Damai dengan Tumpukan Kesibukan

1
117

Kesibukan seseorang akan menjadi gejala kegalauan dan sebaliknya, kedamaian. Sibuk bisa menjadi penghalang bagi kita untuk selalu membuat privilege sehingga mengesankan jika kita adalah orang yang super hebat. Begitukah kita? Sibuk menjadi tidak sibuk saat pengelolaan waktu dapat diciptakan dengan tepat. Meskipun secara nyata memang kita sibuk, tetapi dengan kemampuan mengelola waktu, kesibukan menjadi aktifitas yang mendamaikan. Kok bisa! 

Masih mau mengeluh karena banyak tugas yang menumpuk? Atau masih tetap marah karena berulangkali revisi tugas yang ada dan pada ujungnya hasilnya tetap tidak memuaskan? Apakah memang sudah yakin benar apa yang telah anda kerjakan? Ataukah karena itu kita gagal dalam sesuatu hal? Dan apakah kesibukan yang kita lakukan telah berakhir sia-sia?

Sibuk, memang itulah tugas sebagai manusia, kalau mau menghindar coba lihat tujuan dan niat awal kenapa mau melakukannya. Sudah menjadi kewajiban dan memang anda sendiri yang telah menentukan pilihannya.

Jadilah yang berbeda agar tetap menjadi idola. Bukan dengan menjadi kebanyakan yang orang lakukan, namun majulah dengan potensi yang saat ini belum berkembang dengan baik dalam diri kita.

Kalau dilihat dan dirasakan, kita selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Tentu saja hal ini penting, karena dalam diri manusia ada kebutuhan dasar  yaitu  eksis/pengakuan dari orang lain (untuk dapat dikenal oleh banyak orang).

Apakah setiap individu memiliki kesempatan yang sama agar dia juga diakui oleh orang lain, dikatan hebat, genius dan berbakat oleh orang lain? Lalu bagaimana setiap orang dapat melakukannya?

Ada satu hal yang tidak banyak disadari oleh manusia, mereka berjuang keras menyibukkan diri mereka, agar hasilnya dapat dikenal oleh teman-temannya. Lalu apakah mereka menikmati kesibukan yang mereka jalani kalau tujuan utama yang mereka miliki bukan untuk membahagiakan diri mereka sendiri?.

Orang selalu ingin dianggap bahwa merekalah yang paling sibuk diantara yang lainnya. Dari segudang kesibukan itulah, orang akan menganggap bahwa dialah yang paling hebat, yang paling banyak memanfaatkan waktu dan peluang yang ada.

Dengan berbagai kegiatan yang padat, dari dini hari hingga petang, sampai melupakan waktu berharga mereka untuk beristirahat. Mereka menganggap bahwa mereka telah menggenggam dunia mereka. Selalu ada yang ingin mereka tunjukkan agar dapat diakui oleh yang lain.

Banyak kisah yang saya dengar, mengenai orang-orang yang telah berhasil karena segudang kesibukan yang mereka miliki, namun ada satu kisah kesibukan yang tak banyak orang dapat melakukannya. Kesibukan yang apabila dilakukan tidak pernah membuat kelelahan berkepanjangan dan yang pasti inilah yang diharapkan.

Kita dapat belajar banyak dari kisah ini. Kisah seorang wanita, ibu rumah tangga dan juga sedang menempuh pendidikan S3, dengan 2 orang anak yang cerdas yang menjadi kebanggan di sekolahnya. Wanita ini juga menjadi dosen di salah satu kampus negeri yang ternama di indonesia. Selain dua kesibukan itu, ada satu kesibukan di belakang layar yang menjadi kekaguman tersediri, yaitu pesantren yang didirikannya. Pesantren dengan 50 lebih santri dari kalangan mahasiswa yang semuanya adalah pecinta dan penghafal al-Qur’an.

Kampus, pesantren, dan keluarga adalah arena kesibukannya. Mengurus mahasiswa, mahasantri, anak dan juga suami setiap hari. tidak banyak wanita yang dapat melakukan kepadatan waktu sedemikian rupa. Kalau di fikir secara nalar, begitu berat tanggungjawab yang harus dijalani.  Tapi dengan kepadatan jadwal tersebut beliau juga telah berhasil mendapatkan gelar Doktor di usia yang masih muda.

