Kampoeng Dolanan ajak Disabilitas Bermain Permainan Tradisional, Salah Satunya Sepak Bola Api

0
66
Sepak Bola Api. Para peserta Disabilitas memainkan bola api seperti sepak bola. Dilakukan oleh fasilitator dan peserta disabilitas di Pondok Pesantren Darussalam Lawang Malang

Lawang, kampusdesa.or.idAkhirnya, impian tersebut tercapai, mengajak disabilitas untuk bermain permainan tradisional. Kejadian ini dilakukan kemarin mulai 21-23 September 2018 di Pondok Darussalam, Kecamatan Lawang, Malang. Di tempat ini kampoeng dolanan sukses mengajak para disabilitas bermain permainan tradisional. Salah satu yang menarik adalah bermain Sepak Bola Api.

Diikuti oleh 130 orang dengan peserta tunarungu, tunawicara, tunadaksa dan tunagrahita yang isinya slow learner dan down syndrowm. Sangat menyenangkan bermain bersama mereka, tak ada lelah dan selalu penuh semangat dalam bermain.

Ada sepak bola api, dakon, bekel, SOS, hulahop, tarik tambang, balap karung, lompat tali, engkle pesawat, engkle gunung dan permainan yang lainnya telah dicoba oleh mereka. Untuk teman-teman tunarungu/tunawicara diberikan penjelasan permainan dengan menggunakan bahasa isyarat yang melibatkan translator dari guru SLB. Sedangkan tunagrahita dijelaskannya perlahan-lahan agar mereka dapat menyerap informasi dari trainer dengan baik dan benar.

Para fasilitator dari Kampoeng Dolanan sedang menyiapkan aneka permainan tradisional yang akan dimainkan oleh para disabilitas di Aula Pondok Pesantren Darussalam Lawang Malang, 21-23 September 2018

Rangkaian kegiatannya sungguh menarik. Di hari pertama para pembina pramuka dari masing-masing sekolah mendapatkan kesempatan untuk jelajah malam dan membuat tenda. Di hari kedua, semua peserta didik dan pembina pramuka luar biasa berolahraga, mendirikan tenda, latihan baris-berbaris, bermain permainan tradisional dan pentas seni. Sedangkan di hari yang ketiga, kegiatannya berupa karnaval dengan atribut karnaval yang bagus dan meriah yang sudah disiapkan oleh masing-masing SLB Kota Surabaya.

Akhirnya, para disabilitas merasakan permainan tradisional. Ada satu hal yang menarik dari perjalanan kemarin bahwa setiap anak jika diberi kesempatan bermain permainan tradisional dia merasakan feel kebahagiaannya dan mampu berinteraksi dengan teman-temannya.

Kenalkan – mainkan – lestarikan dan semua disabilitas masuk dalam skema tersebut. Syukur alhamdulillah, kampoeng dolanan diberi kesempatan untuk mengenalkan permainantradisional kepada tunarungu-tunawicara dan tuna grahita. Pada tahun 2017 juga telah bermain dengan tunanetra dan tunadaksa.

Terima kasih STO, 10 SLB Se-Kota Surabaya, AID dan relawan kampoeng dolanan atas interaksi yang interaktif ketika bermain permainan tradisional. Kegiatan ini melahirkan kebahagiaan bersama. Para disabilitas terfasilitasi bermain permainan tradisional, diantaranya bermain Sepak Bola Api

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here