Belajar Bisnis Digital di Tengah Wabah Virus Corona

1
114
Belajar Bisnis Digital di Tengah Wabah Virus Corona (kredit gambar: Agung Firdamansyah, S.Kom)

0Shares
0

Kampusdesa.or.od–Lamongan (11/04), akhir tahun 2019 adalah awal di mana dunia dilanda krisis. Setelah muncul sebuah virus yang sangat mematikan yakni Coronavirus Disease (COVID-19) yang sudah menelan banyak korban. Hal ini mendorong World Health Organization (WHO) sebagai badan kesehatan tertinggi di dunia menetapkan wabah ini sebagai pandemi yang berbahaya dan mengancam kelangsungan hidup di seluruh dunia.

Adanya wabah ini telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia, baik bagi negara maupun pelaku usaha swasta, sehingga menyebabkan keresahan yang tidak berujung. Berawal dari keresahan wabah pandemi ini, kami Diaspora Muda Lamongan hadir sebagai pemuda-pemudi yang ingin ikut andil dan berkontribusi untuk membantu percepatan perekonomian yang telah terpuruk.

Melalui kegiatan Seminar Online (Webinar) Vol. 08 yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020 dengan tema “Strategi Tantangan dan Peluang Usaha ditengah Wabah Corona Berbasis Digital Bussiness“menjadi salah satunya. Belajar bisnis digital di tengah wabah virus corona ini rupanya banyak sekali peminatnya, sekitar seratusan lebih peserta yang ikut. Apalagi materi dibawakan oleh seorang narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya, siapa lagi kalau bukan Agung Firdamansyah, S.Kom. Beliau adalah founder dan CEO YES Institute Indonesia. Sebuah lembaga mentoringr wirausaha muda dan pelatihan proposal business plan maupun karya ilmiah.

Dengan berbagai pengalaman yang ia miliki serta menyandang segudang prestasi di bidang kewirausahaan dan bisnis digital skala nasional, pemateri memulai memantik diskusi dengan diawali penyampaian latar belakang berupa dampak virus corona saat ini sudah mempengaruhi ke segala aspek kehidupan kita. Aktivitas yang biasanya sering dilakukan di luar sekarang dibatasi hanya di rumah saja (work from home). Sekolah diliburkan cukup lama dan mempengaruhi proses pendidikan yang sedang berjalan. Banyak toko dan warung yang dipaksa tutup demi menghindari orang berkumpul. Tempat yang masih buka pun cenderung sepi karena orang jarang keluar rumah sehingga membuat pendapatan menurun. Hal demikian perlu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona agar bisa segera berhenti.

Oleh karenanya, Mas Agung yang juga peraih gelar Juara 1 Pemuda Pelopor di Kabupaten Lamongan ini mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kita dituntut untuk aktif dan kreatif dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada. Di era zaman digital sekarang ini sangat memungkinkan untuk melakukan apa saja dari rumah termasuk mencari peluang usaha. Tinggal bagaimana kita mengambil sikap, apakah mau atau tidak melakukan hal tersebut, atau malah hanya memilih berdiam diri di rumah saja. Mager dan berteman dengan kemalasan. Tidak mau mengambil peluang usaha karena takut akan kegagalan.

Di sini pemateri juga menyampaikan tingkatan mengenai peluang bisnis yang bisa kita lakukan di rumah berdasarkan tingkat kesulitan yang ada, di antaranya beginner, professional, dan expert. Sebagai penutup Mas Agung menyampaikan tips dan trik sukses bisnis #dirumahaja yang meliputi fokus, berani memulai, buat rencana kerja, mengatur dan menjaga jam kerja, disiplin dan komitmen, upgrade kemampuan diri, jangan takut mencoba serta jangan takut

gagal. Karena sejatinya dalam sebuah bisnis apapun itu kalau gagal harus dievaluasi, lalu coba lagi. Jika kok gagal lagi, evaluasi kembali, atur stategi dan coba kembali. Prinsipnya berani mencoba, tetap semangat, dan sukses dapat diraih karena selalu belajar dari kegagalan.“Kapan untuk berhenti? Jika kita tahu produk tersebut sudah tidak potensial lagi dan sulit dijual dengan catatan sudah melakukan berbagai upaya sebaik mungkin. Tapi selanjutnya yaa cari ide lagi yang lebih potensial dan kalian senang untuk menjalaninya. Selama tidak menyerah, berarti belum kalah,” pungkasnya.

Tidak kalah seru saat memasuki sesi diskusi atau tanya jawab. Kegiatan yang dipandu oleh Fahmi Mubarok Asmorokondi salah satu pengurus Divisi Kewirausahaan Diaspora Muda Lamongan ini pesertanya cukup antusias. Banyak peserta webinar yang mengajukan pertanyaan namun karena dibatasi oleh waktu, maka disaring oleh moderator hanya dipilih tiga pertanyaan tercepat setiap termin.

Di sesi ini, ada yang bertanya tentang peluang bisnis dropship, jasa delivery, dan berbagi pengalaman menangani customer. Pemateri menyampakain bahwa dalam dunia bisnis, terutama yang berbasis online –yang mana pangsa pasarnya sangat luas alias tidak terbatas, itu lebih baik jika bisnis yang dijalankan harus sesuai dengan hati nurani (passion). Sehingga ketika bisnis tersebut memang yang diminati, maka akan cenderung lebih percaya diri dan maju saja.

Selain itu keunikan dan keunggulan lain dari kompetitor sangat perlu diperhatikan, misalnya harga bersaing, layanan lebih cepat, ada garansi, atau lain sebagainya. Dalam menjalankan sebuah bisnis harus terus melakukan inovasi dan menawarkan hal baru, namun harus tetap bertahap. Contohnya seperti Gojek, dulu perusahaan ini juga tidak mengeluarkan semua layanannya secara barengan. Tapi dilakukan secara bertahap setelah layanan yang utama stabil di pasar (market place). Begitu pula bisnis yang lainnya.

Pesan terakhir dari pemateri menanggapi pertanyaan dari peserta webinar ini yaitu dalam memilih menjalani usaha bukan hanya membayangkan keuntungan yang banyak, akan tetapi juga harus sadar akan ada risiko yang mesti diterima. Lakukan riset terlebih dahulu, bandingankan harga ke beberapa pelaku bisnis serupa, terus dihitung nanti kira-kira untungnya berapa.

“Kalau di YES Institute kita ajarin buat bikin business plan dulu, bikin rencana produknya, konsepnya, kemudian presentasi lomba itu juga termasuk riset pasar kira-kira diterima atau nggak produk kita,” tambah pendiri YES Institute ini.

Kami berharap kegiatan seminar daring di grup Whatsapp yang sangat menarik ini dapat menambah wawasan dan semangat berwirausaha sejak muda. Setidaknya ada upaya memulai bisnis untuk memupuk kemandirian, meningkatkan rasa optimisme, tidak takut gagal, dan menjadi pemuda yang mau belajar bagaimana cara mengambil peluang bisnis digital. Akhir kata, semoga wabah virus corona lekas usai dan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin (Fahmi/Hsn)

 

*Berita ini dimuat juga di fanspage Diaspora Muda Lamongan.

1 KOMENTAR

Comments are closed.