Waspada Narkoba Remaja, Ortu Wajib Peka

0
240
Sebenarnya, anak-anak seusia SMP saja, mereka sangat rentan terpapar narkoba secara terbuka atau terang-terangan. Di ruang-ruang publik kampong, biasanya mereka mengenal narkoba secara lebih terbuka, utamanya karena pengaruh teman. Bahkan ada yang telah menjadi kebiasaan komunitas. Sebegitu seramkah atau toleransi pada anak-anak secara sub-kultur memberi ruang bagi pertukaran narkoba di sudut-sudut kampong.

NONGKRONG di warung langganan atau di kafe favorit adalah hal yang lumrah bagi anak remaja hingga dewasa, entah itu pelajar sekolah, karyawan dan mahasiswa. Sebab kongkow-kongkow (nongkrong) merupakan suatu trend modernisasi yang digandrungi oleh anak yang tinggal di Kota begitu juga anak yang tinggal di Desa Semi kota. Hal ini merupakan simbol kebebasan bagi mereka karena di dalam kongkow-kongkow mereka bebas membahas apa saja, melakukan apa saja, sama rasa, sama rata dan itu yang kita sebut dengan budaya arek.

Lebih banyak kemudhorotan daripada manfaat yang diperoleh  bagi pelajar SMP atau SMA yang nongkrong di warung, interaksi sosial dan kelompok sosial (nongkrong) yang terbentuk sangat bisa mempengaruhi gaya hidup Remaja. Buruknya, hal itu merupakan celah dalam penyalahgunaan narkoba”.

Pergaulan remaja saat ini sangat dekat hubungannya dengan modernisasi yaitu  kemajuan teknologi, ekonomi dan perkembangan budaya. Karakterisitk remaja yang sedang mencari jati diri sangat mudah terpengaruh oleh iklan suatu produk dan serampangan dalam mengkonsumsinya, termasuk obat obatan. Contohnya adalah rokok, iklan rokok yang sangat persuasif menjadi trend dalam pergaulan remaja sehingga melahirkan anggapan “tidak gaul jika tidak merokok”.

Iklan yang paling massive dan berkesan dalam perilaku nongkrong adalah iklan pengalaman. Sebagian besar isi dari sebuah tongkrongan adalah saling berbagi informasi dan mengiklankan pengalaman masing masing kepada kelompok tersebut. Jika kelompok tersebut tersisipi oleh seseorang yang mempunyai pengalaman buruk, bisa jadi remaja akan penasaran dan mencoba untuk membuktikannya, bayangkan jika iklan pengalaman tersebut adalah narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya?

Kelompok nongkrong memang bersifat sementara namun selalu memilik tujuan yang sama. Ketika sekelompok orang  bertemu untuk melakukan trial dan eror terhadap pelampiasan emosinya dan menyalurkannya lewat penyahgunaan narkoba maka kelompok itu bisa disebut immortal crowded.

Perilaku yang terjadi dalam kelompok nongkrong tidak bisa diprediksi, yang jelas warung atau kafe merupakan tempat umum, di mana tiap kelompok nongkrong yang terbentuk bisa memiliki karakter tertentu, misalnya dari sisi hukum ada yang disebut immortal crowded yaitu kelompok yang keberadannya melanggar hukum. Kelompok nongkrong memang bersifat sementara namun selalu memilik tujuan yang sama. Ketika sekelompok orang  bertemu untuk melakukan trial dan eror terhadap pelampiasan emosinya dan menyalurkannya lewat penyahgunaan narkoba maka kelompok itu bisa disebut immortal crowded.

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa pelajar menggunakan kreatifitasnya untuk mengoplos (mencampur) beberapa jenis obat atau minuman (yang terjual bebas)  dengan dosis yang salah (tidak sesuai dengan resep dokter) untuk diminum bersama kelompoknya,  efek dari oplosan obat obatan tersebut adalah gejala stimulan  dan depresan ,inilah yang disebut dengan penyalahgunaan obat obatan terlarang

Sikap orangtua yang membolehkan putra putrinya berinteraksi sosial dalam bentuk nongkrong tidak sepenuhnya tepat, apalagi jauh dari pengawasan orangtua.

Sikap orangtua yang membolehkan putra putrinya berinteraksi sosial dalam bentuk nongkrong tidak sepenuhnya tepat, apalagi jauh dari pengawasan orangtua. Maka, tidak ada kebebasan mutlak bagi remaja, karena mereka memiliki kemampuan untuk berbohong yang rasional dan menutupi pengalamannya dari orang tua. Setidaknya orang tua harus mengenali siapa teman dekat anak dan perkumpulan apa yang disukai anak. Jika perkumpulan tersebut dirasa memiliki dampak negatif tentu dengan tegas kita harus berkata ‘tidak’ pada remaja. 

Editor : Faatihatul Ghaybiyyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here