Cita-citaku, Ingin Menjadi Tukang Sapu

0
288

Jujur, salut padanya. Ada sebongkah bangga di hati, mendengar penuturannya tentang cita-cita. Sebut saja Ratih, salah seorang siswi SD di Sleman.

Segar dalam ingatan saya, bagaimana dengan bangga penuh harapan Ratih menyebutkan Tukang Sapu sebagai cita-citanya. Padahal, profesi orang tuanya sama sekali tidak berkaitan dengan pekerjaan itu. Ayahnya seorang Guru SMP dan ibunya seorang pegawai Tata Usaha salah satu universitas di Yogyakarta. Lantas, apakah yang melatar belakangi Ratih bercita-cita menjadi Tukang Sapu?

Jadi, waktu itu saya mengadakan survey cita-cita anak usia SD di lingkungan tempat tinggal. Dan ternyata, sebagian besar anak memilih menjadi Presiden, Pilot, Astronot, Dokter dan Apoteker. Satu-satunya yang dengan lantang memilih Tukang Sapu adalah Ratih.

Deg!

Ada sensasi dingin di hati saya, saat mendengar sederet alasan polos darinya, “Tukang Sapu banyak manfaatnya untuk lingkungan. Lingkungan jadi bersih dan sehat.”

“Ratih sering melihat Tukang Sapu bekerja?” akhirnya saya lontarkan juga pertanyaan buah penasaran dalam jiwa.

Anak berusia sembilan tahun itu tersenyum simpul sembari mengangguk, “Setiap berangkat sekolah, aku lihat Pak Tukang Sapu di jalan. Waaah, rajin banget! Aku jadi pingin banget jadi Tukang Sapu seperti Bapak itu,”

Saya hanya sanggup mengusap-usap lembut kepalanya. Sungguh, cita-cita yang mulia. Memang benar, bukan profesi yang membuat kita menjadi manusia berguna. Tetapi, bagaimana kita menjalaninya dengan tulus dan ikhlas sepenuh hati. Agar bisa menebar manfaat dan kebahagiaan terhadap sesama.

Sleman, 27 Oktober 2017

Humairah Samudra. Penulis yang juga anggota Indonesia Menulis Online. Saat ini bersama anggota group yang berafiliasi di whatsapp sedang mengerjakan proyek menulis bersama tentang Cerita Anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here