Menjadi contoh wanita karier di zaman sekarang, tidak hanya kesibukan dunia yang dijalaninya, namun juga kesibukan untuk tabungan akiratnya. Sosok idola bagi calon wanita karier yang ideal. Tetap tenang dan terlihat nyaman dengan tumpukan aktivitas setiap harinya. Satu kesibukan lagi yang menjadi kepadatan waktunya, beliau adalah seorang penghafal al-Qur’an. Bagaimana beliau dapat melakukan semua kesibukannya dalam waktu 24 jam  dengan rutin? Beliau selalu berperang dengan waktu, bangun tidur hingga tertidur kembali. Semua aktivitas dijadikan berkualitas.

“Semakin kita menyibukkan diri kita, akan semakin baik managemen waktu yang kita miliki.”

Beliau selalu berpesan, “semakin kita menyibukkan diri kita, akan semakin baik managemen waktu yang kita miliki.” Lalu bagaimana tetap dapat memaknai waktu dengan aktivitas-aktivitas yang selalu membuat kita penat dan lelah? Yang kenyataannya Orang selalu menginginkan semuanya berakhir dengan baik, mereka berusaha keras agar mendapatkan hasil yang maksimal, namun mereka belum tahu cara agar semua hal dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Managemen waktu yang berkualitas akan membantu kita memudahkan segala hal yang kita jalani.

Managemen waktu yang berkualitas akan membantu kita memudahkan segala hal yang kita jalani. Lagi-lagi masalah waktu, waktu yang tidak dapat kita putar kembali ke masa yang telah kita lewatkan, karena ia akan tetap terus berjalan. Waktu yang membuat kita selalu membuat kita menjadi tersudutkan. Bagaimana kita dapat membuat waktu menjadi sahabat kita? Sehingga semua akan berakhir sesuai dengan yang telah kita rencanakan?

Sama halnya dengan yang beliau lakukan, yang paling utama adalah sibukkan dirimu dengan hal yang berkualitas, meskipun dengan tumpukan aktivitas dan rutinitas, kita akan menemukan kedamaian dari segala macam kesibukan yang kita jalani. Apa yang berkuaitas itu? Ia adalah Al-Qur’an. Orang sibuk dengan perkejaan, sibuk dengan karier itu telah banyak diluar sana, mencari kesibukan yang berbeda, kesibukan yang mengantarkan mendapat keberhasilan yang kebanyakan orang tidak sepenuhnya mendapatkan kenikmatannya.  Kesibukan yang menyejukkan hati bagi siapa saja yang melakukannya.

Yang paling utama adalah sibukkan dirimu dengan hal yang berkualitas, meskipun dengan tumpukan aktivitas dan rutinitas, kita akan menemukan kedamaian dari segala macam kesibukan yang kita jalani.

Orang sering mengeluh karena dia belum terbiasa dengan tumpukan  kesibukan, namun banyak orang yang punya kesibukan tapi tidak melancarkan harapannya, itu karena dia belum memiliki managemen waktu yang baik, apalagi yang berkualitas.

Kita tidak pernah menginginkan hal yang kita kerjakan adalah sia-sia, semua harapannya adalah kelancaran, kejayaan, dan kesuksesan. Dengan managemen waktu yang baik dan berkualitas, kita akan dapat merasakan damai meskipun dengan segudang aktivitas setiap hari.

Dengan managemen waktu yang baik dan berkualitas, kita akan dapat merasakan damai meskipun dengan segudang aktivitas setiap hari.

Sama halnya ketika menjadi pelajar harus siap untuk sibuk, tidak hanya sekedar sibuk karena tugas yang menumpuk, tapi juga sibuk dengan waktu yang terus mengejar dan memaksa untuk segera selesai. Belum lagi dengan tuntutan dan keganjalan hati karena memberikan beban yang semakin berat pada orangtua.

Kita dapat belajar dari kisah yang sangat luar biasa tersebut. dengan belajar mengatur waktu dengan baik dan berkualitas akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang ada dihadapan kita. Tidak hanya sekedar selesai namun dapat mengambil makna dari apa yang telah kita kerjakan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here