Pentingnya Pemahaman tentang Seksualitas pada Anak Sejak Usia Dini

0
221
Foto diambil dari https://www.wvi.org/gallery

Pendidikan seksual menjadi penting, apalagi di zaman digital. Orang tua dan orang-orang terlibat mendampingi perkembangan anak meniscayakan perlunya memahami berbagai cara dalam membantu pemahaman perkembangan seksual yang positif pada anak dan remaja. Keterbukaan komunikatif orang tua dan anak-anak perihal seksualitas, akan membantu perkembangan anak menjadi lebih matang dan sehat secara seksual


PERJALANAN hidup seseorang tentunya memasuki berbagai tahapan, yakni tahap paling mudah hingga tahap yang paling sulit. Demi menjalani sebuah kehidupan yang diinginkan, tentunya ada banyak usaha yang telah kita lakukan. Banyak hal yang membuat kita merasa gagal karena satu kesalahan terkadang membuat kita memutuskan untuk tetap berada pada titik yang sama. Memang belajar itu perlu salah, namun tidak benar jika kita berputar pada kesalahan yang sama hingga akhir kehidupan. Benar saja, belajar bukan hanya berada pada bangku-bangku sekolah, pengalaman menjadi salah satu guru terbaik agar kita tidak mengulang kembali kesalahan yang sama. Layaknya ketika kita belajar tentang seksualitas, mungkin bagi sebagian orang masih terdengar tidak lazim, namun akankah kita menjadi buta pada pemahaman tentang seksualitas?

Setiap lapisan kehidupan manusia pasti akan merasakan perasaan suka dengan lawan jenis, perasaan mengagumi seseorang atau idola. Ketika sudah dewasa mereka juga akan belajar untuk menentukan pilihan pasangan hidupnya. Pemahaman tentang seksualitas tanpa kita sadari telah kita pelajari dengan informasi-informasi dari orang tua, sekolah, maupun rekan kerja. Seksualitas di sini bukan lantas perihal seks maupun hubungan badan, namun pada perubahan yang terjadi pada tubuh kita sesuai dengan tahap-tahap perkembangan.

Seksualitas bukanlah hal yang saru, akan tetapi penting jika kita mengetahui dan juga memahaminya dengan baik, agar tidak ada tahap-tahap perkembangan tertentu yang terlewati.

Ketika kita memahami tubuh kita dengan baik, maka kita akan berusaha menjaga tubuh kita dengan baik. Tidak hanya merawat tubuh dengan baik, kita juga akan berusaha menjaga dari segala kemungkinan negatif yang akan terjadi, dalam hal apapun. Seksualitas bukanlah hal yang saru, akan tetapi penting jika kita mengetahui dan juga memahaminya dengan baik, agar tidak ada tahap-tahap perkembangan tertentu yang terlewati. Banyaknya persoalan seksualitas masa kini karena anak kurang mendapatkan pengetahuan mengenai seks yang benar.

Orang tua sudah selayaknya menjadi teladan yang baik bagi putra-putrinya. Ada sebuah fakta yang menunjukkan bahwa anak usia SD sudah berani melakukan hubungan intim dengan temannya karena melihat orang tuanya melakukan hal tersebut. Tentunya hal tersebut sangatlah tidak baik untuk diketahui anak. Selain itu anak melakukan hal tersebut karena penasaran bagaimana rasanya yang sebenarnya, namun sejatinya mereka tidak memahami dengan baik apa dan bagaimana konsekuensi dari perbuatan tersebut. Ketika anak kita bertanya tentang berbagai hal tentang seksualitas, yang harus kita lakukan adalah menjawab sesuai dengan ‘porsi’ usianya. Memberikan pemahaman pada anak tentang seksualitas tentunya harus menjadi sebuah perhatian bagi kita sebagai orang tuanya. Cara kita berdiskusi dan menjelaskannya tentunya akan sangat berpengaruh pada pemahamannya, karenanya kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan pemahaman tentang seksualitas pada anak-anak kita.

