Bagaimana Ingat dan Lupa itu Tetap Bermanfaat dalam Hidup Kita?

0
151

MENDADAK Hilang … Tiba-tiba benda itu ditemukan di tempat yang sangat jelas. Boleh jadi apa yang kita cari sedang kita pakai, tetapi dicari kema-aman. Ingat dan lupa adalah intensi bagi proses berpikir yang akan merekam informasi yang diberikan dengan sudut pandang bagaimana situasi itu ada menentukan cara kita mengingat atau lupa.


Memori memiliki urgensi yang besar dalam kehidupan manusia. Informasi kita, dan pengalaman terdahulu kita dapat digunakan untuk mengatasi problem atau masalah-masalah baru yang menghadang. Selain itu, memori juga membantu kita untuk melanjutkan program dalam memperoleh informasi-informasi baru dan menyingkap hal-hal yang baru. Memori merupakan sesuatu yang penting dalam pengembangan kemajuan ilmu dan peradaban manusia.

Namun, seperti yang telah kita ketahui, dalam memori tidak semua informasi bisa masuk dalam memori jangka panjang kita (Long Term Memory). Beberapa informasi dapat masuk dalam LTM dan beberapa informasi masuk dalam STM (Short Term Memory), namun ada juga yang hanya sekedar melewati memori kita.

Oleh karena itu, di sini akan dibahas juga mengenai lupa yang terhubung dengan memori juga. Melihat kehidupan sehar-hari, sebagian dari kita tentu mengalami yang namanya lupa. Sudah tidak asing lagi, bahkan kata tersebut sering kita ucapkan, aku lupa membawa tugasku. Aku lupa waktu masuk kuliah jam berapa. Bahkan hal-hal yang sering kita lakukan dengan konsisten, itupun juga bisa lupa. Lupa meletakkan HP padahal baru saja HP tersebut dipegangnya. Aku  lupa nomor teleponku. Aku lupa memarkirkan motor di sebelah mana atau masih banyak lagi hal-hal sederhana yang kita lupa.

Lupa merupakan problem yang dihadapi manusia. Padahal lupa merupakan sesuatu yang merugikan manusia. Dalam banyak keadaan, lupa juga menghalangi manusia untuk melakukan penyesuaian yang tepat atas problematika kehidupan yang dihadapi. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kadang memori tidak berfungsi disaat kita benar-benar dalam situasi yang kita inginkan?.

Sebagai contoh sederhana yang sering dialami oleh kebanyakan mahasiswa, ketika sedang menghadapi ujian, seringkali anda merasakan kelupaan dalam menjawab soal-soal. Padahal sebelumnya bahan-bahan telah dipersiapkan dengan matang dan yakin, namun ketika berhadapan dengan soal tiba-tiba informasi-informasi yang telah  tersimpan di memori menjadi hilang tiba-tiba. Terkadang butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengingat kembali atau bahkan bisa tidak ingat sama sekali. Saat ujian lisan, mahasiswa telah berusaha mengingat setiap meteri-materi yang akan diujikan, tetapi  saat ujian lisan dilaksanakan dan berhadapan langsung dengan dosen penguji, semua materi yang telah dihafal lupa seketika. Padahal pertanyaan-pertanyaan yang di ujikan merupakan materi yang telah dihafalnya.

Lupa merupakan kegagalan konsolidasi (consolidation failure) yaitu hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori (memory trace), yang berakibat pada terbentuknya memori-memori yang tidak sempurna, bagi individu yang bersangkutan dirasakan sebagai kelupaan. Dalam kegagalan konsolidasi, STM (short term memory) bekerja dengan normal namun gangguan terjadi pada proses perpindahan informasi dari STM ke LTM.

Lupa adalah hal yang biasa, yang dapat terjadi pada manusia sebagi akibat dari informasi-informasi yang berdesakan dan bertumbuk. Para psikolog telah mengadakan kajian mendalam tentang lupa jenis ini. Menurut mereka, lupa jenis ini ditimbulkan oleh penumpukan informasi sehingga tidak dapat masuk ke memori jangka panjang.

Para ahli psikolog juga membedakan dua jenis penumpukan informasi. Penumpukan yang berlaku surut dan penumpukan yang berlaku ke depan. Penumpukan yang berlaku surut terjadi ketika materi-materi baru yang kita pelajari menyebabkan lemahnya memori kita atas materi-materi terdahulu atau materi yaang telah kita pelajari sebelumnya. Adapun penumpukan yang berlaku kedepan terjadi karena pengaruh-pengaruh kebiasaan, aktivitas, dan informasi yang terdahulu dalam memori kita terhadap materi yang baru saja kita pelajari. Banyak aktivitas dan informasi terdahulu itu menimbulkan kesulitan untuk mengingat materi yang baru saja kita pelajari.

Mengenai teori lupa, ada kejadian yang memang benar-benar kita lupa. Ada juga kejadian yang sengaja kita lupakan. Ketika bermain di rumah teman, tidak sengaja memecahkan gelas cantik milik ibunya, ibunya sangat marah. Atas kejadian itu anda tidak ingin bertemu dengannya lagi dan berusaha melupakan kejadian tersebut. Tapi ketika ada gelas pecah, saya mengingat kejadian itu lagi. Pengalaman menyakitkan yang lain yang sengaja kita lupakan akan muncul kembali ketika ada stimulus yang sama yang membuat kita merasakannya kembali. Kejadian tersebut mengandung adanya represi yang merupakan tindakan yang mendorong pemikiran seseorang, memori atau perasaan yang mengancam keluar dari kesadaran.

