Berubahlah, Karena Menjadi Baik dan Tidak adalah Sebuah Pilihan

0
260
Sumber gambar :pelatihanbisnisindonesia.com

“Seseorang yang bisa mengendalikan orang lain adalah orang yang kuat. Seseorang yang bisa mengendalikan diri sendiri adalah orang yang hebat.” Lao-Zu (Filsuf dari Tiongkok, +/- 600 SM)


MEMBACA “biografi” Batman dan Joker, dua tokoh komik anak-anak yang saling bermusuhan. Keduanya adalah orang-orang yang pernah mengalami masa pahit di masa lalunya. Mereka juga banyak mengalami masalah kehidupan ketika kecil hingga dewasa. Bruce Wayne, adalah anak dari keluarga kaya raya, namun kedua orang tuanya tewas secara mengenaskan ketika gerombolan penjahat merampok lalu membunuh orang tua Bruce Wayne tepat di depan matanya.

Dari kejadian ini, Bruce Wayne terinspirasi untuk menjadi pahlawan pembasmi kejahatan, pembela kebenaran dengan menyamar menjadi Batman. Di sisi lain, Joker yang merupakan musuh Batman di masa lalunya adalah seorang karyawan di perusahaan kimia yang dipecat. Lalu dia pun bekerja menjadi seorang pelawak.

Namun pada akhirnya dia gagal jadi pelawak dan jatuh miskin. Di sisi lain istrinya kecelakaan dan meninggal. Pada saat yang bersamaan, Joker tidak sengaja terjatuh dalam genangan cairan kimia, yang membuat kulitnya rusak. Lengkap sudah penderitaan Joker. Kejadian ini pun membuat Joker putus asa, stres, tertekan dan menjadi gila. Dia pun bertekat untuk membalas dendam pada semua orang. Joker pun menjadi penjahat. Batman dan Joker mengalami masa lalu yang buruk dan kelam.

Namun keduanya menyikapi dengan cara yang berbeda. Batman menilai masa lalunya sebagai bahan pelajaran yang memotivasi dia untuk bangkit dan memegang prinsip kebenaran. Sementara, Joker menjadikan masa lalunya sebagai dendam, yang membuatnya menjadi jahat untuk melampiaskan dendamnya.

Orang yang hebat adalah orang yang mampu mengendalikan diri sendiri dari perbuatan yang tidak baik.

Senada dengan kata-kata mutiara dari Laou-Zu di atas, orang yang hebat adalah orang yang mampu mengendalikan diri sendiri dari perbuatan yang tidak baik. Seringkali beberapa orang memang terlihat hebat dan kuat dengan kekuatan dan amarahnya kepada orang lain, dengan mampu menguasai, mengintimidasi dan mengatur orang lain, seperti Joker yang saya ceritakan pada cerita di atas. Namun sesungguhnya orang seperti itu justru emosinya labil, mudah marah, mudah tersinggung dan mendendam dengan keadaan dirinya. Ini menandakan orang tersebut sebenarnya tidak mampu menguasai dan mengendalikan dirinya sendiri.

Kita tidak cukup hanya menjadi orang kuat, namun juga melengkapinya dengan menjadi orang hebat. Memaafkan masa lalu dan menjadikannya energi poritif untuk berbuat kebaikan di masa mendatang seperti tokoh Batman yang saya ceritakan di atas, bukan justru menjadi motivasi negatif untuk melakukan balas dendam terhadap keadaan diri.

Setiap manusia pasti punya masa lalu yang tidak semuanya indah. Namun semestinya kita mampu keluar dari bayang-bayang masa lalu yang tidak baik serta menjadikannya bahan pelajaran dan hikmah untuk bisa berbuat kebaikan dan membela kebenaran.

Setiap manusia pasti punya masa lalu yang tidak semuanya indah. Namun semestinya kita mampu keluar dari bayang-bayang masa lalu yang tidak baik serta menjadikannya bahan pelajaran dan hikmah untuk bisa berbuat kebaikan dan membela kebenaran. Mengerjakan kebaikan dan keburukan sama-sama melakukan sebuah kegiatan, lantas mengapa kita harus terkungkung dalam segala ketidakbaikan? Wallahu a’lam bis shawab.

Editor : Faatihatul Ghaybiyyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here