Masyarakat Desa Kaum Sadar Alas

0
204

Sadar Alas. Apa yang terbesit dalam fikiran anda ketika mendengar kata itu? Barangkali nampak asing, apalagi dalam pendengaran telinga orang yang hidupnya habis di perkotaan.

Alas, identik dengan makna konotasi dari hutan. Letaknya banyak berada di bawah kawasan pegunungan, dan pasti memiliki banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Kali ini, tim jelajah kampung kembali menelusuri eksotiknya kehidupan orang di perkampungan. Ada kampung yang letaknya berada di kawasan lereng gunung Panderman, kampung Padas tepatnya di Dusun Srebet Barat Desa Pesanggrahan Kota Batu.

Kampung ini, memiliki alas yang banyak akan potensi sumber daya alam, masyarakat setempat menyebutnya Alas Kasinan. Kemudian, mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak. Lazim adanya, jika kemudian keberlangsungan profesi mereka tergantung terhadap kelestarian alas yang dimilikinya.

Konon katanya, kabar dari masyarakat sekitar, Alas yang katanya masuk kawasan pengelolaan Pemerintah Perhutani ini sekarang semakin hari semakin nampak tak terawat. Riuh, rusak dan tak tertata. Kondisi itu, ditaksir dapat berdampak kepada sumber mata air yang ada di Alas Kasinan. Sedikit demi sedikit jumlah debit air mulai berkurang jumlahnya, yang pada akhirnya nanti, tak ada lagi kelestarian di dalamnya.

Sementara itu, dari data penduduk yang ada, hampir keseluruhan masyarakat yang tinggal di sekitaran Alas Kasinan, konsumsi air minum dan kebutuhan MCK mereka bertumpu pada sumber mata air dari Alas Kasinan. Begitu juga para petani dan peternak, mereka tak akan bekerja jika tanpa mata air dari Alas Kasinan. Boleh dikata, jika semakin dibiarkan, ancaman kerusakan alam ini nyata adanya bilamana tak ada kesadaran dari pengelola alas tersebut untuk kembali melestarikan dan menjaganya.

Menanggapi hal itu, ternyata memantik reaksi masyarakat sekitar yang hidupnya di kawasan Alas Kasinan, khususnya para kaum muda. Mereka tak ingin tinggal diam melihat Alas Kasinan yang sudah nampak hilang kelestariannya. Apalagi melihat banyaknya penduduk sekitar yang memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimilikinya.

Kemarin malam (31/07/2017), sekumpulan anak muda di Dusun Srebet mengadakan musyawarah, bertempat dirumah salah satu warga Dusun Srebet Barat.

Dalam musyawarah, sekumpulan anak muda ini sepakat utk mendirikan kelompok sebagai simbol kesatuan mereka merawat dan menjaga alas. Mereka memberi nama kelompok itu ‘Kaum Sadar Alas’.

Dicetuskan dalam musyawarah, tujuan mendirikan kelompok ini adalah pertama, mengajak seluruh masyarakat untuk sadar akan pentingnya alas tetap lestari. Kedua, untuk mengorganisir masyarakat agar turut berperanserta merawat dan melestarikan alas yg dimilikinya, dalam hal ini adalah alas kasinan.

Selanjutnya, Kaum Sadar Alas merencanakan akan mengkonservasikan Alas Kasinan menjadi Wisata Alam berbasis masyarakat desa, yang nantinya wisata tersebut akan dikelola sendiri oleh masyarakat desa. Rencana ini diorientasikan selain nantinya alas akan kembali terlestarikan, juga dapat mengembangkan kreasi dan inovasi masyarakat melalui media Wisata Alam Berbasis Masyarakat Desa.

Selanjutnya juga telah disepakati dalam musyawarah, Kaum Sadar Alas nantinya akan menamakan wisata ini “Kampung Wisata Srebet”.

Kemudian, agar rencana tersebut dapat tercapai dengan baik, Kaum Sadar Alas mengagendakan setiap Hari jum’at (ba’da sholat jumat) dan hari Minggu (dimulai jam 09.00 – selesai) untuk mulai kerjabakti babat Alas Kasinan.

Kaum Sadar Alas menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, baik muda atau tua yg memiliki kepedulian merawat alam agar turut berpartisipasi menyukseskan rencana mulia ini.

Di akhir musyawarah, disampaikan semboyan semangat mereka “Yok, susah di awal bareng-bareng, babat alas bareng-bareng, onok apik e alhamdulillah, mben lek onok ramene pengunjung ben podo ngrasakno enak. Lestari Alame, Sejahtera Masyarakate.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here