Kampoeng Dolanan Goes to School

0
69

Saatnya, sekolah memiliki aneka permainan tradisional untuk meningkatkan gerak motorik secara kontinyu. Permainan ini menyehatkan mental anak. Kampoeng Dolanan bergerak melintasi berbagai kota di Indonesia untuk mengampanyekan dolanan sebagai bagian yang penting bagi perkembangan menta generasi.

KampusDesa, Surabaya — Pekan ini menjadi pekan produtif komunitas kampoeng dolanan dalam menyosialisasikan permainan tradisional. Bagaimana tidak, dalam empat hari terakhir, terhitung sejak tanggal 16-19 juli kemarin keliling untuk memperkenalkan permainan tradisional di Surabaya dan Lamongan.

Animo masyarakat terutama para pendidik yang ada di lingkungan sekolah cukup tinggi. Dalam empat hari berkunjung ke 5 sekolah yakni di SDN Mojo III, SDN Pakis V, MI Muhammadiyah 28 dan SD Ahmad Yani yang berlokasi di Surabaya, sedangkan satu sekolah berdomisili di Lamongan yakni SMPN 2 Ngimbang.

Permainan tradisional nampaknya mulai mendapat perhatian di kalangan pendidik dan masyarakat. Bahkan, SDN Mojo III hingga dengan berani mengangkat sekolahnya sebagai sekolah pelestari permainan tradisional. Hari pertama Layanan Orientasi Sekolah (LOS) SDN Mojo III, anak-anak kelas I langsung diperkenalkan dengan permainan tradisional. Sedangkan untuk kelas 2-6 sudah disiapkan pojok dolanan sebagai tempat untuk bermain permainan tradisional.

Mengangkat teman dengan tangan yang ditelengkupkan dengan pasangan

Yang uniknya lagi adalah dalam perencanannya, di setiap hari Rabu menjadi waktu yang wajib bagi anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Mari kita dukung niat baik masyarakat dan pendidik yang sudah mulai muncul kepedulian dalam melestarikan permainan tradisional.

Kami berharap, permainan tradisional bisa dikenalkan kepada anak-anak supaya nilai-nilai yang ada di permainan tradisional bisa tersampaikan kepada anak-anak. Sebuah nilai tentang kejujuran, sportivitas, team work, disiplin, tanggung jawab dan lain-lain.

Kesempatan itu pasti ada, tinggal kita mau mengambil kesempatan tersebut atau tidak.

Salam Lestari, Kampoeng Dolanan

Mustofa. Founder Kampoeng Dolanan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here