Bantu Polisi, Pesantren Rakyat Kurangi Angka Kriminalisasi

0
78

KampusDesa News_Geliat pesentren rakyat semakin menyeruak ke publik. Tidak tanggung-tanggung, setelah pertemuan Nasional II pada 18 september 2016 di Rumah Singgah kampus UIN Malang tahun lalu, kali ini kembali hadir ditengah-tengah para penggiat, penggagas, dan penggerak pesantren rakyat yang ersebar di nusantara. Pertemuan Nasional III Pesantren Rakyat dilaksanakan di Pesantren Rakyat di Sumberpucung Kabupaten Malang, dengan mengangkat tema “Bersatu, Berdaya, Bertaqwa untuk Kita Indonesia Raya”.

Tepat pukul 20.15 WIB, MC mulai memandu pembukaan dan membacakan rundown acara pada malam hari ini. Kemudian pada pukul 20.20 WIB acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh ustaz Faisol Nur Mukhlis yang memenuhi seluruh ruangan dengan lantunan ayat suci Al-Quran  suaranya yang merdu menciptakan suasana yang syahdu di ruangan sederhana lanai atas bangunan Pesantren Rakyat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama peserta. Tepat pada pukul 20.28 WIB MC mempersilahkan kepada bapak Abdullah Sam untuk memberikan kata sambutan yang pertama, dengan meminta peserta dan tamu undangan untuk ikut bernyanyi bersama pak Abdullah Sam mengawali kata sambutannya, sebuah lagu yang memiliki lirik yang lucu dan memotivasi.

Dari tamu undangan yang hadir, terlihat seorang wanita mengenakan seragam berwarna coklat yang identik dengan kepolisian yang kemudain menambahkan untuk memberikan kata sambutan ke dua yaitu Ibu Widya yang merupakan Ibu Kapolsek Sumber Pucung dan sering sekali datang mengunjungi Pesantren Rakyat dan sering membantu kegiatan dan program di Pesantren Rakyat. Terkadang suka memberikan beras dan juga hadiah bagi pesantren rakyat.

“Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada Pak Abdullah Sam yang mana selaku pendiri Pesantren Rakyat ini membantu tugas kepolisian”, kata Ibu Widya dalam mengawali kata sambutan di Acara Pertemuan Nasional III Pesantren Rakyat, di Pesantren Rakyat Sumberpucung, Malang Selatan. Jum’at (08/09/2017)

Ibu Widya juga mengungkapkan bahwa laporan dari bapak Abdullah Sam yang mana dulu bahwa wilayah di Sumberpucung sini banyak terjadi pendekar-pndekar, pendek kekar yang setiap hari tidak lepas dari air kata kata miras, kubam, dan sukanya ngesroh., “matur nuwon Pak” tambah Ibu Widya.

Ibu Widya juga menyampaikan laporan dari Bapak Abdullah Sam yang masih terkait bantuan yang telah diberikan oleh Pesantren Rakyat yaitu telah membina anak-anak punk yang ada di sumberpucung sini untuk mengajak mereka untuk menjadi lebih baik lagi, itu merpakan hal yang sangat membantu penugasan kepolisian tambah bu Widya, karena otomatis mengurangi angka kejahatan, baik yang punk jalanan ataupun yang di pemukiman.

Begitulah beberapa hal dan pencapain yang telah dilakukan oleh Pak Abdullah Sam dan pesantren rakyat yang telah sangat memberikan perubahan dan menjadikan Sumberpucung menjadi lebih baik dan juga lebih aman.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Dr. Muhammad Zein, M.Ag selaku Kemenag RI. Yang kemudian dilanjutkan dengan acara penutup yang ditutup dengan pembacaan doa kemudian para tamu undangan di suguhi coffe break dan berbincang ataupun berdiskusi santai sesuai budaya di Pesantren Rakyat yaitu Jagongan Maton. (rar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here