Psikologi Tawakal di Tengah Pandemi

0
135

0Shares
0

Tawakal merupakan skap yang tepat dikedepankan saat situasi krisis seperti sekarang ini. Melalui tawakal, kita dapat memperkuat imunitas jiwa kita karena kita meyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu dalam hidup ini merupakan milik Allah SWT. Dengan tawakal, kita bisa tetap tenang menghadapi pandemi ini.

Kampusdesa.or.id-Kompas TV mengadakan program tausiah jelang sahur yang dihadiri oleh sekjen PBNU Jakarta mengetengahkan sebuah tema “Tawakkal ditengah Pandemi Covid-19. Program tersebut disiarkan secara langsung (live) tadi (01/05) waktu dini hari.

Penulis ngin mencoba melakukan pendekatan melalui perspektif ilmu Psikologi terhadap istilah Tawakkal. Mendefinisikan psikologi bukan merupakan hal yang mudah, karena cakupannya sangat luas sekali serta perbedaan pemikiran atau filosofi mendasar dari para ahli psikologi.

Baca Juga: Ramadhan di Rumah Aja: Jaga Iman dan Imun!

Kata psikologi muncul sekitar abad 16 yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “psyche” yang berarti jiwa dan “Logos” yang berarti ilmu. Jika diartikan secara etemologi, psikologi adalah ilmu jiwa yang mempelajari gejala kejiwaan.

Tawakkal secara etimologi diambil dari bahasa Arab “wakkala” yang berarti lemah. Sementara secara terminologi tawakal adalah sikap yang bersandar dan menyerahkan diri segala urusan yang telah diusahakan secara totalitas hanya kepada Allah SWT untuk mendapatkan kemaslahatan (kebaikan) serta mencegah kemudaratan baik itu menyangkut urusan dunia maupun urusan akhirat.

Ada beragam pendapat di kalangan para ulama, diantaranya: Pertama, Ibnu Rajab al-Hambali mengemukakan, tawakal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Allah SWT dalam memperoleh kemaslahatan dan menolak kemudaratan dunia dan akhirat.

Kedua, Dr. Yusuf al-Qaradhawi berkata, tawakal adalah bagian dari ibadah hati yang paling mendalam, ia merupakan akhlak yang paling agung dari sekian akhlak keimanan lainnya. Tawakkal adalah memohon pertolongan sedangkan penyerahan secara totalitas adalah salah satu bentuk ibadah.

“Tidak sedikit dari kita merasa resah, risau, dan ketakutan berlebihan karena implikasi dari informasi yang tersebar di media sosial. Akibatnya, antibody kita menurun dan rentan terjangkit virus Corona.”

Artinya, Psikologi Tawakal merupakan kajian tentang hal kejiwaan, sikap dan tingkah laku manusia dalam penyelesaian suatu urusan kepada Allah SWT. Sikap tawakal dalam menghadapi Pandemi Covid-19 sangat penting sekali. Pasalnya, tidak sedikit dari kita merasa resah, risau, dan ketakutan berlebihan karena implikasi dari informasi yang tersebar di media sosial. Akibatnya, antibody kita menurun dan rentan terjangkit virus Corona.

Baca Juga: Rumahku Gua Hira-ku, Latihan Mindfullnes Di Rumah Saja

Penulis mengapresiasi wacana PBNU untuk mengajak warga Nahdhiyyin khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk merefleksikan sikap tawakal (back to Allah) untuk memperkuat imunitas kekebalan tubuh kita dalam menghadapi virus Corona yang akhir-akhir ini sudah mulai mereda. Tentunya harus melalui regulasi sebelumnya yaitu usaha maksimal berupa diam di rumah, jaga jarak, cuci tangan, dan menjaga kesehatan secara berkala, dilanjutkan kemudian memohon kepada Allah agar kita semua terhindar dari covid-19.