Sebagai orang tua yang baik, kita tidak perlu menutup telinga ketika anak bertanya dan ingin mengetahui tentang seksualitas. Ketika kita menutup telinga otomatis anak kita akan mencari tahu dengan caranya sendiri yang kadang melupakan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan seksual

Sebagai orang tua yang baik, kita tidak perlu menutup telinga ketika anak bertanya dan ingin mengetahui tentang seksualitas. Ketika kita menutup telinga otomatis anak kita akan mencari tahu dengan caranya sendiri yang kadang melupakan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan seksual. Kita sebagai orang tua tidak perlu malu atau menganggapnya sebagai hal yang tabu, karena pada masanya anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang menjadi remaja serta dewasa. Tentunya hal ini menjadi hal yang sulit untuk dijelaskan, akan tetapi kita harus tetap memberikan pengetahuan yang sesuai untuk anak-anak kita.

Sudut pandang Islam pun juga berkata demikian, Islam tidak melarang untuk memberikan pengetahuan tentang seksualitas pada anak. Memberikan pengetahuan seks melalui toilet training pada anak merupakan awal yang baik. Anak diberi tahu bahwa terdapat bagian-bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain selain orang tua atau yang biasa memandikan ketika anak masih belum bisa melakukannya sendiri. Misalnya adalah, menanamkan rasa malu pada anak ketika telanjang di hadapan orang lain. Maka sebaiknya ketika sesudah mandi harus kita latih untuk menggunakan pakaian. Menanamkan jiwa maskulinism pada anak laki-laki dan jiwa feminism pada anak perempuan.

Kita juga harus mengajarkan sex pada anak melalui sholat, di mana terdapat perbedaan shaf shalat antara laki-laki dan perempuan serta cara menutup auratnya yang berbeda. Memisahkan tempat tidur dengan orangtua serta saudara perempuan atau laki-laki. Berawal dari sini anak akan memiliki kesadaran diri bahwa terdapat eksistensi tersendiri pada perbedaan jenis kelamin jika tidur dalam satu tempat.

Hal lain yang harus kita lakukan adalah mengenalkan jam berkunjung ke kamar orang tua yaitu dini hari, sebelum subuh dan setelah shalat isya’. Dengan demikian, anak-anak kita akan menjadi pribadi yang sopan dan santun

Hal lain yang harus kita lakukan adalah mengenalkan jam berkunjung ke kamar orang tua yaitu dini hari, sebelum subuh dan setelah shalat isya’. Dengan demikian, anak-anak kita akan menjadi pribadi yang sopan dan santun bahwa ada sebuah etika ketika masuk ke kamar orang tua. Selain itu, kita juga perlu mengenalkan mahramnya bahwa tidak semua anak perempuan berhak dinikahi oleh semua laki-laki melainkan hal tersebut sudah diatur pada syariat islam. Yang terakhir adalah menjaga pandangan dari segala hal yang tidak diperbolehkan untuk anak seperti gambar maupun video yang mempunyai unsur pornografi. Pemahaman pada anak bahwa untuk tidak melakukan khalwat, maksudnya adalah jika terdapat seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya berada di suatu tempat, dalam artian berdua di tempat yang sepi dan tersembunyi.

Memberikan pemahaman tentang seksualitas menjadi hal yang sangat penting untuk anak-anak kita. Belajar sadar untuk memberikan pengetahuan tersebut pada anak, tentunya akan membuat anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sudah siap secara mental dalam menghadapi kehidupan yang lebih sulit. Kesadaran diri pada anak yang juga dipengaruhi oleh cara orang tua dalam mendidik. Karenanya, sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita, baik tentang sebuah pemahaman hal yang paling sederhana maupun tentang pengalaman-pengalaman tentang kehidupan (Editor : Faatihatul Ghaybiyyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here