Gus Din: Sinergitas Aktor Kepentingan, Kunci Memajukan Pertanian

0
42

KampusDesa News_Permasalahan pertanian di Indonesia semakin pelik, mulai dari krisis generasi muda, hingga tergerusnya lahan pertanian di pedesaan yang diakibatkan oleh faktor alam dan non faktor alam. dalam persoalan ini, Sekertaris Jenderal Asosiasi Petani Indonesia (API), Muhammad Nurudin merespon secara kritis bagaimana petani bisa bangkit dari persoalan tersebut.

Menurutnya, tantangan besar yang perlu dihadapi oleh bangsa ini adalah menyiapkan generasi muda untuk ikut terjun dalam membangun perdesaan dan pertanian. Baginya, perlu sinergitas empat aktor dalam membenahi persoalan ini. Yaitu; pemerintah, pengusaha pertanian, petani dan lembaga keuangan.

Baginya, pemerintah sebagai pemangku kebijakan perlu membuat kebijakan yang bersifat pemberdayaan dan perlindungan. Pemberdayaan semisal pendampingan petani dalam pengolahan dan perlindungan terhadap hal-hal yang tidak bisa dihadapi oleh petani, seperti perubahan iklm dan tekanan ekonomi politik internasional dengan maraknya sembako impor.

“Hal ini bisa kita lihat di Jawa Timur dengan banyaknya beras impor dengan harga murah yang membuat petani tidak kompetitif.” Ungkap pria yang akrab disapa Gus Din ini.

Sepengamatannya, piramida petani di Jawa Timur lebih bayak berusia tua, yang berusia 50-60 tahun sebanyak 50 persen, petani dengan usia 30-40 berjumlah 30 persen dan yang berusia 20-30 tahun sebanyak 20 persen.

Untuk aktor yang bergerak di rantai produksi, perlu membangun kerjasama yang inklusif, serta harus melibatkan kelompok-kelompok petani yang terorganisir. Hal ini dilakukan untuk memberikan peluang akses pasar dengan mengurangi biaya produksi dan transportasi.

Terkait aktor petani, Gus Din menilai bahwa kalangan petani umumnya bergerak sendir-sendiri. Menurutnya, petani harus bersatu dan bergerak bersama agar mengangkat daya tawarnya terhadap aktor produksi.

“karena langkah petani yang bergerak sendiri-sendiri tersebut sangat tidak efisien dalam segi ekonomi, untuk itu harus terorganisi agar mempunyai daya tawar terhadap aktor produksi,” Tuturnya.

Selain itu, lembaga keuangan harus lebih berperan dalam memudahkan modal petani dengan memberi insentif dengan memberi kredit lunak dan jangka panjang.(HA)

Sumber: http://sarasehantani.com/gus-din-memajukan-pertanian-perlu-sinergitas-aktor-kepentingan/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here