Memoar Pesan Damai dan Cinta Seorang BJ. Habibie

0
128
Prof. BJ. Habibie/Mr. Crack (ref gambar: matarakyatindo.com)

0Shares
0

Selamat jalan BJ. Habibie. Pesan-pesan yang engkau tinggalkan pada anak cucu bangsa Indonesia semoga selalu dapat kami ingat dan teladani. Tenanglah dalam kedamaian di sisi Allah SWT.

Kampusdesa.or.id–Indonesia telah kehilangan seorang tokoh, bapak bangsa, dan juga cendekiawan hebat yang pernah dimiliki negara ini. Beliau adalah Prof. Dr.Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FR.Eng. atau lebih akrab dipanggil BJ. Habibie. Presiden Indonesia ke-3 ini meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta pada pukul 18.05 Rabu (11/10).

Habibie merupakan peletak demokrasi moderen namun dalam kepakarannya sumbangsih terbesar diberikan pada teknologi pesawat terbang dunia lewat karya dan penemuannya. Salah satunya crack progression theory alias Teori Habibie. Teori ini memberi kontribusi besar di dunia penerbangan. Sehingga di dunia internasional, BJ. Habibie dikenal dengan julukan Mr. Crack.

Sepeninggal beliau, saya ingin mencoba menuliskan pesan-pesan sebagai memoar semasa beliau masih hidup. Pesan-pesan yang saya pilih adalah pesan damai dan pesan cinta. Karena keduanya saling berdekatan. Ketika ada kedamaian di situ pasti ada cinta dan begitu pula sebaliknya.

Pesan Damai

Selain jenius, Bacharuddin Jusuf Habibie benar-benar seorang negarawan. Bagaimana tidak, di saat kondisi beliau sedang sakit pun masih mengingat bangsa Indonesia. Ada beberapa pesan damai yang beliau sampaikan kepada para pendidik di Indonesia.

Saya membaca sebuah cerita dari salah seorang pakar pendidikan Arief Rachman di portal berita CNN Indonesia (11/9), yang menyebut bahwa mendiang BJ. Habibie sempat menitipkan pesan kepadanya sebelum meninggal dunia. Arief menyebut hingga detik-detik terakhir hidupnya, BJ. Habibie tetap peduli dengan pendidikan Indonesia.

Habibie meminta agar tenaga pendidik tak hanya mengajar, tetapi juga mempertahankan Indonesia dengan pendidikan yang baik agar bangsa tak tercerai berai. Tak hanya itu, BJ. Habibie juga berpesan agar tak ada yang melupakan Pancasila sebagai tioggak kehidupan bangsa Indonesia.

Di samping itu BJ. Habibie juga pernah menitipkan pesan damai terkait dengan pilpres 2019 kepada seluruh warga Indonesia. “Saya pesan, siapapun nanti yang dipilih, siapapun, dia adalah pimpinan kita, pilihan rakyat. Yang bersangkutan harus 100 persen pro rakyat. Tidak memihak yang memilihnya. Kalau sudah selesai, kita bergandengan menyukseskan pembangunan dan kita menyusun bersama bagaimana pembangunan,” kata BJ. Habibie dalam tayangan Fokus Pagi Indosiar, Sabtu (20/4).

Di lain kesempatan, semasa hidup Presiden ke-3 RI ini juga meminta semua pihak untuk berada dalam satu gelombang perdamaian yang sama demi mempertahankan keutuhan berbangsa dan tanah air.Tanda kutip png 2 » PNG Image

Dalam hal ini kita sepakat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta stabilitas, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesa tidak ada tawar menawar. Itu kartu mati.

“Dalam hal ini kita sepakat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta stabilitas, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesa tidak ada tawar menawar. Itu kartu mati,” kata BJ. Habibie saat melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Jum’at (24/5).

Pesan Cinta

Yang kedua yakni mengambil pelajaran dan pesan cinta dari kisah cinta B.J. Habibie dan sang istri Hasri Ainun Besari. Kisah keduanya menjadi salah satu kisah cinta abadi yang dikagumi banyak orang. Cinta Habibie pada Ainun jelas dibuktikan sepanjang keduanya hidup bersama. Lebih dari 40 tahun saling mendampingi, hingga kisah cinta keduanya pun kemudian ditulis dalam novel “Habibie & Ainun” (PT. THC Mandiri, 2010) dan diangkat menjadi film layar lebar tahun 2012.

Saya termasuk orang yang nonton flmnya, lalu mengkhatamkan (membaca) versi novelnya. Sungguh sangat inspiratif, banyak pelajaran yang diambil terutama terkait perjuangan, kesetian dan cinta. Apalagi di bagian terakhir saat menceritakan kepergian Hasri Ainun Besari. Saya baru tahu dan dapat merasakan betapa cinta dan terpukulnya hati BJ. Habibie saat kehilangan separuh jiwanya.

Perasaan itu dapat tergambar dalam sajak puisi yang beliau tulis. Berikut sepenggalan bait terakhir dari puisi yang ditulis oleh Eyang Habibie saat ditinggal Bu Ainun meninggal. Puisi ini membuktikkan kedalaman dan ketulusan cintanya kepada Ainun Habibie.

…… Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku. Bacharuddin Jusuf Habibie

Tak hanya itu, putra Presiden RI ke-3 BJ. Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengenang ayahnya sebagai sosok yang penuh cinta. Habibie disebut menjadi teladan bagi keluarga tentang ketulusan cinta.

“Dan yang terakhir dari kacamata kami adalah memberikan contoh mengenai cinta. Cinta itu adalah cinta tentunya suami-istri, cinta kepada sanak saudara, kepada pekerjaan, negara dan bangsa, cinta kepada dunia ini, cinta seluas-luasnya. Itulah Bapak, Pak Habibie. Namanya adalah Habibie, yang mencintai yang dicintai,” kata Ilham –dikutip oleh Detik News (12/9)

Habibie semasa hidupnya punya jadwal rutin mengunjungi makam sang istri setiap hari Jumat. Sekali dalam sepekan, Habibie pasti menengok sang istri dan berdoa di dekatnya. Bunga di makam sang istri pun selalu diperbaharui dua kali dalam sepekan. Tak heran jika selalu ada bunga segar di sana.

Terakhir, saya ingin mengutip satu kalimat cinta dari BJ. Habibie yang sangat terkenal dan menyentuh hati, yaituTanda kutip png 2 » PNG Image

Walaupun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap tersimpan abadi di relung hati.

Kini, BJ. Habibie telah menyusul sang istri tercinta pada Rabu (11/9). Setelah sembilan tahun terpisah, Habibie akan kembali ‘bersua’ dengan sang istri  dalam keabadian. Perjumpaan itu ada yang mengibaratkan seperti pengantin baru. Kisah cinta Habibie dan Ainun tak akan lagi terpisahkan, karena telah abadi di surga.

Selamat jalan BJ. Habibie. Pesan-pesan yang engkau tinggalkan pada anak cucu bangsa Indonesia semoga selalu dapat kami ingat dan teladani. Tenanglah dalam kedamaian di sisi Allah subhannallahu wa ta’ala. []