Kawula muda bijaklah dalam bermelodi, karena musik itu sugesti

0
109

Ini tentang musik, sifatnya yang universal terkadang mereduksi pemikiran rasional. Lantas bagaimana dengan hal yang bersifat emosional? Bisa dibilang musik akan memperbudak emosi. Hanya dia yang bijak akan mampu mengendalikan kekuatan ilusi Nada dan suara.

Kampusdesa.or.id-Ada kalanya manusia butuh keheningan, menguatkan hati, meratapi apa yang telah terjadi atau menimang nimang kesibukan esok hari. Sedih, susah, lelah, galau, macam macam mood sesorang adalah bukti bahwa hati manusia itu rapuh. Sebagian mereka memilih musik sebagai obat penenang bak ekstasi.

Anda semua pasti pernah, memutar ulang lagi dan lagi sebuah musik sendu sesuai dengan suasana hati anda yang sedang mendung. Ketika tak berhasil mendekati pujaan hati, disitu ada ” kangen band “. Ketika anda putus dengan gebetan, ” lapang dada ” So7 atau ” Perpisahan termanis ” lovarian bisa menjadi pilihan. Beda lagi dengan western style, anda pasti akan memutar “she’s gone” milik steelheart. Ketika mood anda jatuh dalam kegalauan, Irama lagu adalah satu satunya yang mengafirmasi perasaan anda. Tanpa sadar melodi telah mematikan akal, anda terfokus dengan dunia anda sendiri, tidak ada orang lain. Hanya ada kisah kusut antara anda dan dia yang selalu terfikirkan, lucunya anda sangat menikmati kegalauan itu. Apa ini bukan ilusi?

Tanpa sadar melodi telah mematikan akal, anda terfokus dengan dunia anda sendiri, tidak ada orang lain. Hanya ada kisah kusut antara anda dan dia yang selalu terfikirkan, lucunya anda sangat menikmati kegalauan itu.

Jika tidak begitu, Ada saatnya manusia butuh keramaian, menikmati indahnya hidup. Pagi secerah mentari, malam seterang rembulan. Bahagia, sumringah, damai dan santai adalah dalil bahwa uniknya hati dalam mensyukuri hidup. Banyak dari mereka memutar musik sebagai wasilah menuju kesenangan. Iya itulah sugesti musik.

Coba perhatikan saat konser musik, pesta ulang tahun, atau dangdutan di kampung. Adakah yang susah gelisah disana?. Semua duka lara terhapus seketika oleh genjrengan gitar. Penat, lelah, terhemaskan oleh suara bass. Gegap gempita penonton sejenak melupakan manusia dari dunia realita, Mata terpejam , kepala menganggguk angguk ke atas dan ke bawah,  semua mengalir seirama dengan lagu “ Senorita ” yang didendangkan.  Alunan bunyi mampu menutup mata, telinga dan hati dengan cara yang santun. Melenakan dengan asyiknya irama, membuai oleh penguatan imajinasi. Namun ketika musik itu distop, kita akan tersadar kembali dan merasa sepi.

Alunan bunyi mampu menutup mata, telinga dan hati dengan cara yang santun. Melenakan dengan asyiknya irama, membuai oleh penguatan imajinasi.

Musik merupakan seni menyusun nada, memadukan irama dan lagu menjadi sebuah keharmonisan. Menggunakan alat alat yang berbunyi sehingga terbentuklah gagasan “ rasa “ di dalamnya. Tinggi rendahnya nada dikomposisikan dengan indah kata kata sengaja dibuat untuk memantik emosi pendengar. Setiap karakter musik memiliki kekuatan hipnotis yang khas, memanipulasi kepribadian muda mudi untuk tergerus dalam gagasan “ rasa “. Tak heran seperti contoh diatas, mood individu akan sangat mudah terombang ambing dengan irama musik. Seperti itulah kira kira daya pikat sebuah seni suara.

Jelas sudah, ini bukan tentang khilafiah haramnya musik dan halalnya Shalawatan. Tapi bagaimana memanfaatkan musik dengan bijak, menelaah baik dan buruk kapan musik itu tepat untuk dimainkan dan pada waktu apa bermelodi itu sebaiknya ditinggalkan. Sekali lagi kekuatan sugesti musik sangat kuat sekali!.

Contohnya ketika menonton film horor atau thriller, perasaan was was anda akan menjadi jadi dengan iringan instrumental mistis, apalagi jika ada nyanyian lirih “ lingsir wingi ” akan membuat bulu kuduk anda berdiri. Tarik napas.. mute televisi anda, maka apa yang terjadi? Seketika semua normal tidak ada efek menakutkan dalam film tersebut bukan?.

Anda mungkin masih bisa baper oleh manisnya kata kata gombal film india atau drama korea, semenit kemudian anda akan menari dengan sendirinya, terpana dan memeluk erat bantal ketika backsound rebana dimainkan. Tayangan romansa yang sempurna! Musik telah menyusup dalam relung hati anda.

Kesimpulannya, irama bunyi memiliki dua sifat, melenakan atau menyadarkan. Musik menarik keluar  jiwa jiwa yang terkurung , menyadarkan bahwa hidup itu terlalu indah untuk disesali. Namun kita harus jujur bahwa musik juga bisa menumpulkan akal budi, yaitu ketika manusia telah didominasi oleh hasrat “ rasa” melupakan waktu dan kewajibannya serta melakukan hal hal yang tak seharusnya oleh sebab rangsangan musik yang mempermainkan hati. Wahai sahabat, sedikit banyaklah merenung dan mulailah bijak dalam bermelodi.