Pengapesan, Waspada Saat Di Atas Angin Kekuatan

0
119
https://www.google.co.id/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiN_OXgxqXbAhWMsI8KHYavAzMQjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fwww.tembi.net%2F2017%2F07%2F21%2Farjuna-wiwaha-buah-dari-ketekunan-dan-tahan-uji%2F&authuser=1&psig=AOvVaw3joBb3E6cw5drAd86XzKJZ&ust=1527498708718864

Selalu saja ada kelemahan pada setiap orang. Kelemahan yang tersembunyi akan menjebak pada kekalahan atau kegagalan, bahkan kematian. Saat berada di puncak, sudahkah kita selalu ingat bahwa setiap manusia selalu ada celah pengapesan (titik lemah setiap manusia) ?


Seperti dua sisi mata uang, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kita mesti menyadari bahwa tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang sempurna. Menyadari kelemahan itu hal yang penting, agar tidak menjadi kesombongan dalam diri, juga penting menyadari kelebihan diri, agar kita tidak rendah diri dan mudah mengeluh namun justru mampu mengembangkan kelebihan yang kita punya.

Kelemahan kita adalah pengapesan kita, jadi kita mesti mampu menyikapi, mengantisipasi, menjaga diri agar pengapesan kita tidak diketahui orang lain, yang berpotensi merusak, menghancurkan bahkan mungkin bisa membunuh kita selamanya.

Jadi teringat kisah manusia super yang kalah karena musuhnya mengetahui pengapesannya, seperti Samson yang memiliki pengapesan pada rambutnya, singkat cerita Samson hilang kekuatannya karena kekasihnya Delia mencukur rambut Samson saat dia tertidur lelap dan mengikatnya. Ada juga kisah Superman si manusia super yang bisa terbang dan sangat kuat namun tubuhnya lemah dan kesakitan begitu dekat dengan batu kripton. Kisah Si Pitung yang mati ditembak peluru emas oleh Kompeni Belanda.

Kisah Barsisoh, seorang yang ahli ibadah yang memiliki santri 60 ribu yang tergoda iblis untuk melakukan dosa minum khamr yang justru menjadi awal dan pemantik Barsisoh melakukan dosa-dosa besar lainnya dan pada akhirnya mati dalam keadaan su’ul khotimah, naudzubillahimindzalik.

Kisah Juraij, seorang ahli ibadah yang ketika shalat lebih memilih meneruskan shalatnya daripada memenuhi panggilan ibunya, hingga mengecewakan ibunya dan ibunya pun mendoakan kejelekan pada Juraij. Kisah Alqomah pun hampir sama, ia didoakan jelek oleh ibunya karena ketika ibunya minta makanan, Alqomah tidah memberi.

Dalam masa kini pun banyak cerita yang menceritakan tentang pengapesan seseorang. Ada politisi yang tergoda melakukan korupsi, penegak hukum yang terlibat suap menyuap, artis yang terjerumus narkoba, pejabat yang melakukan penyalahgunaan wewenang, ataupun ustadz yang terjerumus pada perselingkuhan, yang pada akhirnya menjatuhkan mereka sendiri di mata khalayak umum.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Setiap manusia sehebat apapun dia, pasti memiliki kelemahan alias pengapesan.

Dari beberapa kisah yang saya tulis di atas, bisa kita ketahui manusia adalah makhluk yang lemah. Setiap manusia sehebat apapun dia, pasti memiliki kelemahan alias pengapesan. Manusia pun mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak baik yang justru bisa membuatnya hancur dan mati.

Menyikapi hal itu, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri. Apa kelemahan dan pengapesan diri kita? Jika sudah bisa menjawab pertanyaan itu, kita mesti pelan-pelan berusaha memperbaiki dan kalau mampu berusaha menghilangkannya agar tidak berkembang hingga bisa menghancurkan diri kita suatu ketika. Namun jikalau tidak mampu, satu saja yang mesti kita usahakan, jangan sampai orang lain tahu kelemahan dan pengapesan kita.

Tutuplah rapat-rapat kelemahan dan pengapesanmu, jangan sampai orang tahu, biar jalan ceritamu tak berhenti dengan cara yang tidak baik. Ituuu.

Seperti halnya cerita Si Pitung andai tidak ada yang tahu kalau kelemahan dan pengapesannya adalah peluru emas tentu jalan ceritanya akan lain. Tutuplah rapat-rapat kelemahan dan pengapesanmu, jangan sampai orang tahu, biar jalan ceritamu tak berhenti dengan cara yang tidak baik. Ituuu.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here