Selamat Jalan BJ Habibie, Bapak Demokrasi Indonesia

0
141

Meninggalnya Presiden RI ketiga BJ Habibie meninggalkan banyak kenangan. Banyaknya prestasi yang telah digapai oleh BJ Habibie, dan perannya dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional, merupakan sebuah contoh panutan bagi pemuda/i bangsa Indonesia bahwa setiap orang dapat berkarya dan diakui dunia. Ikon teknologi Indonesia itu telah menutup kisah hidupnya yang  diwarnai dengan tinta emas. Jejak karyanya bisa ditemui di mana-mana. Tersebar ke seluruh bentang benua maritime seluas Eropa ini: di darat, di laut, dan di udara.

Kampusdesa.or.id- Waktu sekolah madrasah Ibtidaiyah kelas 1 saya mengenal BJ. Habibie. Waktu itu Ibu Sa’adah menceritakan biografi BJ. Habibie, 2 jam lamanya dia bercerita dengan ciri khas suaranya yang bikin suasana menjadi kayaknya di bioskop. Bu Sa’adah berakhir cerita tanpa Tanya jawab karena mendekati waktunya sholat dhuhur.

Tiba-tiba Shodiq teman satu bangku mengancungkan jari. Dia meminta waktu semenit untuk berbicara. Walaupun praktiknya lebih dari semenit mengomentari cerita dari Bu Sa’adah.

Dia berbicara dengan suara lantang itu si Shodiq mengatakan, “Walaupun BJ Habibie berpostur kecil, namun di seluruh tubuhnya terdiri dari otak semua. Berbeda dengan saya yang walaupun gempal, tetapi sisinya dengkul semua.” Mendengar seluruh itu teman-teman pun berbahak-bahak.

Walaupun Habibie telah pergi selamanya, spiritnya akan tetap melekat di hati warga indonesia untuk membangun kemandirian teknologi di zaman revolusi industri 4,0 ini.

Di situlah saya Teringat kata-kata BJ. Habibie yang terpapar di buku pelajaran yakni, “Ketika muda, kita habisi dengan bermalas-malasan, maka tua juga akan malas-malasan lalu tak terasa besok mati, namun kalau kita banyak belajar dan banyak analisis maka saat dia tua, dia menang”. Nampak generasi millenial lebih getol mencari tahu dari apapun lewat internet sehingga mereka waktu saat pelajaran di kelas tidak fokus mendengarkan pelajaran yang dijelaskan bapak-ibu guru.

Selain itu, Habibie adalah presiden pertama di era reformasi yang meletakkan dasar demokratis yang menjadi tonggak bagi Indonesia baru. Meski terkait dengan Orde Baru dan orang terdekat Soeharto, Habibie justru tampil menjadi negarawan dan demokrat yang kata sejalan tindakan, Sehingga ibarat buku terbuka yang bersedia menerima kritik publik secara elegan.

Habibie juga presiden sekaligus tokoh bangsa yang dengan pendidikan Jerman-nya yang ahli pesawat terbang membuka lembaran baru Indonesia yang modern dan maju. Beliau sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak dan iptek yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern.

Habibie juga yang mengangkat martabat profesi insinyur setara dengan profesi ekonomi, atau  bahkan dokter. Krisis moneter yang pernah menghantam perbankan pernah manaikkan derajat profesi insinyur di atas para ekonomi.

Tidak banyak  tokoh utama di republik ini yang memiliki karakter dan kualitas lengkap sebagai negarawan sekaligus tokoh kemajuan yang menjadi idola dan role model generasi muda bangsa Indonesia.

Dalam konteks umat Islam, Habibie mengangkat marwah Islam Indonesia yang modern dan berkarakter tanpa kehilangan sikap inklusifnya dalam masyarakat mejemuk.

Beliau peduli pada sumber daya insan yang unggul dan menguasai teknologi, sekaligus menjadi teladan yang kata sejalan tindakan. Para elite dan generasi muslim perlu belajar dari ketokohan Habibie, selaku tokoh besar yang dihormati semua pihak karena integritas dan keteladanannya. Kita kehilangan negarawan besar yang visioner bagi  masa depan Indonesia.

Akhirnya, kita ucapkan selamat jalan Bapak Demokrasi. Semua jasamu akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia.