Bu Risma, Kami Kehilangan Ruang Bermain di CFD Tunjungan Surabaya !

0
59

Kampus Desa, Surabaya– Pernah Terusir 5 Kali di CFD Tunjungan dan kini pemerintah membuat keputusan CFD juga harus ditutup utk megadakan kegiatan/event dengan alasan2 tertentu sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Entah apa yang menjadi alasan atas munculnya kebijakan tersebut. Setiap minggu, jika tidak ada halangan kami rutin mengisi di CFD Tunjungan, namun pada hari Minggu (28/10) yang bertepatan dengan sumpah pemuda tersebut, kami mencoba menghargai keputusan pemerintah utk meniadakan kegiatan/event di semua CFD, dalam hal ini di CFD Tunjungan.

Selama kurang lebih hampir 2 tahun, kami mengisi disitu dan mempunyai pengunjung rutin untuk membaca buku, latihan mendongeng dan bermain permainan tradisional.

Kami sungguh kaget karena masyarakat, pengunjung rutin kami mayoritas balik kanan untuk kembali pulang karena mereka mengira, kegiatan yang biasanya dilakukan tidak ada. Beberapa ekspresi masyarakat kurang lebih seperti ini :

“Lho, nak nggak ada. Tapi yang biasanya ngisi kok ada disitu?” Kata ibu yang tak mau disebutkan namanya.

“Lho Ma, bacanya kok nggak ada? Mainannya juga nggak ada. Egrangnya nggak ada. Aku pingin main Ma,” kata anak yang hampir mau pulang.

“Yah, Ma. Kok nggak ada semua? Tapi mas yang biasanya, ada di sana.” Kata Ali, salah satu pengunjung rutin di CFD Tunjungan.

“Mas, aku mau riwa-riwi rene. Tak kiro nggak onok kegiatan. Lha tak eling-eling kok sampean sing biasane nggak kene iko. Opo’o nggak nggelar dolanane Mas?” Kata bapak yang bawa anak-anaknya.

Dan tanggapan-tanggapan sejenis mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tanggapannya rata, mereka kecewa karena baca buku, dongeng dan mainan tidak serame kemarin-kemarin.

Kami hanya membawa sedikit saja, cuma lompat tali, tarik tambang, raket, patil lele dan boneka untuk dimainkan sama anak-anak.

Dengan adanya ini, semoga aspirasi dari masyarakat bisa tersampaikan dengan baik dan membuat kebijakan baru yang berpihak pada rakyat dengan kegiatan-kegiatan positifnya.

Bu Risma, apa kami salah atau kami tidak mampu menangkap kuasa-kuasa pemangku kebijakan Surabaya sehingga kami seperti kehilangan tempat bermain tanpa alasan. Atau kami ditakdirkan menerima dalam kebisuan ?

Memang kecil yang kami lakukan, namun punya kisah kasih yang hangat bersama para pengunjung setia di CFD Tunjungan. Semoga tulisan ini dapat menjadi refleksi bersama untuk tetap menggiatkan permainan tradisional, literasi dan mendongeng.

Tulisan ini diambil dari tulisan Mustofa Sam dari laman facebooknya. Redaksi merepost sebagai salah satu komitmen memihak pada kebutuhan masyarakat dan sebelumnya kami sudah izin atas tulisan yang diproduksi oleh Beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here