APFSD Youth 2019: Bagaimana Kami Mulai Untuk Mengubah Dunia

Nur Aisyah Maulidah, Salah satu peserta Peace Leader, Girls Ambassador for Peace, Duta Damai BNPT Lamongan.

0
113

Pemuda sebagai pemimpin garda terdepan perlu dipersiapkan, dilatih, dan diasah sedini mungkin. Di Asian Pacific Forum for Sustainable Development (APFSD) Youth 2019 ini, kami mulai ikut mengambil peran dalam perubahan. Acara ini didukung oleh banyak organisasi sosial seperti ARROW, Right Here Right Now, Youth Lead, YPEER, dan AP-RCEM serta difasilitasi oleh UNESCAP.

Banyak yang perlu diperbaiki dari dunia, pun banyak yang perlu dirubah. Setiap harinya, peradaban bertumbuh dan peraturan pun perlu untuk terus diperbaharui. Bangkit dari kesadaran bahwa setiap individu adalah bagian kecil dari perubahan, namun setiap dari mereka memiliki bobot power yang berbeda, sehingga jika disatukan akan dapat membentuk suatu pergerakan yang mampu memberikan efek yang besar bagi kelanjutan kehidupan. Dari Asian Pacific Forum for Sustainable Development (APFSD) Youth 2019 ini, kami mulai ikut mengambil peran dalam perubahan tersebut.

Acara ini diselenggarakan guna melakukan peninjauan terhadap terlaksanakannya SDG-2030 pada poin-poin tertentu.

Dihadiri kurang lebih enam puluh peserta dari berbagai latar pendidikan dan organisasi serta asal negara sebanyak kurang lebih lima belas negara seluruh Asia Pasifik, acara ini diselenggarakan selama tiga hari di Bangkok pada tanggal 21-23 Maret 2019. Acara ini didukung oleh banyak organisasi sosial seperti ARROW, Right Here Right Now, Youth Lead, YPEER, dan AP-RCEM serta difasilitasi oleh UNESCAP. Dengan tema yaitu “Empowering Young People and Ensuring Inclusivity and Equality in Asia Pacific”. Acara ini diselenggarakan guna melakukan peninjauan terhadap terlaksanakannya SDG-2030 pada poin-poin tertentu. Yaitu poin nomor 4, 8, 10, 13, 16, dan 17 pada regional masing-masing.

Dari tinjauan data, pemuda usia 15-24 tahun akan menduduki populasi sebanyak 1.2 milyar dari 7.5 milyar penduduk bumi sampai dengan tahun 2030.

Lalu, mengapa anak muda? Dari tinjauan data, pemuda usia 15-24 tahun akan menduduki populasi sebanyak 1.2 milyar dari 7.5 milyar penduduk bumi sampai dengan tahun 2030. Dengan rincian sebanyak 60% diantaranya tinggal di Asia Pasifik, atau sekitar 717 juta penduduk. Di sisi lain yang dijadikan sebagai pertimbangan, pada usia tersebut umumnya manusia berada pada tahap di mana tingkat keingintahuan dan kepedulian sedang berada pada level yang paling baik. Tentu hal ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebab bagaimana dunia di masa depan adalah bentuk dari upaya pembangunan masa kini. Pemuda sebagai pemimpin garda terdepan perlu dipersiapkan, dilatih, dan diasah sedini mungkin.

Rangkaian agenda selama forum ini berlangsung berupa dialog bersama pemateri yang bergerak di bidangnya masing-masing. Seperti pada hari pertama, materi yang diberikan adalah “Universal Access to Education to Children, Adolescents, and Youth” dan “Full and Productive Employment and Decent Work for All Young People”. Dilanjutkan pada hari kedua yang diawali dengan Goup Work on Recommendation tentang poin SDG’s yang dibahas pada hari pertama yaitu mengenai Pendidikan dan Ketenagakerjaan. Dari ini, lahir inovasi baru yang perlu diterapkan dan yang perlu diperbaiki dari implementasi sebelumnya di masing-masing wilayah dengan bentuk poin analisis berupa kaitan penerapan dengan teknologi, pendanaan, dan poin-poin penghambat lainnya yang menyebabkan lambannya penerapan SDG’s di masing-masing regional. Pada hari kedua juga diberikan materi dan dilaksanakan Goup Work on Recommendation mengenai topik Perubahan Iklim.

Pada hari terakhir, agenda yang dilakukan adalah diskusi lanjutan mengenai langkah-langkah yang diambil kedepannya atas apa yang telah diidentifikasi kemarin atau bentuk kampanye maupun gerakan apa yang akan diambil untuk mendorong terlaksanannya agenda bersama sesuai tujuan.

Misi ke depannya, para peserta forum yang juga menjadi perwakilan masing-masing negara sekaligus organisasi dari fokus topik yang diangkat akan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan juga menjadi penyelenggara daripada rangkaian agenda lanjutan untuk mengawal terlaksananya SDG’s dengan baik dan sesuai harapan. Partisipasi satu pemuda memang tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan, namun jika para pemuda bersatu dan saling bahu membahu untuk bersama-sama ikut membangun, maka perubahan yang diberikan akan bisa dirasakan di masa depan.

Editor: Faatihatul Ghaybiyyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here