Beranda Penulis Dikirim oleh Nur Aisyah Maullidah

Nur Aisyah Maullidah

8 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Cukup panggil Aisy dari tiga suku kata nama saya. Begitu mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, kalimat besar Sitou Timou Tumou Tou yang memiliki arti manusia hidup, untuk memanusiakan orang lain akan menyambut para pendatang. Bagi saya, ada beberapa pegangan yang perlu hadir untuk terus menjadi pengingat. Lebih dari sekedar hidup seorang diri sebagai individu, manusia hadir untuk memanusiakan sesamanya. Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan adalah ‘pegangan’ lainnya. Terlebih, terciptanya manusia di bumi ini adalah sebagai khalifah yang akan merawat dan mensejahterakan bumi, karena saya lahir sebagai Orang Jawa, maka tidak akan lepas dengan kiasan “Lakon, Dudu Penonton” yang artinya menjadi penonton saja tidak cukup, namun harus menjadi lakon atau terlibat langsung sebagai bagian dari bagian perubahan. Tiga kutipan tersebut tidak begitu saja dipilih sebagai pegangan, tetapi lahir dari semacam akulturasi. Ibu dan ayah saya tinggal di Manado selama kurang lebih tujuh belas tahun. Budaya minahasa menjadi sebagian kecil dari diri saya. Sedangkan sebagian besar waktu saya tumbuh dihabiskan di Jawa. Saat ini saya menempuh pendidikan S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Hubungan Internasional. Sedang menjadi abdi di beberapa komunitas yaitu GA4P Lamongan, Diaspora Muda Lamongan, DYPLO, dan YIPC Jakarta. Sapa saya melalui sosial media, saya ramah kok! hehe

A Report: Beijing +25 Women, Peace, and Security – Youth, Peace, and Security Action Coalition

Harapan besar dititipkan pada pertemuan ini, bukan hanya dari kami, GA4P Indonesia tetapi juga rekan kami dari seluruh dunia. Entah dari Afganistan, Filipina, Sudan Selatan, atau lainnya. Anak muda hadir dengan ide dan pandangan yang bervariasi tentang bagaimana cara mengatasi masalah dan menanggulangi konflik...

An Overview: Beijing +25 Women, Peace, and Security – Youth, Peace, and Security Action Coalition

Bukan tanpa alasan pula kemudian pertemuan ini dilaksanakan pada Desember 2019, tepat sebelum memasuki tahun 2020. Memperingati sekaligus lahirnya dua bentuk resolusi PBB yaitu UNSCR (United Nations Security Council Resolution) 1325 yang ke-dua puluh tahun dan UNSCR 2250 yang ke-lima tahun membuat urgensi atau...

Menembus Batas Cakrawala New York

Judulnya Beijing, lalu kenapa pertemuannya di New York? Pertanyaan yang sudah pasti akan menggantung di benak teman-teman yang sedang membaca. Tepat tahun 2020 kedepan, Deklarasi Beijing memasuki usia yang ke 25 tahun bersamaan dengan UNSCR 1325 yang ke 20 tahun dan UNSCR 2250 yang...

Optimalisasi Dana Desa untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera

Kampusdesa.or.id--Lamongan (14/09), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa di Indonesia pada 2018. Jumlah tersebut terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat), kemudian 8.444 kelurahan serta 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT)....

Nulis Lagi dan Ngomongin MABA Rantau

Menjadi mahasiswa baru di rantau, akan ada rasa home sick, culture shock, dan gejala menjadi orang asing di tempat PTN jauh dari rumah menjadi gejala yang tidak nyaman. Semua terasa tidak karuan, apalagi yang jarang bepergian jauh dan lama. Tak usak patak arang, toh setelah nyemplung di PTN,...

APFSD Youth 2019: Bagaimana Kami Mulai Untuk Mengubah Dunia

Pemuda sebagai pemimpin garda terdepan perlu dipersiapkan, dilatih, dan diasah sedini mungkin. Di Asian Pacific Forum for Sustainable Development (APFSD) Youth 2019 ini, kami mulai ikut mengambil peran dalam perubahan. Acara ini didukung oleh banyak organisasi sosial seperti ARROW, Right Here Right Now, Youth Lead,...

Membawa Lamongan Kemanapun Saya Pergi

Sepanjang usia ini dan untuk seterusnya, masih ada lebih banyak tempat yang ingin dikunjungi, masih ada peran-peran besar yang akan turut diambil, masih ada lebih banyak momen-momen bersejarah lain untuk ikut berpartisipasi bersama Lamongan di dalamnya. Eropa, Amerika, Australia, maupun Asia Timur, tidak ada...

Perdamaian pun Bisa Dimulai dari Perempuan Muda

Apa jadinya jikalau perempuan angkat tangan dan kaki menjadi agen perdamaian untuk mencegah lahirnya generasi teroris dan radikal? Ya, tentu agen perdamaian tidak melulu laki-laki. Perempuan pun mampu didorong menjadi salah satu pilar agen perdamaian. Semua menjadi semakin lengkap dengan berbagai pembekalan yang didukung...

Penulis

25 KIRIMAN0 KOMENTAR
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
6 KIRIMAN0 KOMENTAR
20 KIRIMAN0 KOMENTAR
9 KIRIMAN0 KOMENTAR
20 KIRIMAN0 KOMENTAR
11 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
29 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
9 KIRIMAN0 KOMENTAR
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
13 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
19 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
31 KIRIMAN0 KOMENTAR
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
9 KIRIMAN0 KOMENTAR
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
16 KIRIMAN0 KOMENTAR
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
48 KIRIMAN0 KOMENTAR
7 KIRIMAN0 KOMENTAR
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
17 KIRIMAN0 KOMENTAR
Follow IG
InstagramYoutubeFacebook