Infeksi Saluran Kemih, Wow Tanpa Operasi ?

0
479

Boleh jadi ini kontroversi, tetapi ada orang yang mendapatkan manfaat dari berbagai proses pengobatan. Dunia kedokteran sampai hari ini masih saja berhadap-hadapan dengan penemuan yang berbeda dari kebiasaan riset pengembangan obat dan pilihan sembuh. Nah, termasuk infeksi saluran kemih. Dokter menyarankan operasi tetapi pasien punya pengalaman di luar ruang operasi, itupun terkait dengan peluang sembuh.


SEPERTI judul tulisan di atas, infeksi saluran kemih itulah nama penyakit yang didiagnosa oleh dokter pada diri saya. Sebenarnya saya malu dan ingin menutup cerita tentang sakit saya ini, namun beberapa teman ada yang ingin tahu alias kepo terhadap sakit saya, yang membuat saya sungguh menderita selama lebih dari dua minggu ini. Yaa… sudah saya membuat tulisan saja sebagai jawaban atas ke-kepo-an para sahabat, juga saya tujukan selain untuk testimoni tetapi sekaligus nasehat untuk diri sendiri juga mungkin bisa jadi nasehat untuk orang lain yang mungkin sedang mengalami sakit seperti yang pernah saya derita.

Ceritanya adalah, dua minggu ini saya mengalami nyeri yang luar biasa di perut sebelah kiri hingga kemaluan dengan disertai rasa sakit kepala yang luar biasa. Rasa ingin buang air kecil atau biasa disebut anyang-anyangan setiap saat selalu terasa. Sungguh sangat mengganggu aktivitas keseharian saya yang lumayan padat, karena mesti sering kali buang air kecil ke kamar mandi. Itupun dengan rasa sakit dan nyeri, setiap kali buang air kecil.

Sampai akhirnya saya pun berkonsultasi ke dokter dan di uji di laboratorium. Dari serangkaian pemeriksaan, kesimpulannya adalah saya didiagnosa sakit infeksi saluran kemih. Penyebab saluran kencing saya sakit dan nyeri, dikarenakan ada batu ginjal yang menghambat aliran kencing. Sungguh saya sangat kaget sekali, apalagi menurut dokter apabila batu ginjal itu tidak keluar bersamaan dengan buang air kecil, maka saya diharuskan operasi untuk memecah dan mengeluarkan batu ginjal tersebut.

Saya pun browsing artikel yang ada di google dan video di youtube tentang penyakit ini. Saya baca dan pahami penyebabnya, gejalanya, cara mengobatinya dan cara mencegah agar tidak menderita sakit ini. Sudah sangat saya pahami dari hasil membaca dan menonton video-video yang terkait penyakit tersebut.

Setelah saya identifikasi dan bertanya pada diri sendiri, akhirnya saya temukan kebiasaan saya setiap hari yang mungkin telah membuat pelan-pelan batu ginjal itu terbentuk adalah, saya setiap hari selalu minum kopi panas di waktu pagi saat perut masih kosong alias belum terisi makanan sama sekali. Ternyata menurut artikel yang saya baca, hal itu adalah salah satu kebiasaan yang dapat mengakibatkan terbentuknya kristal batu di dalam ginjal.

Adapun menurut saran dokter dan artikel yang saya baca, salah satu cara mudah untuk mengatasi sakit ini adalah, selain minum obat yang diresepkan dokter penderita diharuskan banyak minum air putih. Tidak tanggung-tanggung, beberapa hari kemarin kalau saran dokter mesti minum minimal 2 liter air putih dalam sehari, saya malah minum mungkin 3-4 liter dalam sehari, yang berdampak langsung pada reaksi ginjal yaitu saya sehari sampai 30 kali buang air kecil.

Namun sampai habis obat yang diresepkan dokter dan air dua galon Aqua, sakit saya belum juga sembuh. Saya pun kembali mencari solusi alternatif penyakit saya ini di internet. Ketemulah saya nama sebuah merk air minum Milagros. Kemudian saya dengan diantar istri pergi ke rumah salah satu teman istri saya yang menjadi agen Milagros, tanpa banyak kata dan berpikir, saya menyuruh istri saya membeli satu dus Milagros isi 12 botol dengan harga Rp. 350.000,- dan sekaligus mendaftarkan istri saya sebagai agen penjualan air Milagros.

Begitu sampai di rumah saya langsung meminum satu botol Milagros, begitupun saat menjelang tidur, saya kembali meminum Milagros satu botol. Namun hal itu membuat saya tidak bisa tidur, karena setiap lima belas menit sekali saya mesti buang air kecil ke kamar mandi dari jam 9 malam sampai jam 12 malam.

Keesokan hari dan sore harinya saya kembali meminum Milagros, masing-masing satu botol di pagi hari dan satu botol di sore hari dengan ditambah minum air putih biasa. Sungguh berdampak luar biasa, setelah beberapa kali buang air kecil yang sangat menyakitkan, akhirnya keluarlah satu benda mirip batu sebesar biji beras dari saluran kencing saya. Kalau bahasa hiperbolanya, rasa sakitnya seperti orang yang melahirkan saking sakitnya untuk menggambarkan rasa sakit yang luar biasa yang saya rasakan. Saya pun tidak perlu melakukan operasi untuk menghancurkan dan mengambil batu ginjal yang menginfeksi saluran kemih.

Alhamdulillah, begitu batu ginjal itu keluar, tubuh saya terasa sehat seperti sedia kala. Saya sangat bersyukur bisa kembali normal dan sehat. Saya berharap sakit yang saya derita bisa menebus segala dosa dan kekhilafan yang pernah saya perbuat. Sungguh sakit saya ini membuat keimanan spiritual saya semakin tersadarkan, karena ibaratnya dengan sakit tersebut, saya dinasehati dan diingatkan oleh Allah SWT untuk selalu bersyukur dan memanfaatkan waktu sehat untuk ibadah dan kebaikan. Semoga kesadaran ini bisa terus saya jaga. Aamiin.

Kesimpulan tulisan ini adalah apabila kita sakit semestinya sebagai manusia beriman kita berdoa minta kesembuhan pada Allah SWT dan juga mesti berusaha mencari cara agar sakit kita bisa sembuh. Doa agar sembuh itu penting, usaha untuk mencari obat juga penting dan yang lebih penting lagi adalah selalu khusnudzon alias berpikir positif terhadap apapun yang terjadi pada diri kita. Insyaallah semua ada nilai baik dan hikmahnya. Wallahua’lam.

Tetap konsultasikan segala keluhan penyakit Anda pada orang yang lebih ahli, yakni Dokter. Tulisan ini bukan sebuah saran pengobatan, tetapi hanya sebatas pengalaman yang ditulis penulis (Redaksi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here