Lupa adalah ingatan yang terbatas, cepat lambatnya seseorang dalam mempelajari sesuatu. Mengingat dan melupakan adalah pasangan yang tidak dapat dipisahkan.

Mengingat dan melupakan pasti ada di setiap memori manusia. Kalau dilihat secara garis besar dan disimpulkan, mengingat adalah pengalaman seseorang dengan masa lalunya. Dengan adanya ingatan tersebut menunjukkan manusia bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah ia pelajari atau yang telah ia dapatkan. Apa yang dialami manusia tidak seluruhnya hilang tapi dapat dimunculkan kembali pada saat-saat yang ia inginkan.

Ingatan adalah daya jiwa yang dapat menerima, menyimpan dan memproduksi kembali pengertian-pengertian atau tanggapan-tanggapan kita. Banyak faktor yang mempengaruhi ingatan seseorang. Ketika seseorang dapat mengingat suatu kejadian, berarti kejadian tersebut pernah dialami atau dengan kata lain pernah dimaksukkan dalam keadaan sadar

Missalkan, dulu di SMA mengambil jurusan IPA yang setiap hari selalu berhubungan dengan tugas-tugas menghitung, namun ketika kuliah mengambil jurusan psikologi. Waktu semester satu tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas menghitung, 6 bulan tidak lagi mengutik-ngutik mengenai hal-hal mengitung. Tiba saat semester dua, ketemu dengan mata kuliah statistika, yang sebenarnya sudah didapatkan ketika SMA, materi memang tidak berbeda jauh dengan yang dipelajari, namun karena banyaknya materi baru yang berbeda, hal ini menjadi sulit dimunculkan dan untuk itu anda pasti akan berjuang keras untuk mengingatnya kembali.

Mengingat memang tidak semudah melupakan, kadang atau bahkan sering kita lebih mudah melupakan sesuatu dari pada mengingat sesuatu. Bukan karena faktor kesengajaan kita lupa terhadap suatu kejadian atau mengenai informasi-informasi yang kita dapat, tapi memang bayak faktor yang membuat kita lupa terhadap sesuatu hal. Entah itu karena banyaknya informasi yang masuk dalam memori kita atau bahkan ketidakfokusan kita saat informasi itu masuk dalam memori kita.

Seperti halnya lupa, proses lupa melalui beberapa proses yang berbagai macam bentuk dan jenisnya, begitu pula ingat. Dalam proses mengingat seseorang juga melalui proses-proses khusus. Baik itu dengan beberapa stimulus terlebih dahulu baru kemudian adanya respon untuk mengingat suatu hal atau dengan cara-cara yang lainnya.

Dalam kajian teori psikologi kognitif memori bersifat rekonstruktif. Otak tidak menyediakan akses intans yang sama persis aslinya, terkadang ada pembiasan-pembiasan yang tak disadari. Contonya ketika dosen berkata, “kesadaran adalah kesiagaan (awarness) seseorang terhadap peristiwa-peristiwa di lingkungannya (seperti pemandangan dan suara-suara dari lingkungan sekitarnya) serta peristiwa-peristiwa kognitif yang meliputi memori, pikiran, perasaan dan sensasi-sensasi fisik.” Setelah itu satu mahasiswa diminta untuk mengulangi kata-kata  yang baru saja dosen tersebut katakan. Salah satu mahasiswa yang ditunjuk dosen mengatakan mengulang dengan kalimat, “kesadaran adalah kesiagaan seseorang terhadap kejadian lingkungannya, yang meliputi memori, pikiran dan perasaan .”

Memori dapat pula bersifat konstruktif yang artinya pengalaman sebelum pembentukan memori atau informasi yang didapat setelah dibentuknya memori untuk mengingat suatu peristiwa melebihi pengaruh-pengaruh lain. Pengaruh tersebut dapat membentuk suatu memori baru namun secara faktanya tidak tepat sama.

Suatu tes mengingat beberapa kata-kata yang saling berkaitan yaitu kasur, bantal, ngantuk, lelah letih, istirahat, selimut, mimpi, lelap, malam. Dan ketika diminta untuk mengulangi kata-kata tersebut ada satu kata tersebutkan yang tidak ada dalam rangkaian kata itu, yaitu “tidur.” Ketika mahasiswa lain diminta untuk mengulangi kata-kata yang sama, kebanyakan dari mereka juga melakukannya, menyebut  kata “tidur.” Contoh tersebut merupakan bentuk dari memori palsu.

Kalau anda terus-terusan mengingat kejadian tersebut maka itu akan berakibat buruk pada diri anda nantinya. Bisa jadi karena kekecewaan pada satu teman membuat hati anda tertutup pada teman yang lainnya, disaat inilah lupa menjadi berperan penting untuk anda,

Kemampuan mengingat dan melupakan adalah kemampuan yang sangat penting dan bermanfaat. Lupa buka berarti selalu membawa dampak buruk bagi kita. Begitupun mengingat juga tidak selalu berdampak positif bagi kita. Saat anda disakiti oleh teman anda, dan hal tersebut sangat menyakiti hati anda sehingga anda merasakan kekecewaan yang sangat mendalam dengan teman anda. Kalau anda terus-terusan mengingat kejadian tersebut maka itu akan berakibat buruk pada diri anda nantinya. Bisa jadi karena kekecewaan pada satu teman membuat hati anda tertutup pada teman yang lainnya, disaat inilah lupa menjadi berperan penting untuk anda, karena dengan melupakan hal-hal yang pernah membuat anda sakit hati akan menimbulkan efek-efek positif yang tidak akan pernah anda duga.” (Editor : Mohammad Mahpur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here