IMPLIKASI COVID-19: Antara Metode Pembelajaran Online, Onlaon, dan Enlaen

0
597

0Shares
0

Selama masa “belajar dari rumah” akibat pandemi Covid-19 berlangsung, kreatifitas pendidik benar-benar dibutuhkan. Pendidik harus memeras otak untuk menemukan metode pembelajaran yang pas dan tidak membebani peserta didik, tapi tetap efektif mencapai tujuan pembelajaran. Beragam metode pembelajaran kreatif pun bermunculan, ada Online, Onlaon, dan Enlaen.

kampusdesa.or.id-Implikasi Covid-19 yang menimpa China dan berimbas keseluruh dunia termasuk Indonesia merambah ke dunia pendidikan. Pasalnya dengan diberkukan karantina wilayah maka semua institusi pendidikan mulai dari pendidikan terendah hingga pendidikan tinggi diliburkan, sehingga metode pembelajaran dari off line berubah menjadi on line.

Mengutip buku Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki yang berjudul “Prinsip-prinsip Pendidikan Rasulullah” beliua mengatakan:

“Metode pembelajaran yang di lakukan Rasulullah beragam, adakalanya memakai metode bil-hikmah, jidal (debat), tanya jawab, peragaan,gradual, konkrit (offline), diskusi, dan metode-metode pembelajaran lainnya.” Hal ini sesuai dengan metode yang telah digariskan oleh al-Quran. Allah berfirman,

Serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah, (metode) pelajaran baik, dan bantahlah (dialoglah, diskusilah dan debatlah,) dengan cara baik.“(al-Nahl:125)

Ayat di atas merupakan gambaran yang lengkap tentang metode pembelajaran yang bervarian dalam mengekspresikan kebolehannya dalam menyampaikan konten pelajaran kepada siswa dan mahasiswa.

“Rasulullah dalam menyampaikan pelajaran selalu menilai lebih dulu tingkat kemampuan setiap (mahasiswa) sahabatnya”

Menghadapi mahasiswa yang beragam latar-belakang tentunya perlu diterapkan metode yang sesuai dan tepat guna. Karena Rasulullah dalam menyampaikan pelajaran selalu menilai lebih dulu tingkat kemampuan setiap (mahasiswa) sahabatnya. Qadhi Iyadh berkata, “Allah telah menyelubungi segala yang diucapkan Rasulullah dengan rasa cinta dan mudah diterima, indah, dan sedap didengar telinga.”

Kemarin ada pertemuan dosen di kampus yang agenda utamanya membahas metode pembelajaran sebagai respon dari diperpanjangnya kebijakan karantina wilayah oleh pemerintah untuk menghambat laju penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir ini sudah mulai menurun.

Dalam diskusi tersebut ada beragam argumentasi yang disampaikan oleh para dosen diantaranya; Pertama, ada dosen yang bersikukuh untuk melakukan metode pembelajaran dengan tatap muka. Kedua, dosen yang bersikukuh melakukan metode pembelajaran dengan cara online seperti, metode zoom meeting, class room, edmodo dan lain sebagainya karena mengantisipasi penyebaran Covid-19

Ketiga, ada dosen termasuk penulis yang mempunyai statemen jalan tengah, yaitu mengakomodir semua metode pembelajaran online dan offline mengingat keterbatasan mahasiswa dalam membeli paket data dan minimnya signal mereka. Kami mengusulkan supaya diadakan forum asosiasi ketua kelas agar lebih memudahkan dalam memberikan sosialisasi tema mata kuliah dan RPS.

Alhamdulillah, semua argumentasi itu diakomodir oleh ketua sembari mengatakan, “Metode pembelajaran saya serahkan sepenuhnya kepada bapak ibu dosen sesuai keyakinan masing-masing, antum a’lamu bi umuuri dunyakum.” kilahnya sambil disambut gelak tawa para audien.

Dalam pertemuan tersebut ada tiga metode yang disepakati. Pertama, metode pembelajaran Online dimana dosen melakukan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa via online baik melalui metode Google Class Room, Zoom Meeting, dan lain sebagainya.

Kedua, metode pembelajaran Onlaon (alon-alon asal kelakon) maksudnya dosen tidak memforsir mahasiswa dengan memberikan seabrek tugas kuliah, karena memang mereka sudah mabuk dengan banyak tugas sehingga sebagian dosen ada yang tidak memberikan tugas membuat makalah namun diberikan tugas lain.

Ketiga, metode pembelajaran Enlaen (beragam cara) maksudnya dosen memberikan tugas kepada mahasiswa dengan beragam cara, adakalanya mengadakan asosiasi ketua kelas dimana mereka diberikan kontrak perkuliahan secara komprehenshif yang nantinya bisa ketuk tular bagi mahasiswa lainnya, adakalanya dosen mengadakan kontrak perkuliahan via WA, Email, telegram, dan lain sebagainya.

Ada lagi dosen menggunakan model pembelajaran educative e-learning yang kompleks yakni learning management syistem (LSM4) yaitu: Pertama, login. Fasilitas ini digunakan untuk membatasi pengguna hanya pada sasaran yang sesuai dengan aplikasi ini.

Kedua, User Login. Fasilitas ini dapat digunakan untuk membuat profil pribadi termasuk portofolio yang digunakan untuk menunjang profesionalitasnya. Ketiga, Discussion Forum. Fasilitas ini digunakan untuk mendiskusikan berbagai hal dalam proses pembelajaran. Keempat, Email. Fasilitas ini digunakan untuk sharing data, sebagai penunjang di wall atau menu.

Kelima, Mailinglist. Fasilitas ini digunakan untuk menyampaikan pesan berantai diantara dosen dan mahasiswanya untuk berkonsultasi mengenai kontens kuliah. Keenam, Assessment online. Fasilitas ini untuk memberikan informasi terhadap penguasaan materi kuliah yang dilakukan secara serentak.

Pendidikan sejati tidak diperkenankan memberikan metode dan materi di luar kemampuan anak didik. Prinsip yang terpenting esensinya sudah tersampaikan dan bisa diserap oleh mereka.