Antisipasi New Normal, Dosen Unismuh Gelar PKM Ramah Difabel

0
104
Dosen Unismuh
Dosen Unismuh

0Shares
0

Pengabdian masyarakat merupakan tajuk abadi yang akan selalu menyinergikan antara warga, dosen dan mahasiswa. Uniknya, di tengah pandemi Covid-19 dosen Unismuh melirik penyandang disabilitas sebagai objek dan subjek warga negara yang perlu dibesarkan hatinya dan dikuatkan keyakinannya bahwa mereka setara dan mereka pasti bisa.

Kampusdesa.or.id–Sejumlah tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengadakan kerjasama Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) di Desa Lamanda Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 1-3 Juni 2020. Aksi kepedulian ini terinspirasi dari 62 desa Inklusi yang terletak di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Tujuannya jelas untuk menyapa penyandang disabilitas serta memberi arahan menyambut new normal life di era pandemi COVID-19. Desa Lamanda berjara sekitar 180 Km dari Kota Anging mammiri.

Sebagai langkah antisipatif terhadap new normal di era pandemi COVID-19, tim dosen FEB bersinergi dengan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menginisiasi desa Lamanda sebagai Desa Tanggap COVID-19.Langkah kolaboratif ini sesuai dengan surat edaran menteri desa No 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan penegasaan padat karya tunai.

Kepala Desa Lamanda, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Muhammad Amran SP, menyambut baik kehadiran tim dosen Unismuh Makassar. Terlebih atas kepedulian tim tugas untuk berbagi inspirasi, motivasi, ilmu, serta pengalaman kepada para penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas di Desa Lamanda terdiri dari kategori tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa.

Saat kegiatan PKM itu, dr Dito Anurogo MSc, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar memberikan penyuluhan tentang langkah cuci tangan yang baik dan benar menurut WHO. Ia juga mensosialisasikan informasi tentang tanda dan gejala seseorang yang diduga menderita COVID-19. Tak lupa pula ia memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas dengan cara nonton bareng video inspiratif, kisah Nick Vujicic, seorang motivator dunia yang terlahir tanpa tangan dan kaki.

Saat kegiatan PKM itu, dr Dito Anurogo MSc, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar memberikan penyuluhan tentang langkah cuci tangan yang baik dan benar menurut WHO. Ia juga mensosialisasikan informasi tentang tanda dan gejala seseorang yang diduga menderita COVID-19. Tak lupa pula ia memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas dengan cara nonton bareng video inspiratif, kisah Nick Vujicic, seorang motivator dunia yang terlahir tanpa tangan dan kaki. Kisah Nick Vujicic mampu memikat peserta, terbukti video yang hanya berdurasi lima menit itu membuat sebagian pelupuk mata hadirin berkaca-kaca. Dokter Dito berharap peserta yang hadir dapat menjadi relawan desa tanggap Covid-19.

Setelah sesi materi kesehatan usai, dilanjutkan dengan materi ekonomi kewirausahaan yang disampaikan secara apik oleh Kepala Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar, beliau adalah Ibu Agusdiwana Suarni, S.E., M.Acc. Beliau menyampaikan presentasi bertajuk “Sukses Itu Suatu Keharusan”. Catatan penting darinya mengajarkan kita bahwa salah satu jalur meraih kesuksesan adalah melalui ekonomi yang tidak lain tidak bukan adalah dengan cara berwirausaha atau berbisnis. Berwirausaha akan semakin efisien ketika diawali dengan identifikasi peluang usaha yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Agar tersistematisasi, caranya dengan membuat Business Model Canvas (BMC).

Berikut langkah langkah penerapan BMC: Pertama, tentukanlah siapa target pembeli atau pelanggan kita? Misalnya bisnis perhiasan. Tentukan secara spesifik, apakah segmentasi perhiasan tersebut diperuntukkan remaja, ibu rumah tangga, atau wanita karir. Kedua, nilai lebih apakah yang akan kita berikan kepada pelanggan kita? Nilai pembeda apakah yang membedakan bisnis kita dengan para kompetitor kita? Ketiga, bagaimana strategi kita untuk pendistribusian produk? Dengan kata lain, bagaimana kita menjual hasil produk hingga sampai di tangan konsumen?

Keempat, bagaimana taktik kita untuk mendapatkan, memuaskan, sekaligus mempertahankan pelanggan? Kelima, bagaimana kiat untuk mendapatkan pemasukan uang dari usaha yang sedang anda jalankan? Apa saja langkah alternatif yang perlu dilakukan untuk mendapatkan uang lebih banyak? Keenam, sumber daya kunci apa saja yang diperlukan atau perlu dimiliki untuk menjalankan usaha? Ketujuh, kegiatan utama apa saja yang harus dilakukan agar bisnis kita berproses secara berkesinambungan? Kedelapan, siapa saja rekanan, partner, atau pemasok yang mendukung proses bisnis kita? Kesembilan, komponen biaya apa saja yang perlu dikeluarkan agar usaha kita berjalan?

Kuliah umum kewirausahaan itu semakin hidup ketika Bu Agusdiwana mendemonstrasikan dua jenis produk unggulan karya mahasiswa binaannya yaitu Tahu Firaun dan Bakso Goreng Mantjah. Model penyampaian materi yang komplit sepaket dengan tata cara beserta contohnya akan memudahkan peserta yang notabenenya sebagian besar adalah individu yang memiliki keterbatasan.

Kuliah umum kewirausahaan itu semakin hidup ketika Bu Agusdiwana mendemonstrasikan dua jenis produk unggulan karya mahasiswa binaannya yaitu Tahu Firaun dan Bakso Goreng Mantjah. Model penyampaian materi yang komplit sepaket dengan tata cara beserta contohnya akan memudahkan peserta yang notabenenya sebagian besar adalah individu yang memiliki keterbatasan. Dengan didampingi mahasiswa, kegiatan audience berlanjut dengan praktik langsung bagaimana membuat konsep BMC yang benar dalam sebuah kertas karton besar.

Follow up kegiatan PKM ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dengan perangkat Desa Lamanda. Simbol hitam diatas putih ini diharap akan mensukseskasn implementasi PKM yang berkelanjutan di Desa Lamanda, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.