Masalah, Semakin Sukses Pertanda Teruji Sebagai Pemecah Masalah

0
71

Semakin sukses seseorang, tentu aneka pengalaman menghadapi masalah semakin kompleks. Pengalaman demikian tentu dihadapi oleh banyak orang. Tetapi ada yang terus menggerutu sehingga terbayang hidupnya penuh dengan masalah. Bagaimana menikmat masalah sebagai karunia dan kemudian dapat menyukurinya melampaui gerutu, mengeluh, dan caciian diri seolah tak pernah terpenuhi harapan kita.

Kampusdesa.or.id–Siapa sih di dalam hidup ini yang tidak pernah menghadapi masalah? Pasti setiap manusia pernah, sedang dan akan terus menghadapi masalah selama ia hidup di dunia. Setiap manusia pun dalam menghadapi masalah tentu berbeda-beda, sesuai dengan kapasitas kemampuannya. Bukankah, kata Allah, ‘Aku tidak akan menguji hambaKu melebihi kemampuannya’?

Perjalanan umur saya yang sudah 36 tahun ini, paling tidak sedikit membuktikan, berbagai masalah telah saya hadapi.

Jikalau saya ditanya, ‘Apakah Pak Azis pernah menghadapi masalah?’ Daripada tanya seperti itu, tanyakan saja umur saya sekarang, karena perjalanan umur saya yang sudah 36 tahun ini, paling tidak sedikit membuktikan, berbagai masalah telah saya hadapi. Bisa juga bertanya tentang gelar saya yang saya raih, itu setidaknya juga dapat membuktikan berbagai masalah yang pernah saya hadapi dan telah saya selesaikan.

Ada lagi pertanyaan, ‘Apakah masalah Pak Azis banyak?’, tidak usah ditanya begitu, tanyakan saja berapa jumlah anak saya. Yaa.., anak saya lima, sebanyak itulah masalah saya, bahkan lebih.

Saya berkeyakinan, setiap masalah pasti ada solusi dan penyelesaiannya. Karena itu, tidak perlu takut dalam menghadapi masalah, jika ia datang. Namun kalau ia tidak datang, juga tidak perlu mencari-cari masalah. Tetapi kebanyakan orang sebaliknya. Ketika ada masalah, bingung dan takut. Ketika tidak ada masalah, malah mencari-cari masalah dengan berbuat sesuatu hal yang menimbulkan masalah.

Karena itu, semestinya kita berhati-hati dalam hidup. Tidak ada ruginya berhati-hati. Ibarat berjalan di pinggir jalan raya, mesti waspada terhadap berbagai kemungkinan terjadi masalah, misalnya terpeleset, tersandung batu, terperosok jalan berlubang, terjatuh, terserempet, tertabrak dan lain sebagainya. Dalam kehidupan nyata pun begitu, jikalau kita tidak hati-hati, bisa saja terjadi hal buruk pada diri kita, yaitu ketika kita ditimpa masalah yang dapat membuat pikiran dan hati kita susah.

Semakin banyak masalah yang kita hadapi, sejatinya itu menunjukkan bahwasanya kita itu manusia yang kuat, karena tidak mungkin manusia yang lemah diberi masalah yang banyak.

Semakin besar masalah yang kita hadapi, itu hakikatnya menunjukkan bahwa level kita memang besar dan mesti diberi tantangan yang besar pula. Juga semakin banyak masalah yang kita hadapi, sejatinya itu menunjukkan bahwasanya kita itu manusia yang kuat, karena tidak mungkin manusia yang lemah diberi masalah yang banyak.

Andaikan saat ini kita sedang dihadapkan pada masalah yang dalam pandangan pikir kita tidak ada jalan keluarnya, entah itu masalah hukum, ekonomi, keluarga, teman, jodoh, pendidikan, anak, orang tua, penyakit, dan lain sebagainya, satu hal yang mesti kita ingat, ‘innallaha ma’asshoobirin’, Allah bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, jangan putus asa. Pasrah dan terus berdoa kepada Tuhan, kalau perlu ditingkatkan ibadah sunnahnya, bisa membaca al-Qur’an, sholat dhuha, tahajud, hajat, witir, puasa dan lain-lain, agar diberi kemudahan dan solusi dari permasalahan yang kita hadapi.

Kita semestinya menyadari, ketika masalah datang. Misalnya kita terkena penyakit yang parah, hakikatnya adalah Allah sengaja menguji atau menghukum kita. Makanan yang lezat, keindahan dunia, kepuasan bercinta, kemewahan, kekayaan, jabatan yang mungkin kita miliki dan nikmati selama ini tak ada gunanya lagi, karena kita tak bisa menikmatinya.

Seharusnya membuat kita sadar, bahwa semua yang ada di dunia ini tidaklah kekal, semuanya akan lepas dan berpisah seiring perjalanan waktu. Agar kita bisa mengambil hikmah dengan masalah yang menimpa kita, menjadi arif, bijaksana dan dewasa dalam menyikapi kehidupan. Insyaallah.

Berita sebelumyaBisnis Gagasan, Tak Harus Kampusnya Bergedung
Berita berikutnyaRefleksi Kenangan Bersama Mr. Vicky
Abd Azis Tata Pangarsa. Lahir di Malang, 28 Januari 1984. Dosen STAIMA Al Hikam Malang, Guru MI Miftahul Abror Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascarjana S-3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Sekretaris PCNU LP Ma’arif Kab. Malang. Penulis buku; Guru Juga Manusia: Catatan Harian Seorang Pendidik dan Penyunting buku: Merawat Nusantara, Menumbuhkan Kembali Spirit Persatuan dalam Kebhinekaan. Kontributor artikel di beberapa buku. Menjuarai berbagai even lomba guru berprestasi tingkat Provinsi dan Nasional. Dapat dihubungi di Jl. Joyo Raharjo I/ 235 K Merjosari Kota Malang. HP dan WA: 082331783484. Facebook:Azis Tatapangarsa, IG:Azis Tatapangarsa, Email:tatapangarsa@yahoo.co.id.