Guru Baru Pasca Pandemi

0
172

0Shares
0

Masa pandemi ini merupakan kesempatan yang baik, untuk meningkatkan kompetensi teknis guru di bidang IT, sehingga para guru dapat mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan modernisasi pendidikan. Pada saatnya, ketika pandemi ini berakhir, para guru seperti memiliki power yang baru, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Selamat datang “guru baru pasca pandemi.”

Kampusdesa.or.id-Pandemi COVID-19 yang melanda dunia memaksa para guru meng-upgrade kemampuan dan mengadaptasi sistem pembelajaran yang dilakukan. Anjuran pemerintah untuk work from home dan learn from home membutuhkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang lebih rumit. Pada saat kebijakan belajar dari rumah ditetapkan, tidak semua guru siap dengan kompetensi ideal untuk meng-handle pelajaran daring. Oleh karena itu, kebijakan itu dilaksanakan dengan seadanya dan semampunya. Untungnya, semua pihak menyadari kondisi kedaruratan itu sehingga tidak memunculkan persoalan yang berarti.

Di sekolah-sekolah dasar, umumnya guru mulai melaksanakan tugasnya dengan membentuk WA group wali murid. Semula tidak semua wali murid siap dengan perangkat handphone dengan fasilitas whatsapp. Untungnya sebagian besar wali murid telah akrab dengan hal itu, sehingga dapat membantu wali murid yang belum memiliki kesiapan. Melalui kelompok wali murid ini, guru berkomunikasi, memberikan arahan, memberikan tugas, dan mendeskripsikan materi sesuai dengan jadwal pelajaran. Anak-anak mengikutinya dengan pendampingan orang tua sehingga mereka tetap berada di rumah.

Setelah waktu berjalan, persoalan-persoalan baru mulai muncul. Bagi anak yang aktif yang biasa memiliki dan bermain dengan puluhan teman, belajar di rumah memunculkan kebosanan. Apalagi, orang tua dengan alasan pekerjaan dan kesibukan lainnya tidak bisa selalu mendampingi anak dalam belajar. Sehingga, terpaksa anak mengerjakan tugas-tugasnya sendiri dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Tidak adanya kesempatan untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap, bertanya pada guru, dan berdiskusi dengan teman, semakin memperburuk situasi.

Guillemet-04 - Veillées pour la Vie“Guru harus bisa meningkatkan kompetensi dirinya, khususnya dalam bidang teknologi informasi, sehingga ia dapat mengatasi persoalan kebosanan belajar di rumah yang dialami oleh anak”

Persoalan-persoalan di atas, umumnya kita temukan di masa-masa ini. Tentu bagi guru yang responsive, situasi ini akan membangkitkan semangat perubahan. Dalam hal ini, guru harus bisa meningkatkan kompetensi dirinya, khususnya dalam bidang teknologi informasi, sehingga ia dapat mengatasi persoalan kebosanan belajar di rumah yang dialami oleh anak. Beberapa inovasi yang dapat dilakukan guru, antara lain:

  1. Video Pembelajaran

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan guru adalah membuat video pembelajaran. Menggunakan smartphone, video-video menarik dapat dibuat oleh guru untuk kemudian dikirimkan ke anak sebagai mendia pembelajaran. Melalui video pembelajaran ini, paling tidak mereka memperoleh penjelasan materi oleh guru mereka sendiri, mengobati kekangenan pada guru mereka, dan membuat rumah seolah-olah seperti ruang kelas, karena mereka sedang belajar dengan guru mereka sendiri.

  1. Portal Rumah Belajar

Portal rumah belajar merupakan salah satu inovasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Rumah belajar dapat dimanfaatkan oleh para guru dan siswa, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sederajat. Portal ini menyediakan ruang kelas maya, sumber belajar, bank soal, dan laboratorium maya, yang semuanya dapat di akses secara gratis, darimana saja, dan kapan saja. Para guru hanya perlu menyesuaikan sumber belajar dan media pembelajaran yang ada, denga materi yang diajarkan kepada anak didiknya.

Baca Juga:

  1. Guru Youtuber

Youtuber adalah sebutan yang diberikan kepada orang-orang yang ahli membuat konten youtube. Pembuatan konten youtube ini tidak saja menghadirkan pengalaman membuat media pembelajaran atau presentasi yang menarik, tapi juga memberikan pengalaman untuk menjadi content creator. Pada suatu saat, ketika subscriber dan views nya mencukupi, video kreasi para guru yang diunggah di youtube dapat di monetisasi dan tentunya menjanjikan feedback finansial.

  1. Guru Blogger

Tidak semua inovasi harus berbentuk video. Guru juga dapat menggunakan kemampuan menulisnya, untuk memberikan penjelasan dan materi yang lebih sederhana kepada siswa. Dalam hal ini, guru dapat memanfaat blogspot dan wordpress yang tidak berbayar, untuk menuliskan ringkasan materi ala guru sehingga bisa lebih mudah dipahami siswa.

  1. Pemanfaatan google form untuk quiz

Salah satu pembelajaran yang cukup menarik adalah penggunaan google form. Dengan google form ini guru dapat membuat quiz yang baik dengan pilihan maupun jawaban pendek dari siswa. Dengan fasilitas multiple choice, bahkan siswa dapat langsung mengetahui benar atau tidaknya jawaban mereka, dan berapa nilai yang mereka dapatkan dari quiz yang diberikan guru.

Baca Juga:

  1. Penggunaan aplikasi video conference

Untuk para siswa SMP dan SMA, guru dapat menggelar pembelajaran melalui aplikasi video conference seperti zoom cloud, google meet, lark, dan lain-lain. Hanya saja, penggunaan fasilitas ini perlu sangat dipertimbangkan karena membutuhkan dukungan fasilitas yang lebih, seperti kuota internet yang banyak atau menggunakan wifi.

Guillemet-04 - Veillées pour la Vie“Para guru harus siap dengan keunggulan baru, karena mau tidak mau hal itu merupakan tuntuan masa depan”

Melaksanakan berbagai inovasi di atas, tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang lebih baik. Para guru harus siap dengan keunggulan baru, karena mau tidak mau hal itu merupakan tuntuan masa depan. Masa pandemi ini merupakan kesempatan yang baik, untuk meningkatkan kompetensi teknis guru di bidang IT, sehingga para guru dapat mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan modernisasi pendidikan. Pada saatnya, ketika pandemi ini berakhir, para guru seperti memiliki power yang baru, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Selamat datang “guru baru pasca pandemi”.

Mohamad Ansori (Kepala Sekolah, tinggal di Dusun Pati, RT 1/RW 1 Desa Purworejo Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung. Penulis dapat dihubungi via WA: 081217764271, email: ansorie.abdurrahman@gmail.com, FB: Moh.Ansorie, Instagram: moh.ansorie, dan kangansorie.blogspot.com)