PBNU ala Pesantren Rakyat sebagai Pengingat Masyarakat

0
119

KampusDesa News_Pertemuan Nasional yang diadakan oleh Pesantren Rakyat yang ke III ini berbeda dengan pertemuan nasional akhir tahun lalu yang diselenggarakan di rumah singgah gedung pasca sarjana UIN Malang. Seperti pada pertemuan nasional sebelumnya acara ini dihadiri oleh para pengasuh pesantren rakyat di Indonesia namun kali ini (8/9) pertemuan nasional dihadiri oleh Kasubdit P3M Diktis Kemenag RI, Dr. Muhammad Zain, M. Ag yang menjadikan apresiasi tertinggi juga bagi Kang Dullah sebagai penggagas Pesantren Rakyat.

Diawali dengan sapaan hangat dan menyanyikan lantunan lirik lagu PBNU ala pesantren rakyat cara Kang Dullah sapa para tamu undangan yang menghadiri acara Pertemuan Nasional III Pesantren Rakyat tersebut. PBNU yang dimaksudkan oleh penggagas Pesantren Rakyat ini bukan terfokuskan pada salah satu ormas Islam di Indonesia. Akan tetapi, PBNU yang dimaksudkan Kang Dullah adalah “Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI harga mati dan Undang-Undang Dasar 1945” istilah singkat tersebut merupakan empat pilar kebangsaan yang memiliki satu tujuan yaitu untuk kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.

“Pancasila dasar negara, pancasila luar biasa. Siapa saja mengganggunya, pasti dia akan binasa. Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan suku bangsa. Untuk itu harus kita jaga karena itu semboyan negara. NKRI harga mati, NKRI sudah diganti. Siapa saja yang mengkhianati, pasti dia akan mati. NKRI harga mati, NKRI sudah teruji 65 sudah di basmi, la kok sekarang muncul HTI. UUD 45 sumber hukum kita semua pancasila di dalamnya, ketuhanan Yang Maha Esa” lirik lagu penyemangat yang dilantunkan oleh Kang Dullah pada awal sambutannya sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah dan masyarakatnya tidak harus berpangku tangan pada pemerintah.

Dalam sambungan sambutan yang disampaikan Kang Dullah, tokoh unik itu menuturkan “Apabila diseluruh Kabupaten di Indonesia ini berdiri Pesantren Rakyat di tengah-tengah masyarakatnya, maka saya yakin rakyat Indonesia tidak lagi bertanya kapan turunnya bantuan dari pemerintah lagi, itu semua karena masyarakat yang berada di lingkungan Pesantren Rakyat sudah mampu mandiri dan mewujudkan desa berdikari”. Dari ungkapan itu Kang Dullah menegaskan bahwa negara dan pemerintah memiliki keterbatasan dana dan tenaga, maka dari situ Pesantren rakyat yang telah memiliki panca rukun lah yang akan membantu permasalahan bangsa Indonesia.

Disisi lain, Dr. Muhammad Zain, M. Ag menguatkan akan peran pentingnya Pesantren Rakyat ini terhadap kekuatan bangsa dalam aspek pendidikan. Beliau menuturkan bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Pesantren rakyat inilah yang menjadi tempat menempuh pendidikan yang berbeda dengan instansi pendidikan yang lainnya. Kurikulum ala rakyat yang menjadikan pendidikan di Pesantren Rakyat dengan mudahnya diterima oleh masyarakat dan juga tidak memiliki batas usia bagi siapapun yang ingin menimba ilmu serta dengan sistem 24 jam belajar yang benar-benar menjadikan Pesantren Rakyat penguat terlahirnya generasi bangs yang bermartabat dan berilmu tinggi.

Begitu juga dengan ungkapan Ibu Kapolsek Sumberpucung mengaku dengan gamblangnya mengucapkan terima kasih atas adanya Pesantren Rakyat yang sangat membantu kerja polisi sebagai pihak yang membantu keamanan bagi masyarakat. Dalam hal ini, pesantren rakyat yang dulunya merupakan lingkungan orang-orang yang bermoral kurang baik seperti perampok, judi, narkoba, bahkan prostitusi ini  dirubah menjadi wadah positif bagi masyarakat bahkan Pesantren Rakyat membuktikan bahwa wilayah Sumberpucung pada khususnya akan menjadi wilayah yang bernuansa positif dan menjadikan Indonesia yang lebih baik. (YMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here