Literasi Desa Mlijon : Menulis Potensi Lokal Desa

0
254

Penggunaan Dana Desa untuk literasi dapat merangsang kecerdasan masyarakat desa. Hal ini sangat positif untuk menambah kekuatan lokal menemukan dimensi otentik masyarakat desa. Perlahan diharapkan akan menjadikan para pemuda lebih mencintai desanya dan bisa mengelola desanya untuk kelangsungan hidupnya secara kreatif.


TRENGGALEK–KAMPUSDESA, KAMIS, 10 Mei 2018, adalah hari libur. Hari ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Mlinjon (Kecamatan Suruh) untuk melanjutkan kegiatan Literasi yang diberi tajuk program “Pelatihan Menulis untuk Remaja” yang sudah dimulai sejak hari Senin (07 Mei 2018) atau tiga hari sebelumnya. Tiga hari telah dilakukan pelatihan dalam bentuk teori, mulai materi tentang dasar-dasar kepenulisan, mulai tulisan fiksi, non-fiksi, dan jurnalistik.

Pembekalan teknik menulis dalam kegiatan literasi Desa Mlijon

Ada tiga mentor dalam pelatihan menulis ini, Nurani Soyomukti, Puji Wirawan, dan Toni Saputra. Ketiganya adalah penulis Trenggalek dan pegiat literasi. Mereka bertiga diharapkan akan memandu para pemuda-pemudi dan remaja Desa Mlinjon hingga bisa menghasilkan karya yang nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku. Sejak Senin hingga Rabu, para peserta diberikan motivasi dan teori kepenulisan, mulai menulis cerpen, puisi, esai, karya jurnalistik, dan bahkan juga diperkenalkan dengan latihan drama.

Sedangkan Kamis-Jumat (10-11 Mei 2018) saatnya untuk praktik menulis. Dalam praktik ini, para peserta telah ditugasi untuk menulis dengan didahului untuk terjun ke “lapangan”. Sebelumnya, 25 peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Tema yang diberikan untuk masing-masing kelompok antara lain: (1) Sejarah Desa Mlinjon, (2) Sejarah dan potensi Dusun Kedung Maron, (3) Keindahan Jurug Gue Dibanding dengan Air Terjun lainnya, (4) Manfaat Jurug Gue bagi Masyarakat Sekitar, (5) Bagaimana Perjalanan Menuju Jurug Gue dari Kota Trenggalek, dan (6) Peran Pemuda dan Pemerintah Desa untuk Pengembangan Wisata Jurug Gue.

Sambal Bledeg Mbak Atik

Para peserta akan melakukan wawancara dan penggalian ide pada sumber-sumber secara langsung. Misalnya, mereka akan mendatangi para sesepuh untuk melakukan wawancara dalam rangka menggali info tentang sejarah Desa Mlinjon. Ada yang menelisik unsur-unsur keindahan alam Air Terjun Jurug Gue, ada apa di sana, dan bagaimana penataan tempat wisata yang ada. Ada yang mewancarai para pedagang di lingkungan tempat wisata Jurug Gue untuk mengetahu sejauh mana usaha mereka berkembang terkait dengan tingkat kunjungan wisatawan di Jurug Gue yang kian meningkat.

Para peserta hunting tulisan di situs-situs desa dan membuat tulisan

Enam kelompok ditugaskan untuk terjun melakukan observasi dan penggalian informasi sesuai dengan judul masing-masing. Sekitar pukul 11.00 mereka bertemu di angkringan dekat tempat parker untuk melakukan evaluasi dan meninjau hasil penggalian data. Sebagian peserta sudah langsung menghasilkan tulisan. Setelah itu masing-masing diberi kesempatan untuk mengembangkan data dan informasinya menjadi bentuk tulisan. Sekitar pukul 12.00 WIB, pertemuan hari keempat ini berakhir. Para peserta diharapkan melanjutkan tulisannya di rumah, untuk kemudian pada hari terakhir kegiatan ini sudah selesai yang kemudian akan diedit oleh editor sebelum buku dicetak dan diterbitkan.

Panitia dari Pemerintahan Desa Mlinjon yang sudah berkordinasi dengan para mentor menargetkan bahwa buku akan sudah dilaunching di Balai Desa pada bulan Puasa bulan depan. Penerbitan karya para pemuda-pemudi Mlinjon ini diharapkan akan menjadi inspirasi bagi pengembangan kegiatan literasi desa yang sudah dimulai dengan ditandai dengan kegiatan Literasi dalam bentuk pelatihan menulis dan penerbitan karya perdana ini.

Tema-tema lokal tersebut dipilih karena workshop menulis ini memang diharapkan akan menghasilkan kemampuan literasi untuk menggali dan mengembangkan potensi-potensi lokal yang ada di desa Mlinjon, satu Desa terluas dan dengan penduduk terbesar di Kecamatan Suruh. Selain itu, kegiatan ini memang diharapkan menjadi sebuah bentuk kegiatan pemberdayaan untuk masyarakat, terutama para kaum mudanya dengan jalan pemberdayaan berbasis literasi. [Nurani]