Menyalakan Lilin Literasi di Kecamatan Kepohbaru

Kampusdesa akhirnya menemukan mitra baru di Bojonegoro. Kita Belajar Menulis (KBM) merupakan kelompok baru yang mendorong tumbuhnya generasi kritis. Generasi kritis akan wujudkan perubahan dan kemajuan

0
186

Berbekal tekat dan semangat serta komitmen membangun budaya menulis di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 17 Oktober 2017 terbentuklah sebuah komunitas literasi yang bernama KBM (Kita Belajar Menulis). Inisiator dai komunitas ini adalah Slamet Widodo, guru Mata Pelajaran Matematika di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Bojonegoro.

Anggota komunitas ini beragam, mulai dari siswa, guru, karyawan, dosen, bahkan pejabat struktural di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Tujuan utama terbentuknya komunitas ini adalah untuk memfasilitasi bakat-bakat menulis yang belum tergarap dan belum tersalurkan dengan baik karena keterbatasan wadah, media serta masih kurangnya motivasi.

Dalam mengelola komunitas KBM, Slamet Widodo memanfaatkan media sosial yang sering digunakan oleh banyak orang, yaitu dengan membuat group WA (Whatsapp) dan FB (Facebook) agar lebih efektif dan efisien. Setiap hari anggota KBM harus menyetorkan tulisan di grup tersebut. Slamet Widodo tidak membatasi jenis tulisan yang disetorkan, sehingga anggota komunitas ini bebas menyalurkan aspirasinya. Tulisan dibagi menjadi dua, ada tulisan harian (yang disetorkan setiap hari) dan tulisan mingguan yang ditentukan temanya. Jika anggota tidak aktif menyetorkan tulisan sesuai dengan ketentuan, maka anggota tersebut akan dikeluarkan.

Berkat ketekunan, keuletan, dan kerja keras semua anggotanya, komunitas ini sudah beberapa kali diminta untuk menularkan “virus” literasi di berbagai forum. Beberapa di antaranya adalah pada kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU dan IPPNU di Desa Woro dan Desa Mojosari dan pada kegiatan perkemahan Pramuka di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.

“Saya hanya ingin menularkan ilmu-ilmu menulis yang saya peroleh dari group-group WA (whatsapp) dan komunitas-komunitas lain yang saya ikuti. Bahwa sebenarnya menulis itu mudah, semua orang bisa menulis, yang penting ada komitmen dan kesungguhan” ujar Slamet Widodo setelah selesai memberikan suntikan motivasi menulis bagi anggota IPNU dan IPPNU di Desa Woro.

Selain berbagi ilmu menulis, anggota komunitas ini juga dilatih untuk bisa tampil berbicara di depan publik. Menurut Slamet Widodo hal ini perlu dilakukan agar anggota KBM semakin termotivasi dan istiqomah dalam menulis.

“Target kita dalam waktu dekat adalah membuat buku antologi yang berisi kumpulan karya-karya teman-teman anggota KBM. Supaya ada karya-karya dari orang Kepohbaru” tambahnya.

Meskipun baru berjalan tiga bulan, anggota komunitas ini terus bertambah. Jumlah anggotanya sampai dengan saat ini adalah 24 orang yang berasal dari berbagai latar belakang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here