Komunitas Ngaji Tani harus Pelajari Start-Up Pertanian

0
233

Komunitas Start-Up pertanian sudah mulai terus berkembang dengan platform yang semakin komplit dan makin jeli melihat kelemahan yang ada selama ini, sehingga ia terus berbenah. Ada yang bermain full online saja, ada yang memulainya dari hilir dan atau hulu saja, ada yang direct personal petani dan juga via komunitas. Mereka sudah coba mulai berjalan dengan segala konsekuensi dan resiko yang harus ditanggungnya.

Padahal para founder dan co-foundernya tidak banyak yang berlatarbelakang pertanian. Tapi bagaimanapun, yang bikin saya salut pada mereka/Pegiat start-up pertanian ini adalah kesungguhan niat dan keyakinannya tentang masa depan dunia pertanian yang tak bisa dipungkiri cepat atau lambat akan segera bertransformasi menjadi ekosistem terintegrasi yg berbasis digital.

Pak Aji Tan, Cuma Singkong dan Pisang yang Bisa Ditunai

Dan, ini sekali lagi bukan soal gagah-gagahan program tapi tentang trend bisnis pertanian masa depan.

Nah, kemana mereka para sarjana pertanian berkolaborasi? Semoga yang terjadi bukan karena ketidakyakinannya pada masa depan pertanian dan keengganannya untuk mati hidup di pertanian.

Kalau ternyata ini yang terjadi, anda para calon sarjana pertanian harus “berefleksi.”[#MyMacBook: 16/11]

Abdus Salim. Founder Komunitas #NgajiTani, Inisiator dan Pembakti Kampung Cabe di Dusun Daleman, Kadur, Kabupaten Pamekasan. Selalu berusaha mengajak para petani untuk mandiri. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here