Kopi dan Gula Tidak Harus Selalu Bersama

Bayu Darma Aji Setya, mahasiswa semester VIII Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Asal Kediri. Peserta Magang Web Content Kampus Desa Indonesia 2019.

0
79

Kopi seringkali menjadi menu minuman yang tidak boleh terlewat setiap harinya, biasa diminum saat pagi hari sebelum berangkat bekerja atau menjadi ajakan untuk berkumpul bersama teman-teman. Selain memiliki cita rasa yang unik dan banyak disukai oleh banyak orang. Kandungan kafein dalam kopi akan tetap terjaga jika tanpa diberi campuran gula. Pada dasarnya memang tidak mudah untuk mengonsumsi sesuatu tanpa adanya rasa manis, karena hal itu sudah menjadi kebiasaan kita bahwa sesuatu yang manis itu adalah sesuatu yang enak dan nikmat.

KampusDesa–Secangkir kopi yang hitam pekat dan cenderung memiliki rasa yang pahit sudah menjadi minuman favorit oleh banyak orang. Kopi seringkali menjadi menu minuman yang tidak boleh terlewat setiap harinya, biasa diminum saat pagi hari sebelum berangkat bekerja atau menjadi ajakan untuk berkumpul bersama teman yang biasa muncul istilah ‘ayo ngopi’. Cukup beragam cara menikmatinya, kopi biasanya dinikmati dengan cara langsung diminum tanpa menambahkan gula ataupun susu karena bagi si peminum tidak ingin merusak cita rasa kopi itu sendiri dan menerima apa adanya. Ada juga yang menambahkan gula ataupun susu karena tidak suka dengan rasa pahit yang merupakan ciri khas rasa dari kopi itu sendiri.

Di balik manfaat dan rasanya yang enak, ternyata kopi lebih baik diminum tanpa gula.

Selain memiliki cita rasa yang unik dan banyak disukai oleh banyak orang. Secangkir kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh si peminumnya, seperti menghilangkan rasa kantuk dan meningkatkan mood karena kandungan kafein yang tinggi, baik untuk kesehatan jantung dan mencegah terjadinya demensia karena kopi memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Tetapi di balik manfaat dan rasanya yang enak, ternyata kopi lebih baik diminum tanpa gula, karena kopi tanpa gula berperan baik dalam mengontrol berat badan. Kopi itu sendiri memiliki kalori yang mendekati nol. Dalam hal ini, cukup baik bagi kamu yang sedang melakukan diet. Tak hanya itu, kopi tanpa gula dapat menangkal radikal bebas yang berdampak buruk bagi kesehatan. Tentunya membantu bagi si penikmat kopi untuk lebih waspada dan memberi energi tambahan pada saat sibuk bekerja atau sedang mengerjakan tugas-tugas harian.

Kopi tanpa campuran gula, membuat kafein akan lebih mudah terserap oleh tubuh.

Kandungan kafein dalam kopi akan tetap terjaga jika tanpa diberi campuran gula. Hasil dari reaksi kafein itu sendiri ialah tidak mudah mengantuk atau lelah, membuat si penikmat kopi akan tetap aktif dalam jangka waktu yang lama dan membuat si peminum menjadi terus bersemangat menjalani aktifitas yang padat. Perlu teman-teman ketahui bahwa kopi tanpa campuran gula, membuat kafein akan lebih mudah terserap oleh tubuh.

Jika kamu kurang suka dengan rasa pahit kopi yang unik, kamu bisa memberinya sedikit gula atau susu untuk mengurangi rasa pahit dari kopi itu sendiri. Akan tetapi jika kopi diminum dicampur dengan gula, apalagi dengan jumlah yang banyak justru membuat penikmatnya lebih mudah mengantuk atau kelelahan. Hal ini disebabkan karena darah menyerap kandungan gula yang berlebih, sehingga tubuh dipaksa untuk memproduksi insulin dengan sangat cepat. Produksi insulin yang berlebih selain membuat metabolisme glukosa terganggu, juga membuat seseorang menjadi pelupa, susah berkomunikasi, dan yang paling buruk dapat meningkatkan resiko terkena penyakit diabetes.

Sudah menjadi kebiasaan kita bahwa sesuatu yang manis itu adalah sesuatu yang enak dan nikmat.

Pada dasarnya memang tidak mudah untuk mengonsumsi sesuatu tanpa adanya rasa manis, karena hal itu sudah menjadi kebiasaan kita bahwa sesuatu yang manis itu adalah sesuatu yang enak dan nikmat. Nah, sekarang coba untuk mengonsumsi kopi tanpa gula. Nikmati rasa kopi tersebut, apakah rasa pahit saja yang muncul dalam minuman tersebut. Selamat mencoba menikmati kopi dengan rasa apa adanya.

Editor : Faatihatul Ghaybiyyah