawabannya hanya satu; Via Valen!

Jangan hanya fisik (lahir) yang pulang dan berjabat tangan, tetapi perasaan dan segala prasangka (batin) pun harus pulang sebagai manusia Indonesia yang utuh.

Jika kita merasa bahwa mudik adalah pulang, maka jangan hanya fisik (lahir) yang pulang dan berjabat tangan, tetapi perasaan dan segala prasangka (batin) pun harus pulang sebagai manusia Indonesia yang utuh. Bertuhan, mampu memanusiakan, menjaga persatuan, bijaksana dan mampu bermusyawarah bukan saling lapor, dan bersikap keadilan kepada siapapun.

Penutup, selamat mudik, salam untuk keluarga di kampung halaman. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Mantan sudah ke penghulu, kok kamu lebarannya masih sendirian?. Hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here