Ribuan Inspirasi Membanjiri Konvensi Pendidikan Indonesia VI

0
220

KampusDesa, Kediri–Pendidikan merupakan salah satu pilar dalam mengembangkan suatu Negara. Pendidikan pada umumnya, merupakan suatu daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), fikiran, dan tubuh anak, hal ini memiliki pengertian agar selalu memadukan antar kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.

Di era yang semakin berkembang, harapanya pendidikan ikut serta berkembang bisa mewadahi setiap bakat, kecerdasan peserta didik masing-masing. Hal ini memberikan ruh semangat partisipasi dari beberapa para pemerhati pendidikan untuk mengawal generasi Milineal yang selalu berevolusi menjadi yang lebih baik lagi.

OLDWA (Ojo Leren Dadi Wong Apik) merupakan suatu gerakan untuk selalu berjabat tangan dan gotong royong dalam lingkup pendidikan. Gelar wicara Konvensi Pendidikan Indonesia yang selalu di laksanakan oleh OLDWA bersama para antek-anteknya seperti Sekolah Dolan, Sekolah Garasi, Kampus Desa, The Naff A Creative and Fun School, Sekolah MI Modern Sakti Permata Hati Ibu, dan lain sebagainya. Segenap jajaran itu memberikan inspirasi terhadap sahabat-sahabat muda dan para praktisi lainnya agar selalu ikut serta dalam ikhtiar Menumbuhkan Pendidikan yang Mencerahkan.

Sekolah Tanpa PR. Simulasi ketuntasan belajar melalui penguatan kepemimpinan

Pada tahun ini, Konvensi Pendidikan bertepatan pada hari Minggu 01 Juli 2018 yang bertempat di Kediri. Meskipun di hari minggu merupakan hari yang selalu di tunggu untuk berlibur maupun berkumpul dengan keluarga, para praktisi, pemerhati dan pengamat pendidikan tetap membanjiri The Naff, A Creative and Fun School yang terletak di Gg. 7 Mojoroto No.9 Kediri guna ikut serta dalam Konvensi Pendidikan Indonesia VI di Kediri.

Kegiatan ini terbungkus sederhana, namun sangat professional yang dibanjiri oleh para narasumber pastinya nyentrik luar biasa. Pembukaan diawali sambutan oleh Mr. Nafik Palil founder The Naff A Creative and Fun School selaku tuan rumah. Di sela-sela sambutan, beliau memberikan ice breaking agar seluruh peserta dalam gelombang frekuensi yang sama, dan memaparkan beberapa SOP (Standar Operasional Prosedure) dengan contoh yang sederhana yaitu SOP ketika hendak memulai makan, dan ternyata hal itu sangat luar biasa, bisa diaplikasikan di ranah kegiatan yang lainnya, meninggalkan bekas karakter sampai usai acara.

Selanjutnya sambutan oleh Prof. Kentar Budhojo selaku salah satu Founder OLDWA dan Founder Sekolah Garasi Turen Malang, yang selalu menginspirasi para sahabat muda untuk selalu berevolusi dalam perubahan. Selanjutnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol dimulainya gelar wicara pada pagi ini.

Community based education. Peserta memresentasikan hasil mindmapping rumusan pengembangan sekolah berbasis komunitas

Para peserta terlihat antusias sekali dalam mengikuti acara dari awal sampai selesai, meskipun acara ini padat merayap sampai sore hari, mereka tidak merasa lelah dengan suntikan inspirasi ilmu yang di mulai pukul 08.15 sampai 12.30 bertema “Pendidikan yang Mencerahkan, Keluar Dari Paradog Belenggu Pendidikan” oleh Prof. Kentar Budhojo, Dr. Najmah Katsir, Mr. Nafik Palil, Sri Saktiani, dan Bapak Lukman Hakim dengan fasilitator Dr. Moh. Mahpur. Selanjutnya para peserta menikmati jamuan makan siang, sholat dhuhur sekaligus menikmati pameran pendidikan.

Waktu menunjukkan pukul 13.30, acara segera dimulai kembali, tentunya dengan gelombang yang lebih seru lagi. Di awali oleh ice breaking oleh kak Rubi dan dilanjutkan diskusi panel tanya jawab secara keseluruhan, hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi peminatan yang akan di pelajari lebih mendalam oleh peserta konvensi sebelum memasuki kelas-kelas berbagi inspirasi bersama pakar ahli masing-masing.Setelah usai diskusi panel, dibentuklah kelompok kelas Forum Group Discussion sesuai dengan minat peserta.

Konvensi pendidikan Indonesia VI di Kediri, memberikan beragam oleh-oleh nuansa ilmu baru dari hasil FGD diantaranya; Pertama, Lingkup Pendidikan Karakter dan Kreatif dengan fasilitator Lukman hakim. Kedua; pendidikan inklusif dengan fasilitator Prof. Kentar Budhojo dan Bu Rachmi Aida. Ketiga; pendidikan untuk semua dan pemberdayaan Komunitas dengan fasilitator kak Rubi dan Dr. Sakbhan Rosidi. Keempat; Membangun Manajemen dan Mutu Kelembagaan Pendidikan dengan Fasilitator Dr. Najmah Katsir dan Mr. Nafik Palil. Sebelum menuju pada sesi group discussion Mr. Nafik seperti biasa menyuntikkan beberapa ice breaking agar peserta tetap dalam zona nyamannya.

Di akhir Group Discussion, masing-masing forum menunjuk salah satu dari anggota mereka utuk memaparkan hasil yang sudah diulas dengan fasilitator masing-masing di depan semua semua peserta. Kegiatan ini memberikan harapan, semua materi meskipun sangat singkat dan padat pada satu hari itu bisa di pahami oleh seluruh peserta Konvensi pendidikan Indonesia.

Dengan demikian, semoga dari Konvensi ini, membawakan beragam perubahan dan pembenahan yang lebih kreatif, inovatif yang bisa memanusiakan seluruh peserta didiknya. Selain itu hasil dari konvensi ini bisa menjadi pijakan kebijakan pendidikan di Nusantara khususnya di Jawa Timur Tutur Isa Anshor selaku Dewan pendidikan Jawa Timur (YW).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here