Pencapaian Sukses Setiap Manusia, Bisakah Diubah

0
289
Sumber gambar : https://iwantleverage.com/leverage-service-experience/

Ada situasi yang berbeda pada setiap manusia. Begitu juga situasi terkait dengan pencapaian sukses seseorang. Perbedaan tersebut memberikan satu gambaran perlunya memahami usaha dari setiap pencapaian, bahkan mungkin takdir. Atau, mungkinkah kita mengubah takdir ketika perbedaan pencapaian menjadikan kita sadar untuk menuju tingkat yang lebih baik ?


Hari Minggu pagi, tanggal 6 Mei 2018, saya bersama keluarga menghadiri pertemuan keluarga besar saya yang merupakan acara rutin setiap tahun diadakan secara bergiliran dan bergantian di rumah masing-masing keluarga yang bersedia dan telah ditetapkan untuk ditempati pertemuan.

Sebagai seorang pengamat yang suka mengamati manusia, saya pun melakukan observasi setiap keluarga yang saya temui, yang saya jarang sekali bertemu. Akhirnya saya menemukan sesuatu hal yang unik, yaitu tentang pencapaian setiap manusia. Setiap individu keluarga saya mempunyai karakteristik dan pencapaian dalam kehidupan yang berbeda-beda.

Buku Baru ; Manakib Ulama Nusantara

Dari segi karakteristik, ada yang berkarakter pendiam, suka bicara, suka bercanda, pemalu, percaya diri dan lain-lain. Sedangkan dari segi pencapaian juga berbeda-beda, ada yang masih muda sudah punya rumah, sudah berumah tangga, punya anak, punya gelar, pekerjaan tetap yang layak dan sudah mapan, namun juga ada saudara saya yang berkebalikan dari itu, ada yang belum menikah, belum punya rumah, tidak punya gelar, belum berkeluarga dan belum mempunyai pekerjaan tetap.

Kita pun mesti sadar bahwa passion, tujuan dan mimpi setiap individu berbeda-beda alias tidak sama antar satu individu dengan individu yang lain.

Hal ini membuat saya menganalisis, berpikir dan tersadar, bahwa pencapaian setiap individu manusia itu berbeda-beda. Banyak faktor yang melatarbelakangi dan menjadi penyebabnya. Ada faktor pendukung dan ada faktor penghambat, ada juga faktor internal dan faktor eksternal. Kita pun mesti sadar bahwa passion, tujuan dan mimpi setiap individu berbeda-beda alias tidak sama antar satu individu dengan individu yang lain.

Kita tidak perlu merasa kalah dan minder dengan pencapaian orang lain dalam bidang tertentu. Sebaliknya, kita juga tidak boleh merasa menang dan sombong jikalau kita telah mendapatkan pencapaian yang lebih dalam bidang tertentu daripada orang lain.

Jadi, kita tidak perlu merasa kalah dan minder dengan pencapaian orang lain dalam bidang tertentu, misalnya dalam hal yang kongkrit seperti; kekayaan (rumah, kendaraan, perhasan, dan lain-lain), menemukan jodoh, mendapatkan pekerjaan, memiliki jabatan, mempunyai anak dan banyak hal lainnya atau dalam hal yang tidak kongkrit seperti; kecerdasan, keterampilan, kepercayaan diri, kepandaian dan lain-lain. Sebaliknya, kita juga tidak boleh merasa menang dan sombong jikalau kita telah mendapatkan pencapaian yang lebih dalam bidang tertentu daripada orang lain.

Setiap individu manusia adalah unik, di sisi lain mungkin ia ‘kalah’ dalam hal pencapaian dengan individu yang lain, namun di sisi lainnya mungkin juga ia ‘menang’ dalam hal tertentu.

Setiap individu manusia adalah unik, di sisi lain mungkin ia ‘kalah’ dalam hal pencapaian dengan individu yang lain, namun di sisi lainnya mungkin juga ia ‘menang’ dalam hal tertentu. Tidak perlu memiliki sifat yang negatif terhadap apapun kondisi pencapaian kita, misalnya dengan berkecil hati, sombong, merendahkan, malu, sombong, tidak percaya diri dan lain-lainnya.

Kita mesti membangun konsep di dalam diri kita masing-masing, bahwa kalau orang lain bisa kenapa saya tidak? Selain itu juga dengan terus memperbaiki kualitas diri dengan belajar dan berlatih, membangun dan menemukan passion yang tepat dan berusaha lebih keras dalam mewujudkan harapan, demi masa depan yang lebih baik dengan diiringi doa tentunya, karena hanya dengan doa, takdir bisa berubah. Wallahua’lam.

Merjosari, 7 Mei 2018

SHARE
Previous articleTernyata ada hubungan antara Puasa dengan Ujian Nasional
Next articleBahaya Psikologis Bagi Anak Korban Sexual Harassment
Abd Azis Tata Pangarsa. Lahir di Malang, 28 Januari 1984. Dosen STAIMA Al Hikam Malang, Guru MI Miftahul Abror Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascarjana S-3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Sekretaris PCNU LP Ma’arif Kab. Malang. Penulis buku; Guru Juga Manusia: Catatan Harian Seorang Pendidik dan Penyunting buku: Merawat Nusantara, Menumbuhkan Kembali Spirit Persatuan dalam Kebhinekaan. Kontributor artikel di beberapa buku. Menjuarai berbagai even lomba guru berprestasi tingkat Provinsi dan Nasional. Dapat dihubungi di Jl. Joyo Raharjo I/ 235 K Merjosari Kota Malang. HP dan WA: 082331783484. Facebook:Azis Tatapangarsa, IG:Azis Tatapangarsa, Email:tatapangarsa@yahoo.co.id.