Murid “Hiperaktif,” Guru Sensitif

0
123

Perubahan dalam era teknologi informasi selayaknya diikuti oleh daya tangkap terhadap inovasi pendidikan. Saat guru terbiasa mengajar dan murid mendengar guru menyampaikan pengetahuan, murid mencatat dan mengulangnya menjadi ilmu pengetahuan. Saat murid bisa berselancar di dunia maya dan memunyai sudut pandang yang lebih lengkap dari pengetahuan guru, bahkan boleh jadi berbeda, apa guru tetap menyukai zona nyamannya ?

SEMAKIN menyeruaknya dunia maya, era digital, maka kebutuhan orang terhadap alat komunikasi berbayar, seperti gawai, dan sejenisnya membuat semua orang ingin memiliki mengoperasikan alat alat komunikasi tersebut.

Tak pelak anak anak pun yang masih muda belia, usia sekolah bahkan yang belum sekolah pun kena virus dunia maya.

Sekolah atau madrasah sebagai tempat formal mencari ilmu bagi mereka sekarang sudah tidak ubahnya sebagai tontonan kedua yang didapati anak-anak. Betapa tidak, anak yang memiliki kemampuan kreatif di pelajaran yang disampaikan guru, ternyata dia sudah terlebih dulu mendapatkan materi di rumah, entah itu lewat televisi majalah, koran dan internet.

Kemudahan mendapatkan akses internet akhir-akhir ini berimbas sangat besar bagi keberlangsungan pendidikan anak. Akhlak anak kadang melebihi ukuran dari porsi usianya sehingga implikasinya guru harus “melek” internet.

Guru mengajar harus lebih lihai dan lebih siap terhadap apa yang akan diajarkan kepada anak didik. Guru belajar lebih mendalam daripada profesi guru di jaman dulu.

Guru jaman now jangan tersinggung bila pengetahuan anak lebih karena media pembelajaran yang didapati anak dengan yang dipelajari guru kerapkali minim variasi (pengayaan).

Anak sudah pandai menilai dan membedakan. Bahkan kadang anak mengomentari gurunya bahwa ilmu yang disampaikan tidak sesuai dengan yang didapat dari media lain.

Untuk itu marilah sebagai guru tidak henti-hentinya belajar dan belajar. Belajar sepanjang hayat sesuai hadits Rasulullah harus kita jalani sebagai profesi yang amat mulia ini.

Luangkanlah waktu untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari manapun sumbernya.

Salam semangat untuk semua guru, terutama guru madrasah kabupaten Mojokerto.

Saikhul Adenan

Guru MIN 2 Mojokerto dan Salah Satu Anggota Gerakan Guru Menulis di Mojokerto. Tulisan ini merupakan bagian dari latihan menulis di program Gerakan Guru Menulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here