Memahami Pandangan Dunia Murid

0
710

Ajarilah anakmu nama dan sifat Tuhan, kemudian ukir nama dan sifat Tuhan itu kedalam sanubari mereka. Namun, jangan lupa leburkan nama dan sifat Tuhan kedalam perilaku mereka (Amka).

Murid kita laksana anak-anak kita yang memiliki sarat nilai, pengetahuan dan pengalaman yang menjadikan mereka memutuskan untuk bertindak dan berperilaku. Perilaku mereka kadang ditentukan karena doktrin-doktrin nilai yang ditransfer dari orang tua mereka, atau bisa jadi ditentukan lingkungan atau budaya yang berkembang dari lingkungannya, setiap hari mereka merekam perilaku orang tua, masyarakat kemudian mereka mencoba memahami perilaku itu, lalu dihayati dan pada akhirnya diputuskan dalam suatu tindakan. Tindakan mereka itu sebagai akibat dari perekaman, pemahaman dan penghayatan lingkungan sekitar dan menjadi sistem konsep dan nilai atau saya sebut sebagai pandangan dunia murid.

Sebagai seorang guru yang bijaksana, maka seyogyanya mereka memahami sistem konsep, nilai dan perilaku ini sehingga guru akan menyesuaikan dengan beberapa pendekatan agar bisa memahamkan pesan atau materi yang disampaikan. Kadang seorang guru memberikan studi kasus tertentu dan meminta agar dibahas dan dipecahkan murid, dari studi kasus tersebut seorang guru sudah menyiapkan perangkat penilaian kompetensi yang diharapkan agar bisa memastikan bahkan mengkategorikan murid pada kategori kompetensi tertentu. Seorang guru hendaknya menentukan tujuan pembelajaran terlebih dahulu sebelum memberikan materi atau studi kasus tertentu. Tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran yang ditentukan harus berkaitan dengan perilaku atau kompetensi yang diharapkan.

Dari sudut pandang murid kadang materi menjadi daya tarik mereka karena bisa jadi karena materi yang disampaikan guru terdapat kesamaan dengan pandangan dunia yang mereka anut. Tapi kadang materi menjadi hal yang membosankan bagi mereka, karena banyak aspek misalnya aspek gaya mengajar guru, aspek muatan kompetensi yang berat, aspek waktu penyampaian bertepatan di akhir jam pelajaran dan lain sebagainya.

Murid selalu mengaitkan materi dengan pengalaman mereka, mereka berkeyakinan bahwa materi yang disampaikan oleh seorang guru ada pada kehidupan mereka. Maka ketika seorang guru yang mencoba menyampaikan materi tertentu, namun tidak terjadi pada pengalaman mereka bisa jadi materi itu menjadi materi yang sifatnya informatif saja, dan tidak mampu mempengaruhi mereka. Seorang guru hendaknya pandai memilih materi yang akan disampaikan dan memilih topik yang selalu update, karena pengalaman murid seringkali juga ditentukan dengan informasi terkini dan menjadi perbincangan di kalangan mereka. Murid juga selalu mengaitkan materi dengan kekuatan daya pikir mereka. Mereka berpandangan bahwa materi yang disampaikan oleh seorang guru berkaitan dengan kemampuan mereka. Maka seorang guru hendaknya selalu menanamkan motivasi kepada muridnya bahwa materi ini sangat menyenangkan dan mudah untuk dipahami.

Murid juga seringkali beracuan pada perilaku dan ungkapan gurunya, mereka selalu memberikan argumen tertentu dengan mengacu pada rekaman mereka pada perilaku dan ungkapan gurunya. Hasil rekaman itu kemudian diyakini murid menjadi satu pandangan dunia, ketika pandangan dunia itu berefek pada ketercapaian tujuan murid, maka menjadi pandangan dunia yang positif bagi motivasi belajar murid. Namun ketika pandangan dunia itu berefek pada kegagalan murid dalam mencapai tujuan pembelajarannya, maka akan menjadi pandangan dunia yang negative murid untuk mempelajari lebih dalam terhadap materi yang disampaikan oleh seorang guru.

Keyakinan murid adalah modal yang berharga

Untuk menjaga pandangan dunia murid agar menjadi pandangan dunia yang selalu positif dan bermakna, maka murid hendaknya selalu memiliki keyakinan bahwa materi yang disampaikan guru itu menyenangkan, mudah dipelajari, bermanfaat bagi kehidupan mereka. Murid harus senantiasa melakukan scanning terhadap virus negatif yang masuk kepada keyakinan mereka. Virus negatif itu bisa berupa rasa bosan, malas berfikir, lambat merespon dan selalu menunda pekerjaan, tidak konsentrasi pada materi dan tidak rileks menyelesaikan pekerjaan yang mereka hadapi dan lain sebagainya.

Rasa bosan seringkali menjangkiti murid ketika belajar. Bosan biasanya diawali dengan keyakinan murid bahwa materi yang disampaikan guru sudah pernah disampaikan, atau bisa karena gaya penyampaian materi kurang menarik. Jika sudah melihat gejala seperti ini hendaknya murid sesegera mungkin mengubah keyakinannya bahwa materi yang disampaikan adalah materi yang baru dan menarik, kemudian murid berusaha menggali materi tersebut dari sumber yang lain agar semakin memperkuat perspektif bahwa materi itu adalah bahan lama.

Malas berpikir, merupakan gejala tidak berkembangnya ide dan konsep di dalam pikiran murid. Gejala ini biasa disebabkan perasaan dan keinginan murid tidak dilibatkan ketika proses belajar terjadi. Menghadapi realitas seperti ini hendaknya murid menumbuhkan rasa ingin tahun (curiosity) dengan mengaitkan materi yang disampaikan guru dengan fenomena mutakhir atau fenomena yang unik yang pada saat itu dia mengalami fenomena tersebut. Selalu menunda pekerjaan juga menjadi gejala negatif murid di dalam kelas. Gejala ini biasanya ditandai dengan respon yang lambat ketika diberikan tugas tertentu oleh seorang guru. Seorang murid ketika dalam posisi seperti ini hendaknya memaksakan diri untuk minimal melihat pekerjaan itu kemudian mendiskusikan dengan temannya agar masih terikat dengan tugas itu.

Malas berpikir, merupakan gejala tidak berkembangnya ide dan konsep di dalam pikiran murid. Gejala ini biasa disebabkan perasaan dan keinginan murid tidak dilibatkan ketika proses belajar terjadi.

Penting ditanamkan niat serta membiasakannya ketika mereka mengawali pelajaran. Niat akan menjadi pintu gerbang murid untuk membuka mental blok yang menghambat aktivitas proses belajar. Setelah ditanamkan niat, maka perlunya ditunjukkan dengan usaha yang maksimal kemudian ketika akhir pelajaran perlu ditutup dengan relaksasi pikiran murid, agar mereka sadar bahwa niat dan usaha keras mereka pada ujungnya akan berhasil sesuai dengan kadar kemampuan mereka. Wallahu a’lam bi al Sawab

Amka,
Malang, 25 Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here