Kiprah Dosen Unismuh Mewujudkan Indonesia Jaya

1
411
Dito Anurogo (Kanan) berpose setelah acara presentasi

Beberapa Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terpilih menjadi pemakalah oral di forum nasional. Ini merupakan lompatan kuantum Unismuh menjadi Perguruan Tinggi Islam terkemuka, unggul, terpercaya, dan mandiri tahun 2024.

KampusDesa, Makassar, 18/08/2018 — Unismuh senantiasa mengukir tinta emas dalam perjalanan sejarah kejayaan Indonesia dan Islam. Hal ini dibuktikan dengan prestasi sejumlah dosen Unismuh Makassar terpilih sebagai pemakalah dalam ajang bergengsi nasional bertajuk ‘’Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat: Membangun Daya Saing dan Karakter Bangsa melalui Pengabdian kepada Masyarakat’’ di Hotel Grand Asia, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Beberapa dosen beserta karyanya yang terpilih sebagai pemakalah antara lain: Dito Anurogo (Fakultas Kedokteran Unismuh) dan Agusdiwana Suarni (Kaprodi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh) dengan judul makalah ‘’Memajukan Kanreapia melalui MELINESIA 2018’’. Sejumlah dosen dari Fakultas Pertanian Unismuh Makassar seperti Andi Rahayu Anwar, Syamsia, Noerfitriani juga terpilih sebagai pemakalah dengan judul ‘’Pelatihan dan Demplot Pengolahan Limbah Jerami Jagung menjadi Kompos pada Kelompok Tani Jagung di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar’’. Sementara itu, tercatat pula sejumlah nama dosen dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unismuh, yakni Abubakar Idhan, Syamsia, Hamzah dengan makalah berjudul ‘’Diseminasi Teknologi Produksi Biji Botani Bawang Merah / (Tss) di Kecamatan Tombolopao.

Prestasi dosen Unismuh di kancah nasional ini mendapatkan dukungan dan apresiasi positif dari Rektor Unismuh, Ketua LP3M Unismuh, Dekan FEB Unismuh, dan Dekan FK Unismuh Makassar. ‘’Keunggulan Unismuh dibangun melalui kegiatan akademik, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Saya sungguh bangga dan mengapresiasi kinerja dosen yang telah berhasil menjadi pemakalah di forum nasional ini,’’ ujar Ismail Rasulong, dekan FEB Unismuh saat dikonfirmasi via telepon.

Ajang bergengsi nasional ini memang sungguh istimewa. Terlebih panitia berhasil menghadirkan para pembicara yang profesional di bidangnya. Para pakar andalan itu antara lain Prof. Dr. Sundani Nurono Suwandhi dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. I Ketut Widyana, M.Si. dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D dari Universitas Islam Indonesia. Pembicara terakhir mampu menyegarkan suasana dengan humor menggelitik dan sentilan yang bernas.

Kegiatan yang berlangsung dari jam delapan pagi hingga sekitar jam lima sore itu berlangsung dengan tertib dan lancar. Animo peserta juga tinggi. ‘’Alhamdulillah, acara ini dihadiri 132 orang peserta, dengan rincian 102 orang pemakalah oral dan 30 peserta,’’ tutur ketua panitia, Ifayanti Ridwan. Saat dikonfirmasi terpisah, Abdul Mollah Jaya, selaku panitia merasa bersyukur karena kegiatan ini sukses dan berjalan dengan baik. Saat ditanya dari institusi mana saja yang hadir, beliau menjelaskan, ‘’Ada pemakalah dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah dan sekitar 22 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang datang dari seluruh Indonesia. Misalnya Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Islam Makassar, Universitas Negeri Manado, Universitas Ichsan Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Pare-pare, Unkhair Ternate, dan sebagainya.’’

Salah seorang pemakalah, Ane Permatasari, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan ini. Dosen prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini bercerita kalau dirinya langsung balik ke Yogyakarta usai seminar ini berlangsung.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here