Begini Cara Dosen FKIK Unismuh Makassar Peduli Corona

0
198
sosialisasi corona virus

0Shares
0

KampusDesa, Makassar – Berdasarkan situs covid19.go.id (18 Maret 2020), penderita positif Corona di Indonesia 227 orang, sembuh 11 orang, meninggal dunia 19 orang. Sementara di dunia, COVID-19 telah menyebar hingga ke 159 negara, dengan kasus terkonfirmasi sejumlah 198.193 kasus, dinyatakan sembuh sebanyak 81.961 kasus, dan kematian 7954 orang.

Sesuai amanah yang tertuang dalam Surat Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka ada kewajiban moral bagi dosen, terutama dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FKIK Unismuh) Makassar, untuk peduli terhadap problematika umat. Peluang emas itu rupanya ditangkap baik oleh seorang dosen bernama dr Dito Anurogo MSc.

Berbekal surat dengan Nomor: 89/WK/INF3/1419035/2020 tentang permintaan narasumber sosialisasi virus Corona, dokter literasi digital yang suka puisi dan hobiis filateli dan numismatik itu dengan penuh kesadaran berbagi informasi tentang tanda, gejala, pencegahan, berita hoaks seputar virus Corona yang mencapai 217 saat dirilis tanggal 15 Maret 2020.

Dokter yang juga penulis produktif bersertifikasi BNSP itu menjelaskan beberapa gejala klinis utama yang muncul, antara lain: demam (suhu lebih dari 38 derajat Celcius), batuk kering (sebagian kecil berdahak) atau pilek atau nyeri tenggorokan, sulit bernapas, sesak memberat, fatigue (kelelahan yang amat) dan mialgia (nyeri sendi), gejala gastrointestinal (gangguan di perut, lambung, dan saluran pencernaan, misalnya diare), gelaja saluran napas. Gejala tambahan nyeri kepala, nyeri otot, lemas, diare, batuk darah.

“Pasien dewasa jarang mengalami demam. Namun, gejala awal yang sering dijumpai pada pasien dewasa adalah batuk dan sesak napas,” jelasnya ramah.

Alumnus S-2 Universitas Gadjah Mada ini juga menjelaskan pemeriksaan penunjang bagi pasien terduga infeksi virus Corona. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan penderita suspek (dicurigai) COVID-19 antara lain: pemeriksaan radiologi (berupa foto toraks, CT-scan toraks, USG toraks), pemeriksaan spesimen saluran napas atas dan bawah, bronkoskopi, pungsi pleura sesuai kondisi, pemeriksaan kimia darah, biakan mikroorganisme dan uji kepekaan dari bahan saluran napas (sputum, bilasan bronkus, cairan pleura) dan darah, pemeriksaan feses (tinja) dan urin (air seni).

Penulis buku The Art of Medicine (Gramedia, 2016) itu juga tampak bersemangat saat menjelaskan strategi pencegahan COVID-19 di depan sekitar 40 peserta. Pertama, cuci tangan. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air minimal selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 60% bila tidak tersedia air dan sabun. Kedua, hindari dan jangan sentuh. Maksudnya, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Ketiga, pakai masker bila sakit. Saat Anda sakit, gunakanlah masker medis. Tetaplah beristirahat di rumah saat Anda sakit atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai. Hindari banyak beraktivitas di luar rumah. Keempat, etika batuk dan bersin. Penjelasannya, tutupi mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin dengan tisu. Buanglah tisu langsung di tempat sampah. Kelima, disinfeksi. Lakukan disinfeksi secara rutin.

Untuk Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) dan Protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Coronavirus Disease (COVID-19), maka dipersilakan mengunduh surat edaran Nomor HK.02.01/MENKES/202/2020 di situs resmi Kementerian Kesehatan.

Kegiatan yang dilakukan di PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada tanggal 16 Maret 2020 selama sekitar tiga jam ini berlangsung tertib. Para peserta tampak bersemangat mengikuti pre test, materi, dan post test. Pada saat berdiskusi, beberapa peserta secara aktif berkonsultasi tentang kesehatan dan problematika, terutama terkait COVID-19.

Penyuluhan kesehatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Proyek Makassar Sewerage B2 JL Singa No 50 (depan SDN Mamajang II) Kecamatan Mamajang, Kota Makassar ini mendapatkan apresiasi dari pejabat di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FKIK Unismuh) Makassar.

“Sosialisasi tentang COVID-19 ini sangat penting karena merupakan upaya preventif penularan virus Corona. Dengan adanya sosialisasi, diharapkan para peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip hidup bersih sehat (PHBS), dan mengikuti himbauan pemerintah agar melakukan social distancing demi memutuskan mata rantai penularan Corona, ” dr Andi Weri Sompa SpS MKes, neurolog di RS Pelamonia Makassar, Wakil Dekan bidang akademik FKIK Unismuh Makassar.

Berita sebelumyaRefleksi Kenangan Bersama Mr. Vicky
Berita berikutnyaMenelisik Kejelasan Rapid Test di Indonesia
dr. Dito Anurogo, M.Sc., adalah dokter literasi digital, penulis 20 buku, dosen FK Unismuh Makassar, memiliki sertifikasi sebagai wartawan muda dari Persatuan Wartawan Indonesia, penulis 20 buku dan lebih dari 333 manuskrip terpublikasi). Anda bisa konsultasi kesehatan dengan mengirim pertanyaan seputar kesehatan ke WA +62 858 5656 9150 dengan cara : ketik DokterRakyat | tuliskan pertanyaan secara jelas. Diakhir kalimat tutup dengan format [kampusdesa.or.id]. Jawaban akan dimuat di Dokter Rakyat