Memaksimalkan Kekuatan Pesan dalam Pembelajaran (2)

0
363

Jika kau sampaikan pesan itu melalui media, maka dia akan menjadi informatif, menarik, Jika kau sampaikan pesan itu dengan ketulusan hatimu maka dia akan menjadi pesan yang berkekuatan dan mampu meledakkan hati jutaan manusia (Amka)

Aspek yang penting dalam pembelajaran adalah materi atau pesan yang disampaikan seorang guru. Belajar dari media masa, maka kita melihat bagaimana sebuah pesan mampu menggerakkan jutaan manusia untuk bersatu, mampu memecahbelah persatuan dan kesatuan hanya gara-gara satu pesan yang provokatif yaitu pesan yang mampu memberikan penghayatan, pemahaman dan mendorong orang lain untuk merespon melakukan sesuatu. Ada beberapa kategori pesan yang jika dimaksimalkan, maka akan menjadi pesan yang mudah diterima oleh murid di dalam kelas, kategori pesan yang pertama adalah pesan informatif , yang kedua adalah pesan persuatif, yang ketiga adalah pesan reflektif dan yang keempat adalah pesan kunci.

Sebelum membahas keempat pesan tersebut, maka perlu diketahui bahwa dalam proses pengajaran di kelas ada tiga tahap, yaitu tahap pembukaan, kedua adalah tahap penjelasan materi, dan yang ketiga adalah tahap penutup. Ketiga tahapan tersebut harus diperhatikan oleh seorang guru untuk memilih pesan mana yang sesuai dengan tahapan tersebut. Dari penjelasan diatas, maka mari kita pelajari keempat kategori pesan beserta karakteristiknya.

Pesan informatif adalah pesan yang memberikan informasi dan dipahami dengan mudah oleh penerima pesa dalam hal ini adalah murid. Kita sering mengajar di kelas menyampaikan materi tertentu dengan memaksimalkan kemampuan orasi kita akan tetapi murid susah memahaminya, misalnya seorang guru menjelaskan pengertian sholat dengan bahasa yang menarik, tentunya akan mudah dipahami oleh orang yang sudah mengerti sholat akan tetapi bagi para pemula yang belum memahami sholat, akan merasa kesulitan untuk memahaminya. Maka pesan harus disiapkan secara sistematis yaitu dengan meletakan pesan itu dalam sebuah media yang memiliki karakter agar bisa dilihat dan di dengarkan (dalam hal ini adalah media audio visual) oleh murid, agar mereka menerima pesan tersebut secara maksimal, serta media mampu menyederhanakan pesan yang dirasa sulit diterima oleh murid.

Pesan kategori ini biasanya disampaikan pada sesi penjelasan, karena seorang guru harus menajamkan materinya secara informatif kepada muridnya agar mampu menerima pesan atau materi yang disampaikan oleh seorang guru. Kategori pesan informatif akan lebih memiliki kekuatan (power) jika disertai dengan data-data pendukung, sehingga informasinya semakin meyakinkan dan berkesan kepada murid dalam proses pembelajaran tersebut. Seorang guru harus memperhatikan karakteristik pesan pada kategori ini yaitu novelty (sesuatu yang baru), proximity (kedekatan dengan pengalaman murid), popularitas, conflict (memiliki nuansa yang diperdebatkan di masyarakat), pesan yang humor, memiliki nilai keindahan, emosi, nostalgia dan human-interest (yaitu pesan-pesan yang sekarang menjadi tren di masyarakat).

Pesan persuatif, adalah pesan yang sifatnya mengajak bahkan mampu menggerakkan kepada orang lain agar melakukan isi dari pesan yang diinginkan oleh penyampai pesan. Di dalam kelas guru harus memperhatikan menganalisis pesan seperti ini karena harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran itu sendiri, misalnya tujuan pembelajaran adalah siswa mampu mempraktekan prinsip-prinsip hidup bertetangga dengan baik. Maka seorang guru harus memilih pesan yang berkarakter mengajak kepada murid, misalnya “Mari hidup saling toleransi, karena hidup toleransi akan menjadikan masyarakat saling menghormati sesama”, atau “Mari saling membantu sesama manusia, karena bantuan kita akan mampu meringankan beban hidup orang lain” dan lain sebagainya.

Kategori pesan persuatif, akan lebih memiliki kekuatan (power), ketika seorang guru menyampaikan dengan nada dan ekspresi yang provokatif juga. Selain itu juga pesan kategori ini akan lebih powerfull, ketika disertai dengan bahasa motivasi. Pesan kategori ini lebih pas jika disampaikan pada tahap awal pembelajaran, karena isinya memberikan motivasi murid agar senang mempelajari materi (pesan) yang akan disampaikan oleh seorang guru.

Kategori yang ketiga adalah pesan reflektif, pesan reflektif merupakan pesan yang memiliki karakter imajinatif, yaitu pesan yang menuntut murid untuk berpikir dan mengesankan pada realitas yang ada di dalam materi atau pesan yang disampaikan oleh seorang guru. Pesan kategori ini lebih banyak pesan yang bernuansa nilai atau sikap-sikap tertentu yang menjadi tujuan dalam pembelajaran di dalam kelas. Pesan ini biasanya akan memiliki kekuatan ketika disampaikan pada tahapan akhir pelajaran. Bisa juga disampaikan pada tahap penjelasan ketika ada materi atau pesan yang mengarah pada kasus-kasus yang dituntut agar murid merefleksikan kasus tersebut.

Kategori yang keempat adalah pesan kunci. Pesan kunci adalah pesan yang berupa kesimpulan inti dari materi atau pesan yang disampaikan oleh seorang guru. Pesan ini menjadi penting, karena akan menyederhanakan pemahaman yang disampaikan oleh seorang guru, dan biasanya lebih pas ketika disampaikan pada tahap paling akhir pembelajaran yaitu penutup. Seorang guru bisa mengemas pesan kunci ini dengan rumus sederhana bisa dengan huruf atau dengan angka, misalnya di tulisan yang anda baca ini sebenarnya penulis ingin menjelaskan 4 kategori pesan yang terangkum dalam Proforefci yaitu Persuatif, Informatif, Reflektif dan kunci. Pesan ini bisa juga disampaikan pada awal atau penjelasan di dalam kelas tetapi harus disampaikan pada saat yang tepat.

Wallahu a’lam bi al Sawab

Amka, 21 Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here