Puasa dan Pengembangan Diri (2)

0
44
Sumber: www.pexels.com

0Shares
0

Puasa Ramadan jika kita renungkan mampu menjadi sarana pengembangan diri yang efektif. Tuntutan untuk menahan dan mengendalikan diri kita butuhkan sebagai sarana melatih dan menumbuhkebangkan berbagai daya yang dianugerahkan Allah SWT.

Kampusdesa.or.id-Dalam setahun kita biasanya akan melewati tiga buah momentum spritual. Ketiga momentum spritual itu adalah training di bulan Ramadan selama 30 hari kedepan penuh. Mari kita kembali kepada fitrah kita. Rasulullah bersabda:

“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, bersih dari segala dosa.” Jadi yang dimaksud dengan back to basic adalah back to fitrah, kembali kepada fitrah kita sebagai manusia pada saat dilahirkan.

“Nabi Muhammad Saw memberikan gambaran bahwa orang yang berhasil dalam training di bulan Ramadhan tidak bisa diukur pada saat bulan Ramadannya, tapi lihat pada saat on the job training.”

Nabi Muhammad Saw memberikan gambaran bahwa orang yang berhasil dalam training di bulan Ramadhan tidak bisa diukur pada saat bulan Ramadannya, tapi lihat pada saat on the job training. Dalam kesempatan ini penulis mencoba menyampaikan empat poin yang sangat urgen sekali dalam menghadapi masa-masa training Ramadan yang sebentar lagi akan kita laksanakan yang penulis sebut dengan istilah PASH.

Baca Juga: Mengalahkan Setan dengan Iman

Pertama, P. Singkatan dari parsistence, yaitu tahan banting, tahan uji, tidak pernah menyerah, dan tidak mudah putus asa. Tadi malam saya kedatangan salah satu puteri seorang tokoh agama di Prajekan sharing tentang masa depan pesantrennya,

“Ust, saya sudah merasa tidak kuat, pasalnya dalam 15 hari saya mengalami tragedi besar, pertama suami saya meninggal, dapat empat hari, bapak saya meninggal dan hari ketujuh ibu kandung saya meninggal.” kisahnya sambil menangis sedih meratapi masa depan pesantrennya. “Ibu, Tuhan tidak akan pernah memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya, bersyukurlah ibu sudah dipercaya Tuhan untuk menerima beban ini, berarti ibu orang KUAT dan HEBAT.” jawab penulis sambil memberikan semangat hidup.

Baca Juga: Ramadhan di Pesantren dan Implementasinya di Masa Kini

Kedua, A nya singkatan dari anticipative. Orang yang tidak mempunyai sifat anticipative biasanya mengelola hidupnya berdasarkan sebuah kejadian. Dia menunggu kejadian baru bertindak. Seperti halnya yang dialami Negara Italia, masyarakatnya banyak menjadi korban Covid-19 karena abai terhadap virus Corona, pemerintahnya bertindak saat wabah tersebut sudah menjalar ke seluruh negaranya. Semoga Indonesia banyak mengambil ibrah dari kejadian di Italia.

Ketiga, S nya singkatan dari Set Sincerity artinya ketulusan. Untuk menggapai ibadah puasa yang sukses dimata manusia dan Tuhan keyword-nya adalah ketulusan. Do it and forget it, kerjakan dan lupakan.

Keempat, H nya singkatan dari honesty artinya adalah kejujuran. Dalam training Ramadan ini semoga kita bisa jujur kepada diri kita, keluarga, orang lain lebih-lebih jujur kepada Tuhan. Alhamdulillah, pemerintah sudah memberikan kebijakan berupa pemberian bantuan daerah terdampak Covid-19, semoga training Ramadan yang akan datang ini, pemengang kebijakan dan regulasi distributor bantuan jujur dalam mengemban amanahnya.

Semoga kita semua tergolong orang yang berhasil dalam menjalani training Ramadan. Semoga puasa yang kita jalankan, bisa menjadi saarana peningkatan kualitas diri kita. Aamiin.